BP Terperosok dalam Drama Dewan yang Memanas dan Kontroversi Kegagalan Keselamatan Offshore
Blog Berita daikin-diid – 31 Mei 2026 | British multinational oil and gas giant BP kembali menjadi sorotan dunia setelah serangkaian insiden internal dan eksternal mengungkapkan ketegangan yang memuncak di tingkat kepemimpinan. Pada awal tahun ini, mantan ketua dewan Albert Manifold secara mendadak diberhentikan, menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar tata kelola, pengawasan, dan etika dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, laporan ilmiah independen mengkritik BP dan kontraktornya karena mengabaikan tanda peringatan pada sumur lepas pantai Gulf of Mexico yang berujung pada ledakan dahsyat.
Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip oleh Reuters, Manifold berseteru dengan direktur baru Simon Henry terkait proses negosiasi sebuah kesepakatan potensial. Manifold menuduh Henry melampaui wewenangnya dan menutup komunikasi dengan anggota dewan lainnya, sedangkan Henry membantah tuduhan tersebut dan menilai Manifold melakukan distorsi fakta. Konflik ini tidak terjadi dalam ruang hampa; sebelumnya, Manifold juga pernah berselisih dengan CEO Murray Auchincloss, menandai pola perselisihan yang menggerogoti stabilitas manajemen BP.
Penghentian Manifold dilakukan tanpa peringatan resmi, memicu tuduhan bahwa proses pemecatan tidak transparan dan melanggar prinsip-prinsip tata kelola perusahaan. Manifold menegaskan bahwa ia tidak diberi kesempatan untuk memperbaiki perilakunya, sekaligus membantah segala tuduhan mengenai standar etikanya. BP belum memberikan komentar resmi terkait peristiwa ini, sementara upaya verifikasi oleh Reuters masih dalam tahap awal.
Di sisi lain, sebuah panel ilmiah independen yang terdiri dari insinyur dan ahli kelautan mengeluarkan laporan kritis tentang respons BP terhadap peringatan keselamatan pada sumur lepas pantai yang meletus pada 2010. Panel tersebut menilai BP dan kontraktornya gagal mengenali risiko penting, mengabaikan hasil uji tekanan kritis, dan tidak memiliki sistem penimbang risiko yang memadai antara keamanan dan biaya. Penilaian ini menambah beban kritik yang telah dialami BP sejak kejadian tersebut, meski komisi penyelidikan presiden sebelumnya tidak menemukan bukti bahwa keputusan diambil semata-mata demi menghemat biaya.
Laporan akademik tersebut menyoroti bahwa keputusan yang diambil oleh BP dalam beberapa hari menjelang ledakan dapat dibandingkan dengan praktik yang tidak dapat diterima dalam industri nuklir atau penerbangan. Donald Winter, ketua panel, menekankan perlunya otoritas teknis independen yang dapat memberikan cek dan keseimbangan serupa dengan yang digunakan dalam bidang submersibel dan nuklir. Sementara BP menegaskan bahwa investigasi internal mereka menyebarkan tanggung jawab kepada mitra operasional, kritik eksternal tetap menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi.
Berbagai lembaga pemerintahan Amerika Serikat, termasuk Coast Guard, Departemen Kehakiman, dan Kongres, masih melanjutkan penyelidikan terhadap penyebab kebocoran minyak terbesar dalam sejarah lepas pantai AS. Temuan-temuan utama yang konsisten meliputi kesalahan interpretasi tes tekanan, kegagalan semen penutup sumur, serta ketidakefektifan blowout preventer. Perbedaan penekanan antara panel-panel penyelidikan menimbulkan pertanyaan mengenai objektivitas dan agenda masing-masing lembaga.
- Konflik internal: Albert Manifold vs. Simon Henry serta ketegangan dengan mantan CEO Murray Auchincloss.
- Penghentian tanpa peringatan menimbulkan tuduhan pelanggaran tata kelola.
- Laporan panel ilmiah: kegagalan mengidentifikasi risiko kritis pada sumur lepas pantai.
- Perbandingan keputusan BP dengan standar industri nuklir dan penerbangan.
- Seruan untuk otoritas teknis independen guna memperkuat pengawasan keselamatan.
Kesimpulannya, BP berada pada persimpangan penting antara memperbaiki dinamika internal yang bergejolak dan memperkuat budaya keselamatan operasionalnya. Sementara pertarungan di ruang dewan mencerminkan tantangan kepemimpinan, kritik eksternal mengenai kegagalan teknis menuntut reformasi mendalam dalam manajemen risiko. Ke depan, tekanan dari regulator, pemegang saham, dan publik akan menuntut BP tidak hanya memperbaiki citra, tetapi juga menegakkan standar keselamatan yang setara dengan sektor-sektor dengan risiko tinggi seperti nuklir dan penerbangan.