Erling Haaland Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Dukung Fans Global dari Inggris hingga China
Blog Berita daikin-diid – 10 Juli 2026 | Erling Haaland, penyerang bintang Manchester City yang lahir di Leeds, Inggris, menjadi sorotan utama di Piala Dunia FIFA 2026. Dengan tujuh gol dalam empat laga, ia memimpin Norwegia menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, sekaligus menuliskan kisah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi tim Skandinavia itu.
Dalam pertandingan perempat final melawan Inggris, Haaland menyatakan bahwa pertemuan ini memiliki nilai emosional khusus. “Ini adalah pertandingan yang sangat istimewa, karena saya bermain di Inggris dan saya lahir di Inggris. Bermain melawan rekan satu tim nasional di negara ini memberikan sensasi yang unik,” ujarnya kepada wartawan di Miami. Ia menambahkan, “Melihat reaksi warga Norwegia di rumah, mereka tidak pernah membayangkan berada di fase ini. Jadi, ini benar‑benar luar biasa bagi kami.”
Perjalanan Haaland di Piala Dunia 2026 dimulai dengan debut gemilangnya di turnamen besar pertama. Ia mencetak dua gol melawan Brasil di babak 16 besar, mengamankan kemenangan dramatis 3‑2 bagi Norwegia. Selanjutnya, ia menambah satu gol melawan Pantai Gading, memastikan timnya melaju ke perempat final. Statistik turnamen mencatat rata‑rata gol per pertandingan Haaland mencapai 1,75, menjadikannya penyerang paling produktif di fase grup maupun knockout.
Keberhasilan Haaland di lapangan tidak hanya menarik perhatian di Eropa. Di China, ia telah menjadi fenomena budaya pop dengan julukan “Ha Bao” (yang berarti “Bayi Ha”). Media sosial Tiongkok dipenuhi dengan meme yang menyoroti ekspresi wajahnya yang dramatis, gaya lari khas, serta rambut pirangnya yang sering dibandingkan dengan selebriti internasional. Seorang penggemar dari Guangdong, Gum Li, mengaku, “Saya tidak pernah mengidolakan pemain lain setelah Cristiano Ronaldo, tapi Haaland berhasil merebut hati saya setelah menonton video‑video lucunya di internet.”
Popularitas Haaland meluas ke ranah komersial. Di Dallas, ia muncul dalam iklan bertema koboi yang menjadi viral, menambah citra karakternya yang santai dan menghibur. Di Amerika Serikat, penampilannya di panggung dunia meningkatkan basis penggemarnya secara signifikan, dengan ribuan komentar memuji kepribadiannya yang ramah dan humoris.
Di balik sorotan positif, ada pula diskusi taktis mengenai cara menghentikan mesin gol Haaland. Sebuah video analisis yang diproduksi menjelang laga melawan Inggris menyoroti beberapa strategi: menekan tinggi, menutup ruang di zona final‑tiga, serta memaksa Haaland bermain lebih jauh dari garis pertahanan. Morgan Rogers, mantan pemain Inggris, berpendapat, “Jika Inggris dapat menahan Haaland dengan tekanan kolektif dan menutup jalur umpan ke sisi sayap, peluang mereka untuk menahan serangan Norwegia akan meningkat.”
Hubungan Haaland dengan mantan rekan setim Wayne Rooney juga menjadi bahan pembicaraan. Setelah Norwegia berhasil mencapai perempat final, Rooney menantang Haaland dengan janji akan mendayung perahu bersama jika tim Inggris kalah. Haaland menanggapi dengan canda, “Wayney boy! Saya tunggu saja hari itu,” menambah warna persaingan antara dua generasi pemain Inggris dan Norwegia.
Secara keseluruhan, turnamen ini menegaskan posisi Haaland sebagai ikon global. Dari lapangan hijau Amerika hingga feed media sosial Tiongkok, ia berhasil menggabungkan keahlian teknik, kekuatan fisik, dan karisma pribadi. Keberhasilan Norwegia di Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kontribusi golnya yang konsisten, tetapi juga dari dampak budaya yang ia ciptakan di seluruh dunia.
Menatap masa depan, Haaland dan timnas Norwegia kini menyiapkan diri untuk melangkah ke semifinal. Jika mereka berhasil menaklukkan lawan selanjutnya, mereka akan menulis sejarah baru bagi sepak bola Skandinavia. Bagi para penggemar, baik di Oslo, London, maupun Beijing, harapan dan kegembiraan tetap menyala, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya pada sang “Baby Ha” yang kini menjadi bintang sejati Piala Dunia.