Dominik Livaković Jadi Penyelamat Croatia di Panggung Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 03 Juli 2026 | Dominik Livaković kembali menegaskan posisinya sebagai pilar utama lini pertahanan Kroasia pada Piala Dunia FIFA 2026. Kiper berusia 30 tahun tersebut tampil gemilang dalam dua laga krusial, yakni pertandingan melawan Portugal di babak 32 besar dan melawan Brasil di perempat final. Penampilannya tidak hanya menyelamatkan tim dari kekalahan, melainkan juga menambah catatan historis dalam karier internasionalnya.
Di Toronto, Kroasia bertemu Portugal pada 4 Juli 2026. Meskipun Portugal menguasai penguasaan bola dan menciptakan peluang lebih banyak, Livaković menahan serangan-serangan berbahaya. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan keras Cristiano Ronaldo yang kemudian beralih menjadi gol penalti di menit ke‑81. Pada menit ke‑81, Ronaldo berhasil mengeksekusi penalti dengan tepat, menyamakan kedudukan 1‑1. Namun, Livaković tetap tenang menghadapi fase adu penalti, meski pada pertandingan tersebut Kroasia kalah lewat tendangan sudut.
Keberanian Livaković semakin menonjol pada laga perempat final melawan Brasil yang digelar di Boston Stadium pada 20 Agustus 2026. Brasil menguasai permainan dengan mengirimkan serangan demi serangan, namun kiper Kroasia menahan gempuran tersebut dengan total sebelas penyelamatan. Penyelamatan demi penyelamatan tersebut meliputi:
- Tembakan jauh dari Neymar yang meleset tepat di tiang gawang.
- Satu demi satu dengan Vinícius Júnior yang mengirimkan bola ke sudut kanan atas, namun Livaković berhasil menggapai bola dengan jari kakinya.
- Penjagaan ketat atas peluang dari Rodrygo, yang berakhir dengan tendangan penalti yang diblokir Livaković.
Meski Brasil tampil lebih dominan, Kroasia tetap bertahan berkat performa Livaković. Pada menit ke‑77, Neymar mencetak gol di babak perpanjangan waktu pertama, membuka keunggulan Brasil 1‑0. Namun, Kroasia berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Bruno Petković pada menit ke‑118, setelah bola memantul dari kaki Marquinhos. Kedua tim kemudian melanjutkan ke adu penalti.
Di babak adu penalti, Livaković kembali menjadi penentu. Ia menepis tendangan penalti Rodrygo, kemudian Marquinhos menamparkan bola ke tiang gawang, menambah tekanan pada Brasil. Kroasia mengeksekusi empat penalti tanpa kesalahan, sementara Brasil gagal mencetak satu dari lima kesempatan. Hasil akhir memperlihatkan Kroasia melaju ke semifinal berkat aksi gemilang Livaković yang menyelamatkan timnya sebanyak dua kali dalam satu turnamen.
Statistik menonjol Livaković selama Piala Dunia 2026 mencakup 26 penampilan, menjadikannya menempati posisi kedua terbanyak dalam sejarah turnamen, hanya di belakang Lionel Messi. Selain jumlah penampilan, ia mencatat rata‑rata penyelamatan per laga sebesar 3,4, angka yang berada di atas rata‑rata kiper lain di turnamen ini. Kiper ini juga berhasil mencatat satu clean sheet pada fase grup, dan dua penyelamatan krusial pada fase knockout.
Keberhasilan Livaković tidak lepas dari pengalaman luasnya di level klub bersama Dinamo Zagreb serta pengalaman internasional yang matang. Pelatih tim nasional Kroasia, Zlatko Dalić, memuji ketenangan dan keberanian sang kiper, menyatakan bahwa “Livaković adalah contoh dedikasi dan profesionalisme. Ia memberikan rasa aman bagi lini belakang, memungkinkan kami bermain lebih agresif.”
Penampilan gemilang Livaković pada Piala Dunia 2026 menegaskan peran penting seorang kiper dalam sepak bola modern. Dengan kemampuan refleks tinggi, posisi yang tepat, dan mentalitas yang tak tergoyahkan, ia berhasil menahan tekanan dari dua negara futbol besar sekaligus. Bagi Kroasia, keberadaan Livaković menjadi aset tak ternilai, dan bagi para penggemar, ia kembali menjadi pahlawan yang layak mendapat sorotan.