Drama di Son Moix: Vedat Muriqi Selamatkan Mallorca dari Kekalahan
Blog Berita daikin-diid – 12 Mei 2026 | Pertandingan antara RCD Mallorca dan Villarreal pada pekan ke-35 La Liga menyajikan drama yang tak terlupakan di Son Moix. Kedua tim sama-sama berada di zona pertempuran; Mallorca berjuang keras mengamankan tempat di kelas utama, sementara Villarreal berambisi menancapkan diri di posisi tiga besar. Dari awal, intensitas permainan sangat tinggi, dengan kedua sisi menolak memberi ruang bagi lawan.
Setelah 10 menit pertama, Villarreal membuka keunggulan melalui tendangan penalti yang berhasil diubah Ayoze Pérez menjadi gol. Gol tersebut memberi sinyal bahwa “Submarino Amarillo” tidak akan menyerah begitu saja. Namun, respons Mallorca muncul tak lama kemudian. Vedat Muriqi, penyerang berbakat kelahiran Kosovo, mengeksekusi tendangan jauh dari dalam kotak penalti yang melesat ke sudut atas gawang lawan, mengembalikan hasil menjadi imbang 1-1.
Gol Muriqi menjadi titik balik penting. Penampilan Muriqi yang agresif dan fisik menambah tekanan pada pertahanan Villarreal, yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Sementara itu, pelatih Villarreal, Marcelino García Toral, tetap menekankan strategi bertahan terorganisir dan memanfaatkan peluang lewat serangan balik. Walaupun demikian, mereka tidak mampu menambah gol tambahan meski menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Di sisi lain, kehadiran Lionel Scaloni, pelatih tim nasional Argentina, menambah sorotan pada pertandingan. Scaloni, yang pernah bermain dan melatih tim muda Mallorca, menyaksikan pertandingan langsung di Son Moix. Ia menilai performa Mallorca sebagai bukti tekad tim dalam mempertahankan posisi mereka di Liga, sekaligus mengamati pemain-pemain yang berpotensi menjadi lawan di Piala Dunia 2026.
Berikut ini ringkasan statistik utama pertandingan:
- Skor akhir: Mallorca 1 – 1 Villarreal
- Gol: Ayoze Pérez (Villarreal, penalti), Vedat Muriqi (Mallorca)
- Penguasaan bola: Villarreal 54%, Mallorca 46%
- Tembakan ke gawang: Villarreal 8, Mallorca 6
- Kartu kuning: 4 (dua untuk masing-masing tim)
Hasil imbang ini memiliki implikasi penting pada klasemen. Mallorca tetap berada di posisi ke-15 dengan 39 poin, hanya selisih dua poin dari zona degradasi. Sementara itu, Villarreal tetap menancapkan diri di posisi ketiga dengan 71 poin, menjaga jarak enam poin dari Atletico Madrid yang berada di posisi empat.
Ke depan, Mallorca harus menghadapi tiga laga terakhir: melawan Getafe, Levante, dan Real Oviedo. Pertarungan ini akan menentukan apakah mereka mampu mengamankan tempat di La Liga musim depan. Di sisi lain, Villarreal akan melanjutkan penampilan mereka melawan Sevilla, sebuah pertandingan yang dapat memperkuat posisi mereka di papan atas jika berhasil mempertahankan performa tak terkalahkan mereka selama lima pertandingan terakhir.
Selain aspek taktis, beberapa pemain penting absen karena cedera. Mallorca kehilangan Jan Salas, Mateo Joseph, dan Antonio Raillo, serta Samu Costa yang diskors karena akumulasi kartu kuning. Villarreal harus beroperasi tanpa Juan Foyth dan Pau Cabanes, yang keduanya dirawat di sisi medis.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan karakter kedua tim. Mallorca menunjukkan keberanian untuk melawan tim yang lebih kuat, sedangkan Villarreal memperlihatkan ketangguhan mental dalam menjaga hasil imbang di luar kandang. Kedua tim kini menatap sisa musim dengan harapan masing-masing: Mallorca berjuang menghindari degradasi, sementara Villarreal menargetkan posisi podium akhir.
Dengan hanya tiga pekan tersisa, setiap poin menjadi krusial. Bagi Mallorca, satu titik tambahan dapat menjadi perbedaan antara tetap di La Liga atau terjun ke Segunda División. Bagi Villarreal, konsistensi hasil positif akan memastikan mereka mengamankan tempat di zona Liga Champions atau setidaknya UEFA Europa League pada musim berikutnya.