Jonathan David Gagal Ulangi Gemilangnya, Canada Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 05 Juli 2026 | Di tengah sorotan dunia pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026, bintang muda Kanada, Jonathan David, kembali menjadi topik hangat setelah penampilannya melawan tim tuan rumah, Maroko, berakhir dengan kekalahan 0-3. David, yang bermain untuk Juventus di Serie A, sempat mencetak hat-trick memukau melawan Qatar pada fase grup, namun gagal mengulangi aksi mematikan itu pada laga krusial melawan Atlas Lions.
David, yang menembus timnas Kanada pada 2018, telah mengumpulkan lebih dari 40 gol dalam sekitar 80 penampilan internasional, menjadikannya pencetak gol terbanyak dalam sejarah tim. Penampilannya pada fase grup, khususnya hat-trick melawan Qatar, menegaskan perannya sebagai penyerang utama dan memberi harapan besar bagi Les Rouges. Namun, dalam laga melawan Maroko, ia hanya mampu menguji kiper Yassine Bounou satu kali di menit- menit awal, tanpa berhasil menembus pertahanan yang disiplin.
Pertandingan yang berlangsung di Houston menyaksikan Maroko mendominasi setelah jeda pertama. Azzedine Ounahi menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol, memanfaatkan peluang dari umpan Achraf Hakimi. Gol pertama datang lima menit setelah babak kedua dimulai, sementara gol kedua menegaskan keunggulan Maroko 3-0. Canada hanya mampu menekan, namun tidak menghasilkan peluang bermakna.
Berikut beberapa poin penting dari pertandingan tersebut:
- Tekanan awal Canada tidak berhasil memecah pertahanan Maroko; hanya 13 sentuhan bola berhasil masuk ke kotak penalti Maroko dibandingkan satu sentuhan Maroko.
- Jonathan David, meski dikenal tajam di fase grup, kembali ke performa standar Juventus-nya, terpaksa melakukan pelanggaran taktis dan menerima kartu kuning, serta gagal mengoptimalkan peluang di menit-menit akhir.
- Alphonso Davies, pemain kunci Kanada, masih belum fit penuh setelah cedera, sehingga tidak dapat memberikan kontribusi signifikan pada laga ini.
- Maroko menampilkan strategi berubah setelah jeda: mereka lebih tenang, menahan bola, dan mengeksekusi serangan balik cepat.
- Kekalahan ini menandai akhir perjalanan terbaik Kanada di Piala Dunia, dengan pencapaian historis seperti poin pertama di turnamen dan kemenangan knockout pertama melawan Afrika Selatan.
Keberhasilan Ounahi menjadi sorotan utama, menjadikannya pemain pertama dalam sejarah Maroko yang mencetak brace di Piala Dunia sejak Salaheddine Bassir pada 1998. Sementara itu, David harus menerima kritik karena tidak dapat menyalurkan energi ofensifnya pada momen krusial, meski statistiknya selama turnamen tetap mengesankan dengan satu gol dan kontribusi penting dalam tekanan tim.
Setelah pertandingan, pelatih Kanada menilai bahwa tim telah memberikan penampilan yang berani, namun kurang ketajaman di lini depan. Ia menambahkan bahwa rehabilitasi Davies dan peningkatan konsistensi David menjadi fokus utama menjelang kompetisi berikutnya.
Dengan hasil ini, Maroko melaju ke perempat final dan berpotensi bertemu dengan Prancis atau Paraguay, sedangkan Kanada kembali ke panggung domestik dengan harapan membangun fondasi yang lebih kuat untuk generasi mendatang. Jonathan David, meski mengalami kekecewaan, tetap menjadi aset berharga bagi Juventus dan timnas, dengan harapan dapat kembali menampilkan performa kelas dunia di kompetisi internasional selanjutnya.