Ante Budimir Bawa Croatia Menang di Panggung Dunia: Dari Gol Penentu di Panama hingga Penampilan Kunci Lawan Ghana
Blog Berita daikin-diid – 28 Juni 2026 | Penyerang berbadan kuat asal Kroasia, Ante Budimir, kembali menjadi sorotan utama dalam fase akhir Grup L Piala Dunia FIFA 2026. Setelah mencetak gol tunggal yang mengamankan kemenangan 1-0 atas Panama pada pertandingan kedua, Budimir kini menduduki posisi starter penuh melawan Ghana di Lincoln Financial Field, Philadelphia. Penampilannya tidak hanya menambah opsi serangan bagi pelatih Zlatko Dalic, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam upaya Vatreni mengamankan tiket babak knockout.
Turnamen dimulai dengan hasil kurang memuaskan bagi Kroasia, yang harus menelan kekalahan 4-2 dari Inggris. Namun, tim asuhan Dalic bangkit pada laga ketiga melawan Panama. Pada menit ke-54, setelah serangkaian serangan terorganisir, Budimir berhasil menempatkan bola ke dalam jaring, memanfaatkan umpan silang dari Mateo Kovačić. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan, memastikan Kroasia mengumpulkan tiga poin penting dan menempatkan mereka di posisi ketiga grup dengan peluang besar melaju sebagai tim runner‑up atau salah satu tim ketiga terbaik.
Keberhasilan ini mendorong Dalic untuk melakukan tiga perubahan krusial pada susunan pemain melawan Ghana. Josko Gvardiol dikeluarkan, sementara Nikola Vladić dan Petar Sucić dipilih masuk bersama Budimir yang kembali menjadi ujung tombak. Perubahan tersebut mencerminkan kepercayaan pelatih terhadap kemampuan fisik dan kehadiran ruang penalti Budimir, terutama setelah penampilannya yang mengesankan melawan Panama.
Ghana, yang sudah mengamankan tempat di babak selanjutnya, juga melakukan tiga perubahan, termasuk menurunkan Kamaldeen Sulemana ke lini serang dan menambahkan Derrick Luckassen di lini belakang. Kedua tim masuk ke pertandingan dengan strategi yang berbeda: Kroasia membutuhkan kemenangan untuk menjamin posisi kedua, sementara Ghana dapat bermain lebih santai namun tetap berambisi menempati posisi tiga.
Pertandingan berlangsung sengit. Kroasia membuka keunggulan pada menit ke-31 lewat gol Petar Sucić yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Ghana. Namun, Ghana berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang diverifikasi VAR pada babak kedua, mengembalikan ketegangan pada kedua tim. Pada menit ke-70, Nikola Vladić memberikan umpan silang tajam yang berhasil diubah menjadi gol kemenangan oleh Luka Modrić, menambah keunggulan 2-1 untuk Kroasia. Meskipun Ghana terus menyerang, pertahanan Kroasia, dipimpin oleh Dominik Livaković di bawah mistar, berhasil menahan serangan akhir lawan.
Keberhasilan Budimir dalam menjadi starter pada laga penting ini bukan tanpa latar belakang. Selama kariernya, Budimir pernah bermain di liga-liga top Eropa, termasuk Serie A dan Bundesliga, sebelum bergabung dengan tim nasional pada 2017. Keahliannya dalam mengontrol bola di daerah penalti dan kemampuan fisik untuk menahan bek lawan menjadikannya pilihan tepat dalam skema 4-2-3-1 yang diterapkan Dalic. Di samping Budimir, lini tengah Kroasia tetap dipadukan antara Luka Modrić, yang diperkirakan akan mengakhiri karier internasionalnya pada turnamen ini, dan Mateo Kovačić, memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kontrol tempo permainan.
Hasil akhir 2-1 untuk Kroasia membawa mereka naik ke posisi kedua Grup L, menyusul kemenangan Inggris 2-0 atas Panama. Dengan dua poin tambahan, Vatreni kini berada dalam posisi yang menguntungkan untuk melaju ke babak 16 besar, baik sebagai runner‑up grup atau sebagai salah satu tim ketiga terbaik. Bagi Ghana, meski kalah, mereka tetap melaju berkat posisi tiga yang sudah pasti, sementara Skotlandia yang berada di posisi akhir terpaksa tersingkir.
Penampilan Budimir menegaskan perannya sebagai penyerang penentu dalam skenario kritis. Golnya melawan Panama tidak hanya mengangkat moral tim, tetapi juga membuka peluang taktis bagi Dalic untuk menambah variasi serangan. Di sisi lain, kehadirannya di lini depan melawan Ghana menunjukkan fleksibilitas taktik Kroasia, yang mampu beralih dari permainan mengandalkan serangan sayap ke serangan terpusat pada titik pivot di depan kotak penalti.
Dengan babak knockout menanti, Kroasia akan mengandalkan pengalaman pemain veteran seperti Modrić dan Perišić, serta energi dan ketajaman Budimir di depan gawang. Jika mereka dapat mempertahankan konsistensi dan memanfaatkan setiap peluang, Vatreni berpotensi melanjutkan tradisi baik sejak 2018, ketika mereka mencapai final. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, kisah kebangkitan Budimir menjadi contoh bagaimana ketekunan dan adaptasi taktik dapat menghasilkan hasil positif di panggung dunia.