Brahim Diaz Pecahkan Rekor Assist Afrika, Maroko Hancurkan Kanada 3-0 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 05 Juli 2026 | Maroko mencatatkan kemenangan gemilang 3-0 atas tuan rumah Kanada pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung dini hari tanggal 5 Juli 2026. Kemenangan tersebut tidak hanya mengamankan tiket ke perempat final, melainkan juga menjadi panggung bagi gelandang serang Real Madrid, Brahim Díaz, yang berhasil memecahkan rekor assist pemain Afrika dalam sejarah turnamen dunia.
Pertandingan dimulai dengan tempo yang ketat. Kedua tim berusaha mengendalikan tengah lapangan, namun belum ada gol yang tercipta hingga akhir babak pertama. Maroko harus kehilangan pemain muda Ismael Saibari karena cedera, namun strategi asuhan Mohamed Ouahbi tetap menekankan permainan menyerang melalui kreativitas Díaz. Setelah jeda, Díaz menyalurkan dua umpan krusial yang masing‑masing berujung pada gol kedua dan ketiga Maroko.
Assist pertama datang ketika Díaz membuka ruang di dalam kotak penalti dan mengirimkan bola tepat ke kaki Azzedine Ounahi. Ounahi memanfaatkan peluang tersebut untuk menambah keunggulan Maroko menjadi 2-0. Tak lama setelahnya, Díaz kembali menunjukkan visi bermainnya dengan mengoper bola kepada Soufiane Rahimi. Rahimi menutup pertandingan dengan gol ketiga, mengukuhkan kemenangan 3-0.
Dengan dua assist pada laga ini, Díaz menambah totalnya menjadi empat assist dalam lima pertandingan Piala Dunia 2026. Statistik tersebut menjadikannya pemain Afrika dengan catatan assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Rekor sebelumnya dipegang bersama oleh Asamoah Gyan (Ghana) dan Tahar El‑Khalej (Maroko) yang masing‑masing mencatat tiga assist. Selain mencetak rekor jumlah assist, Díaz juga menempatkan dirinya sebagai pemain Afrika kedua yang berhasil mencatat tiga assist dalam satu edisi Piala Dunia, menyamai pencapaian El‑Khalej pada Piala Dunia 1998.
Prestasi ini menambah reputasi Díaz sebagai motor serangan Maroko. Sejak memutuskan beralih representasi ke timnas Maroko pada Maret 2024, ia telah menjadi figur kunci dalam lini kreatif. Selama fase grup, Díaz memberikan assist untuk gol Ismael Saibari melawan Brasil (1-1) dan gol penentu kemenangan atas Skotlandia (1-0). Konsistensi tersebut memperkuat posisi Maroko sebagai tim yang tidak hanya mengandalkan pertahanan disiplin, tetapi juga memiliki daya serang yang tajam.
Keberhasilan Maroko melaju ke babak perempat final akan mempertemukannya dengan pemenang antara Paraguay dan Prancis di Gillette Stadium pada 9 Juli 2026. Dengan empat assist, Díaz kini berada di posisi kedua dalam daftar pencetak assist terbanyak turnamen, hanya di belakang Michael Olise (Prancis) yang mencatat lima assist dalam empat pertandingan.
“Ini mimpi bisa merasakan atmosfer Piala Dunia, mencapai perempat final, dan membantu tim melalui apa yang saya lakukan. Namun yang paling penting adalah kami berada di perempat final,” ujar Díaz dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia menekankan pentingnya mentalitas tim yang bangkit setelah babak pertama yang sulit melawan Kanada.
Rekor assist Díaz tidak hanya menambah catatan pribadi, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi seluruh skuad Maroko. Keberhasilan mencetak dua gol terakhir melalui umpan-umpan cerdas menunjukkan bahwa kreativitas di lini tengah mampu membuka ruang bagi penyerang. Jika Maroko dapat mempertahankan pola permainan ini, peluang untuk melaju hingga semifinal atau bahkan final menjadi semakin realistis.
Secara keseluruhan, penampilan Brahim Díaz pada Piala Dunia 2026 menegaskan peran penting pemain Afrika di panggung global. Dengan empat assist, ia tidak hanya memecahkan rekor historis, tetapi juga memberi contoh bagi generasi pemain muda Afrika untuk mengembangkan kreativitas dan visi permainan di level tertinggi. Penampilan impresif ini diharapkan dapat menginspirasi tim Maroko untuk terus menembus batas, mengukir sejarah baru, dan memperkuat citra sepak bola Afrika di dunia.