Drama Endrick di Piala Dunia 2026: Harapan Terhuyung, Brasil Tersingkir oleh Haaland dan Norway
Blog Berita daikin-diid – 06 Juli 2026 | Babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey menjadi saksi kegagalan Brasil menembus babak perempat final. Pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, memutuskan mengganti dua pemain kunci pada menit ke-58 dan ke-67, mempercayakan Endrick Felipe dan Neymar untuk menghidupkan kembali serangan yang mandek melawan Norwegia. Keputusan tersebut ternyata tidak mampu mengubah alur pertandingan, yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Norwegia.
Endrick, penyerang muda berusia 18 tahun yang tengah meniti debutnya di panggung dunia, masuk menggantikan Matheus Cunha pada menit ke-58. Ancelotti menjelaskan bahwa pemain muda itu diharapkan menambah kedalaman dan memberikan pergerakan di belakang pertahanan lawan. Sekitar satu menit setelah masuk, Endrick menerima umpan akurat dari Vinícius Júnior di dalam kotak penalti. Sayangnya, tendangan tersebut meleset tipis ke samping tiang, menghilangkan peluang emas yang dapat mengubah skor menjadi 1-0 bagi Brasil.
Setelah Endrick, Ancelotti menurunkan Neymar pada menit ke-67, menggantikan Gabriel Martinelli. Neymar ditugaskan untuk menambah kualitas di sepertiga akhir lapangan, namun dampaknya terbatas. Brasil hanya berhasil menyamakan kedudukan pada menit tambahan pertama melalui tendangan penalti yang dieksekusi Neymar, namun gol tersebut tidak cukup untuk mengimbangi dua gol Norwegia yang dicetak Erling Haaland.
Serangan Haaland menjadi penentu utama. Gol pembuka datang pada menit ke-79 lewat sundulan setelah menerima umpan dari Andreas Schjelderup. Gol kedua terjadi pada menit ke-90+1, ketika Haaland menerima operan sekunder dari Schjelderup, meluncurkan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur di antara kaki Marquinhos dan masuk ke sudut bawah kanan gawang. Kedua gol tersebut menjadikan Haaland pencetak gol terbanyak turnamen dengan tujuh gol, setara dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappé.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Brasil gagal menekan tinggi secara konsisten, mengingat risiko menghadapi kecepatan Haaland dalam situasi satu lawan satu. Ancelotti mengakui bahwa strategi pressing tinggi terlalu berbahaya melawan pemain berkecepatan tinggi seperti Haaland. Pergantian pemain bertujuan memberi kaki segar, namun kurangnya koordinasi antara lini tengah dan depan membuat serangan Brasil tidak efektif.
- Menit 58: Endrick masuk, menggantikan Matheus Cunha.
- Menit 67: Neymar masuk, menggantikan Gabriel Martinelli.
- Menit 79: Haaland mencetak gol pertama lewat sundulan.
- Menit 90+10: Neymar mengeksekusi penalti, menegaskan 1-1.
- Menit 90+1: Haaland mencetak gol kedua, menutup pertandingan 2-1.
Penilaian pemain menunjukkan kekecewaan terhadap penampilan Endrick dan Bruno Guimarães, yang dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan. Di sisi lain, kiper Alisson mendapatkan nilai tertinggi karena sejumlah penyelamatan krusial, sementara bek Marquinhos tampak kewalahan menghadapi serangan Haaland.
Kepergian Brasil dari turnamen menandai kegagalan pertama Carlo Ancelotti di Piala Dunia sejak Italia 1990. Tim asuhan Ancelotti kini harus melakukan evaluasi mendalam mengenai taktik, pilihan pemain, serta kesiapan mental dalam menghadapi tim-tim yang mengandalkan serangan cepat. Sementara itu, Norwegia melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang antara Meksiko atau Inggris, menegaskan bahwa generasi baru pemain Skandinavia siap menantang dominasi tradisional.
Kasus Endrick menjadi pelajaran penting bagi Brasil: bakat muda perlu dibarengi dengan pengalaman dan dukungan taktis yang tepat agar dapat memaksimalkan potensi di panggung internasional.