Harga Emas Naik Tipis di Seluruh Indonesia pada 11 Juli 2026: Antam Capai Rp2,655 Ribu per Gram
Blog Berita daikin-diid – 11 Juli 2026 | Pasar logam mulia Indonesia mencatat pergerakan naik tipis pada Sabtu, 11 Juli 2026. Harga emas Antam (PT Aneka Tambang Tbk) di beberapa kota utama, termasuk Palembang dan Surabaya, mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Harga jual kembali (buyback) juga naik, dengan selisih Rp10.000 per gram di Palembang. Kenaikan ini terjadi meskipun harga emas dunia menunjukkan pelemahan pada sesi perdagangan Jumat, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kebijakan moneter ketat Federal Reserve.
Berikut rangkuman harga emas Antam per gram di tiga lokasi utama pada 11 Juli 2026:
| Kota | Harga Jual (Rp/gram) | Harga Buyback (Rp/gram) |
|---|---|---|
| Palembang | 2.655.000 | 2.415.000 |
| Surabaya | 2.655.000 | 2.415.000 |
| Jakarta (Pegadaian) | 2.756.000 | — |
Data harga di atas diambil dari laman resmi Logam Mulia dan Pegadaian. Harga yang tercantum belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25% untuk penjualan emas batangan, serta potensi PPh Pasal 22 yang dikenakan pada transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta. Bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif PPh 22 untuk penjualan kembali emas adalah 1,5%, sedangkan non‑NPWP dikenai 3%.
Penurunan harga emas dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, memberikan tekanan pada sentimen pasar domestik. Harga spot emas dunia turun 0,2% menjadi USD4.114,45 per troy ons, sementara kontrak berjangka melemah 0,5% menjadi USD4.122,47 per troy ons. Penurunan mingguan diperkirakan mencapai 1,6% secara keseluruhan. Faktor utama yang memengaruhi pergerakan ini adalah kenaikan harga minyak mentah serta eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran, yang memicu kekhawatiran inflasi dan kemungkinan kebijakan moneter lebih ketat dari The Fed.
Ketegangan geopolitik tersebut memicu spekulasi pasar logam mulia sebagai safe‑haven, namun pada saat yang sama, tekanan inflasi yang diproyeksikan dapat membuat investor menahan posisi emas, menunggu kebijakan suku bunga yang lebih stabil. Presiden AS pada saat itu, Donald Trump, mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, meski kemudian ada laporan Iran mengajukan kembali negosiasi. Upaya mediasi oleh Oman dan Pakistan menambah dinamika politik yang memengaruhi pasar komoditas global.
Di tingkat domestik, para investor dan pedagang emas di Indonesia terus memantau fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan nilai tukar rupiah dapat menurunkan harga emas dalam rupiah, sementara depresiasi rupiah cenderung meningkatkan harga emas lokal. Oleh karena itu, perubahan nilai tukar menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan beli atau jual emas pada hari-hari berikutnya.
Berbagai butik emas Antam di seluruh negeri, termasuk di Palembang, Surabaya, dan Jakarta, melaporkan peningkatan permintaan pada gramasi kecil (0,5‑1 gram) dari kalangan detikers yang menganggap emas sebagai instrumen lindung nilai jangka pendek. Harga emas batangan dengan gramasi lebih besar, seperti 10 gram hingga 100 gram, juga mengalami kenaikan serupa, meskipun selisihnya lebih kecil dalam persentase karena nilai dasar yang lebih tinggi.
Berikut contoh harga emas Antam dengan pajak PPh 0,25% yang sudah termasuk:
- 0,5 gram: Rp 1.380.944
- 1 gram: Rp 2.661.638
- 5 gram: Rp 13.546.000
- 10 gram: Rp 27.035.000
- 50 gram: Rp 134.831.000
Secara keseluruhan, kenaikan tipis pada 11 Juli 2026 mencerminkan keseimbangan antara tekanan global yang menurunkan harga emas dunia dan dinamika pasar domestik yang tetap kuat. Bagi investor, penting untuk terus memantau harga spot internasional, nilai tukar rupiah, serta kebijakan fiskal terkait pajak emas. Dengan informasi yang akurat dan terkini, keputusan beli atau jual dapat dioptimalkan untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.
Kesimpulannya, harga emas Antam di Indonesia pada 11 Juli 2026 naik menjadi Rp2.655.000 per gram, dengan buyback di Palembang mencapai Rp2.415.000 per gram. Meskipun pasar dunia menunjukkan pelemahan, faktor lokal seperti nilai tukar dan kebijakan pajak tetap menjadi penentu utama pergerakan harga di dalam negeri. Investor disarankan untuk mengikuti perkembangan harga secara rutin, memperhatikan fluktuasi nilai tukar, serta memahami implikasi pajak guna mengelola portofolio emas secara efektif.