Belgium Hancurkan Tunisia 5-0, Tanda Kesiapan Menggugah Harapan Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 08 Juni 2026 | Dalam rangka persiapan terakhir menjelang Piala Dunia 2026, timnas Belgia menorehkan kemenangan telak 5-0 melawan Tunisia di sebuah laga persahabatan yang diselenggarakan di Brussels. Hasil ini tidak hanya menambah catatan tak terkalahkan Belgia dalam empat laga uji coba—tiga kemenangan dan satu hasil imbang—tetapi juga menegaskan kedalaman skuad serta niat kuat sang Red Devils untuk bersaing di grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru.
Pukulan pertama datang pada menit ke-28 lewat gol Leandro Trossard, bintang Arsenal yang memanfaatkan umpan terobosan Jeremy Doku. Trossard menepis bola dengan tegas ke gawang 10 pemain Tunisia, sekaligus menandai dimulainya serangan beruntun Belanda. Di babak kedua, Charles De Ketelaere menambah keunggulan pada menit ke-53, menunjukkan bahwa generasi muda Belgia siap mengisi peran penting bila para pemain senior beristirahat.
Kevin De Bruyne, kapten tim sekaligus pengatur serangan, memperkuat keunggulan pada menit ke-? (penyerangannya tercatat sebagai gol ke-37 internasionalnya). Golnya menegaskan kelas dunia gelandang tengah ini, sekaligus memberi sinyal kepada lawan bahwa Belgia tidak akan mengendurkan tempo meski perbedaan skor sudah lebar. Penutup skor datang dari dua pemain pengganti: Dodi Lukebakio dan Nicolas Raskin, yang masing-masing mencetak pada menit ke-85 dan 87, menutup pertandingan dengan sorotan akhir yang menambah moral tim.
Penampilan agresif Belgia juga dipengaruhi oleh situasi disiplin di pihak Tunisia. Bek tengah Ismael Gharbi menerima kartu merah kedua setelah pelanggaran berulang, memaksa pelatih Tunisia bermain dengan sepuluh orang hingga akhir laga. Kondisi ini memberikan ruang lebih bagi serangan Belgia untuk mengeksploitasi sisi sayap dan menekan lini pertahanan lawan yang kelelahan.
Di sisi lain, bagi Tunisia, kekalahan ini menjadi pelajaran penting menjelang fase grup Piala Dunia, yang akan mempertemukan mereka dengan Belanda, Jepang, dan Swedia. Pelatih Tunisia menekankan perlunya perbaikan pada pertahanan kolektif serta kebijakan taktis dalam menghadapi tim-tim yang mengandalkan kecepatan dan kreativitas individu. Meski hasilnya pahit, pengalaman melawan tim dengan kualitas menyerang tinggi seperti Belgia diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mental dan taktik tim.
- Gol Trossard (28′)
- Gol De Ketelaere (53′)
- Gol De Bruyne (37′)
- Gol Lukebakio (85′)
- Gol Raskin (87′)
Berita ini juga mendapat sorotan media internasional. Sejumlah outlet melaporkan bahwa kemenangan ini memperkuat kepercayaan diri Belgia menjelang turnamen utama, sekaligus menegaskan bahwa skuad yang dipimpin oleh Roberto Martinez memiliki keseimbangan antara pemain veteran dan talenta muda. Dalam laporan lain, disebutkan bahwa penampilan Raskin, meskipun hanya 13 menit masuk, mencatatkan kontribusi penting dan menambah popularitasnya di media sosial, terutama setelah disebutkan dalam artikel satir yang memanfaatkan momentum kemenangan tersebut.
Persiapan Belgia tidak hanya terbatas pada satu laga. Di hari yang sama, Jerman juga berhasil mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat dalam laga persahabatan yang ketat, menambah catatan kemenangan beruntun mereka menjelang Piala Dunia. Kombinasi hasil positif ini menggambarkan tren peningkatan performa tim-tim Eropa menjelang kompetisi terbesar sepakbola dunia.
Secara keseluruhan, kemenangan 5-0 melawan Tunisia menegaskan bahwa Belgia kembali menemukan ritme menyerang yang tajam dan pertahanan yang solid. Dengan skuad yang memiliki kedalaman kualitas, harapan besar ditempatkan pada tim ini untuk melaju jauh di Piala Dunia 2026. Bagi Tunisia, meski harus menelan kekalahan besar, pertandingan ini menjadi batu loncatan untuk meninjau kembali strategi dan mengasah kemampuan pemain menjelang tantangan internasional selanjutnya.