Drama 2-2 antara Persebaya vs PSIS: Tavares Uji Coba Skuad, Sabda Cetak Dua Gol Penyelamat
Blog Berita daikin-diid – 21 Juli 2026 | Stadion Gelora Bung Tomo menjadi saksi pertarungan pramusim yang menegangkan pada Minggu, 19 Juli 2026, ketika Persebaya Surabaya menjamu PSPS Semarang dalam rangkaian 99th Anniversary Game. Kedua tim berakhir imbang 2-2, namun pertandingan ini lebih dari sekadar hasil; ia menjadi arena evaluasi taktik dan kebugaran menjelang Super League dan Liga 2 musim depan.
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, memanfaatkan laga ini untuk mengamati respons pemain di bawah tekanan penonton Bonek yang memenuhi tribun. Ia menegaskan bahwa fokus utama bukan pada poin, melainkan pada proses pembentukan pola permainan. Rotasi pemain menjadi kebijakan utama, dengan banyak anggota skuad mendapatkan menit bermain yang cukup lama untuk menilai adaptasi taktik baru.
Pembukaan laga dimulai dengan serangan agresif dari Persebaya. Francisco Rivera, yang menempati posisi sayap kiri, terus mengirimkan umpan terobosan ke arah Dicky Kurniawan dan Alex Martins. Tekanan tersebut berbuah pada menit ke-35, saat Alex Martins menanduk bola hasil tendangan pojok dan menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-0. Gol ini menandai debut gol pertama sang penyerang Brasil di jersey Persebaya.
Kurang lebih tujuh menit kemudian, pada menit ke-52, Yan Mabella menambah keunggulan dengan satu tembakan terarah yang melewati kiper PSIS, Rizky Darmawan. Pada titik ini, Green Force tampak menguasai alur permainan, dan ekspektasi kemenangan mulai mengemuka di antara suporter.
Namun, PSIS Semarang tidak tinggal diam. Winger baru Lorensius Amanat Sabda, yang sebelumnya bermain untuk Persiba Balikpapan, menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia mencetak gol penyama pada menit ke-74 setelah memanfaatkan ruang di sisi kiri dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Tidak puas, Sabda kembali menambah keunggulan tim tamu pada menit ke-84, saat ia mengeksekusi serangan balik cepat dan menembus pertahanan Persebaya yang mulai lengah.
Gol-gol Sabda menjadi bukti bahwa pemain baru dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu singkat. Dengan usia 26 tahun, Sabda dikenal fleksibel, dapat bermain sebagai sayap kiri maupun bek kiri, serta mengandalkan kaki kanan dominan. Penampilannya di laga ini dipandang sebagai sinyal positif bagi PSIS dalam persiapan Liga 2 2026/2027.
Di luar statistik gol, Tavares menyoroti beberapa aspek teknis yang perlu diperbaiki. Lini belakang Persebaya, khususnya pasangan bek tengah, tampak kebingungan saat menghadapi serangan cepat PSIS pada fase akhir. Kesalahan posisi dan kurangnya koordinasi menjadi penyebab kebobolan ganda dalam dua menit terakhir. Pelatih menegaskan bahwa sesi video analisis akan menjadi prioritas sebelum melanjutkan agenda pramusim, termasuk partisipasi di Piala Presiden 2026.
Atmosfer penonton menambah intensitas pertandingan. Bonek dan Bonita memberikan dukungan penuh, menciptakan gelombang sorakan yang menggetarkan stadion. Selain aksi utama, acara pendukung seperti pertandingan anak‑anak (bonek cilik) dan pemutaran video tribute kepada Andy Peci menambah nilai kebersamaan dalam rangkaian anniversary.
Secara taktis, pertandingan ini menampilkan penerapan teknologi VALD Performance yang dipasang oleh staf Tavares. Data kecepatan, jarak tempuh, dan beban kerja pemain direkam secara real‑time, memberikan gambaran objektif tentang kondisi fisik masing‑masing. Informasi ini akan menjadi acuan dalam menentukan beban latihan selanjutnya.
Ke depannya, Persebaya akan melanjutkan serangkaian laga persiapan, termasuk turnamen Piala Presiden, sebelum memasuki kompetisi Super League resmi. Sementara PSIS akan kembali ke Liga 2, menargetkan perbaikan pertahanan dan konsistensi serangan. Kedua tim menyadari bahwa pertandingan ini hanyalah langkah awal dalam proses panjang menyiapkan skuad yang kompetitif.
Kesimpulannya, imbang 2-2 antara Persebaya dan PSIS bukan sekadar catatan skor; ia memberikan gambaran jelas tentang kekuatan dan kelemahan masing‑masing tim. Tavares memperoleh bahan evaluasi penting, terutama pada lini belakang, sementara Sabda menegaskan dirinya sebagai aset berharga bagi PSIS. Pertandingan ini menegaskan pentingnya fase pramusim sebagai laboratorium taktik, kebugaran, dan mentalitas pemain menjelang musim kompetitif yang menantang.