Garuda Muda Raih Posisi Ketiga dengan Kemenangan Tipis atas Kamboja di Piala AFF U-19 2026
Blog Berita daikin-diid – 14 Juni 2026 | Sabtu, 13 Juni 2026 menjadi hari yang menegangkan bagi Timnas Indonesia U-19 ketika menghadapi Kamboja U-19 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-19 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, berlangsung sejak pukul 16.00 WIB dan disaksikan langsung oleh ribuan pendukung di tribun serta jutaan penonton melalui layanan streaming resmi Vidio serta siaran televisi Indosiar dan SCTV.
Setelah tersingkir dari semifinal oleh Australia dengan skor 0-1, Garuda Muda masuk ke laga ini dengan tekad kuat untuk menutup turnamen dengan catatan positif. Pelatih Nova Arianto menurunkan skuad utama yang menampilkan kombinasi pemain keturunan, Mathew Baker yang mengisi posisi bek kanan serta Timothy Baker yang berperan di lini tengah. Kedua pemain tersebut memberikan keseimbangan taktis yang penting bagi tim.
Di babak pertama, Indonesia langsung menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Pada menit ke‑2, Reno Salampessy melancarkan sundulan yang masih belum cukup kuat untuk menembus gawang Kamboja yang dijaga oleh kiper Samnang Sambath. Nazriel Alvaro, kapten tim, hampir membuka keunggulan lewat tembakan keras yang membentur mistar. Meski tekanan terus meningkat, kedua tim tetap belum mampu memecah kebuntuan hingga jeda pertama berakhir dengan skor 0‑0.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Indonesia meningkat. Irpan Siregar dan Isfandyar Abdillah berulang kali menciptakan peluang dari sisi kanan, namun penyelesaian akhir belum berhasil. Pada menit ke‑62, peluang emas muncul dari tendangan sudut yang dieksekusi Isfandyar. Bola meluncur ke dalam kotak penalti dan berhasil disambut oleh Muhammad Algazani yang mengeksekusi sundulan keras, tak dapat dihentikan oleh kiper Kamboja. Gol tersebut mengantarkan Indonesia unggul 1‑0.
Setelah gol tercipta, Indonesia tetap berupaya menambah keunggulan. Irpan Siregar hampir memperluas selisih pada menit ke‑77, namun tendangannya dinyatakan offside oleh wasit. Kamboja, yang bermain tanpa beban, mencoba bangkit dengan serangan cepat dan lemparan jauh, namun pertahanan Garuda Muda tetap solid. Pada menit ke‑89, kiper Dafa Al Gasemi melakukan penyelamatan krusial melawan serangan Kryya Ly, memastikan keunggulan satu gol tetap bertahan hingga peluit akhir.
Berikut susunan pemain Indonesia U-19 pada pertandingan tersebut:
- Dafa Al Gasemi (kiper)
- Nazriel Alfaro Syahdan (bek kiri, kapten)
- Muhammad Rafa Raditya (bek tengah)
- Muhammad Ibrah Ardiansyah (bek tengah)
- Mathew Baker (bek kanan)
- Evandra Florasta (gelandang bertahan)
- Reno Salampessy (gelandang tengah)
- Zinadein Zidan (gelandang serang)
- Amar Rayhan Brkic (sayap kiri)
- Timothy Baker (sayap kanan)
- Irpan Siregar (penyerang utama)
Di pihak Kamboja, meski tidak berhasil menambah gol, tim menunjukkan perkembangan signifikan selama turnamen, menjadi tim pertama yang berhasil menembus semifinal Piala AFF U-19. Kemenangan tipis 1‑0 ini menambah koleksi prestasi Indonesia pada ajang tersebut, mengangkat Garuda Muda ke podium ketiga setelah sebelumnya menempati peringkat ketiga pada edisi-edisi sebelumnya.
Kemenangan ini tidak hanya menambah kebanggaan bagi suporter Indonesia, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi generasi muda yang akan melanjutkan perjuangan di level senior. Pelatih Nova Arianto menyatakan kepuasannya atas performa tim, sambil menekankan pentingnya konsistensi dan kerja keras untuk kompetisi selanjutnya. “Kami berhasil mengatasi kekecewaan semifinal dan menunjukkan karakter juara. Ini adalah pelajaran berharga bagi pemain muda kami,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Dengan hasil ini, Indonesia mengamankan posisi ketiga di Piala AFF U-19 2026, sementara Kamboja menempati peringkat keempat. Kedua tim akan kembali ke negara masing-masing dengan pengalaman berharga yang dapat dijadikan fondasi bagi perkembangan sepak bola junior di Asia Tenggara.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan bahwa kompetisi tingkat usia muda semakin kompetitif dan memberikan panggung bagi bakat-bakat baru untuk bersinar. Garuda Muda kini dapat menatap masa depan dengan optimisme, mengingat pencapaian ini sebagai batu loncatan menuju prestasi lebih besar di level senior.