El Tri Membuka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0 atas Bafana Bafana, Tiga Kartu Merah Menghiasi Laga
Blog Berita daikin-diid – 13 Juni 2026 | Mexico memulai Piala Dunia 2026 dengan penampilan mengesankan, mengalahkan South Africa 2-0 dalam pembukaan Grup A. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, tidak hanya menyajikan dua gol penting, tetapi juga menjadi saksi tiga kartu merah yang mengubah dinamika permainan.
Gol pertama tercipta pada menit ke-9 melalui aksi cepat Julian Quinones. Penyerang muda berusia 17 tahun ini memanfaatkan kelalaian pertahanan Bafana Bafana, menembus kotak penalti dan mengirim bola ke sudut atas gawang dengan tendangan kaki kanan yang presisi. Keberhasilan Quinones menjadi gol pembuka pertama dalam turnamen ini.
Setelah jeda, tekanan Mexico tetap mengalir. Pada menit ke-67, Raul Jimenez menambah keunggulan El Tri berkat umpan terobosan dari Roberto Alvarado. Jimenez, legenda striker Mexico, mengeksekusi tembakan satu sentuhan yang tak dapat dihentikan kiper South Africa, mengukuhkan skor 2-0.
Namun, sorotan utama pertandingan ini adalah tiga kartu merah yang dikeluarkan. Pada menit ke-55, Sphephelo “Yaya” Sithole, gelandang South Africa, menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Brian Gutiérrez di luar area penalti, menghalangi peluang gol yang jelas. Keputusan wasit Brasil, Wilton Sampaio, menandai Sithole sebagai pemain pertama yang menerima kartu merah di Piala Dunia 2026.
Ketegangan meningkat ketika Themba Zwane, pemain sayap South Africa, disingkirkan pada menit ke-78 karena tindakan keras berupa tamparan terhadap lawan. Dua kartu merah pertama menempatkan South Africa dalam situasi sembilan pemain, menurunkan harapan mereka untuk kembali ke papan skor.
Puncak dramatis terjadi pada menit tambahan pertama babak kedua ketika Cesar Montes, bek Mexico, ditunjuk keluar lapangan setelah melakukan tekel ceroboh pada pemain South Africa. Keputusan ini menambah daftar kartu merah pertandingan, menjadikan tiga pemain yang diusir dalam satu laga, sebuah rekor langka dalam sejarah Piala Dunia modern.
Pelatih kepala Mexico, Javier Aguirre, menanggapi hasil ini dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Ia memuji performa tim, menyatakan, “Kami tampil superior di babak pertama, dan meskipun tidak mencetak tiga gol, kami puas dengan dua gol yang kami dapatkan. Kami akan terus memperbaiki diri untuk pertandingan selanjutnya.”
Sementara itu, Sphephelo Sithole mengakui kesalahannya, mengatakan, “Saya menyesal keputusan saya yang mengakibatkan kartu merah. Saya berharap dapat memperbaiki diri di pertandingan berikutnya dan membantu tim kembali ke jalur kemenangan.”
Penonton di stadion juga menyaksikan kembalinya semangat vuvuzela, meski tidak seintensif pada Piala Dunia 2010. Beberapa suporter South Africa membawa instrumen tersebut ke fan zone, menambah warna budaya Afrika Selatan dalam suasana Mexico.
Dengan kemenangan ini, Mexico naik ke posisi teratas Grup A dan menjadi favorit kuat untuk melaju ke babak 16 besar. Jadwal berikutnya menampilkan Mexico melawan South Korea di Guadalajara pada hari Kamis, pukul 19.00 waktu setempat. Sementara South Africa harus mengandalkan kemenangan melawan Republik Ceko pada pertandingan selanjutnya di Atlanta, yang dijadwalkan pada pukul 12.00 ET, untuk tetap bertahan di grup.
Statistik singkat pertandingan:
- Skor akhir: Mexico 2 – 0 South Africa
- Penjaga gawang Mexico: Guillermo Ochoa (bersih)
- Gol: Julian Quinones (9′), Raul Jimenez (67′)
- Kartu merah: Sphephelo Sithole (55′), Themba Zwane (78′), Cesar Montes (90+2′)
- Penguasaan bola: Mexico 58%, South Africa 42%
Secara keseluruhan, pembukaan Piala Dunia 2026 memberikan gambaran tentang intensitas kompetisi yang akan datang. Mexico menunjukkan kualitas menyerang yang tajam dan kedisiplinan defensif, meskipun harus menahan diri dari pelanggaran fatal di menit-menit akhir. South Africa, di sisi lain, harus mengevaluasi strategi mereka setelah kehilangan tiga pemain kunci dalam satu pertandingan, serta menyiapkan taktik baru untuk melawan Republik Ceko.
Turnamen ini masih panjang, dan dinamika grup dapat berubah dengan cepat. Namun, kemenangan pertama yang solid dan penampilan emosional pemain muda seperti Quinones memberikan harapan besar bagi El Tri untuk menempuh jalur menuju perempat final.