Arsenal Giatkan Upaya Dapatkan Morgan Rogers, Harga Fantastis dan Kontroversi Penampilan Internasional Memicu Perdebatan
Blog Berita daikin-diid – 28 Juni 2026 | Midfielder muda asal Inggris, Morgan Rogers, kembali menjadi sorotan utama dunia sepakbola setelah beberapa minggu terakhir menampilkan kombinasi antara minat transfer besar, nilai pasar fantastis, serta penilaian performa yang beragam pada turnamen internasional bersama timnas England. Arsenal, yang baru saja mengukir gelar Premier League, dikabarkan berada dalam proses intensif untuk mengamankan jasanya dari Aston Villa, klub tempat Rogers berlabuh sejak musim 2023.
Menurut laporan internal, Arsenal telah menerima peringatan bahwa nilai transfer Rogers dapat mencapai angka sembilan digit, yakni sekitar £100 juta (setara US$132 juta). Angka tersebut mencerminkan statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Liga Premier, sekaligus menandai tantangan finansial yang harus dihadapi manajemen Mikel Arteta. Arteta, yang bertekad memperkuat opsi gelandang demi mempertahankan gelar liga dan memperbaiki performa di Liga Champions, melihat Rogers sebagai sosok yang dapat menambah kreativitas dan kedalaman skuad.
Namun, tidak semua pihak menyambut antusiasme Arsenal dengan positif. Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool dan analis sepakbola, mengkritik pemanfaatan Rogers di timnas Inggris. Dalam sebuah kolom opini, Carragher menilai bahwa posisi Rogers di lini tengah belum optimal, terutama setelah penampilannya yang dianggap kurang berdaya pada laga melawan Panama dalam ajang Piala Dunia 2026. Ia menyoroti bahwa Rogers, yang semula diharapkan memberikan kontribusi ofensif, justru terkesan pasif dan kurang mengontrol ruang di tengah lapangan.
Penampilan Rogers pada laga England vs Panama memang menjadi bahan perbincangan. Meski timnya berhasil mengamankan kemenangan 2-0 berkat gol Harry Kane dan Jude Bellingham, Rogers dikritik karena memiliki akurasi umpan terendah hanya 76 persen, serta beberapa kesalahan defensif yang membuka peluang bagi tim lawan. Ia juga terpaksa menutup pertandingan lebih awal setelah menerima kartu kuning dan mengalami cedera pergelangan kaki pada menit ke-60.
Di sisi lain, analisis lain menyoroti peningkatan performa Rogers pada babak kedua pertandingan tersebut. Setelah jeda, ia tampak lebih tenang, menyelesaikan hampir seluruh operan (71 dari 72) dan menunjukkan peran defensif yang lebih solid. Meskipun begitu, konsistensi masih menjadi pertanyaan, terutama ketika ia harus bersaing dengan pemain senior seperti John Stones di posisi centre-back, atau ketika ia dipanggil untuk mengisi posisi bek kanan setelah cedera Reece James.
Kebutuhan Arsenal akan gelandang serba bisa semakin mendesak menjelang musim kompetisi baru. Dalam konteks transfer, laporan menyebutkan bahwa klub Gunners sedang menimbang opsi alternatif, termasuk mengincar Morgan Gibbs-White sebagai pengganti potensial bagi Martin Ødegaard yang kini dikabarkan dapat dijual. Rogers berada di antara dua pilihan utama, dengan harga yang jauh lebih tinggi namun menawarkan profil pemain yang lebih muda dan fleksibel.
Jika Arsenal berhasil menandatangani Rogers, dampaknya akan dirasakan tidak hanya pada skuad domestik, tetapi juga pada strategi timnas Inggris. Pelatih Thomas Tuchel, yang saat ini mengelola England, tengah berupaya menemukan formula terbaik bagi gelandangnya, mengingat perubahan taktik yang diperlukan setelah cedera Reece James. Tuchel telah melakukan lima pergantian dalam susunan awal melawan Panama, termasuk menurunkan Rogers, namun masih menilai bahwa posisi dan peran Rogers perlu disesuaikan agar dapat berkontribusi maksimal.
Secara keseluruhan, nilai transfer yang luar biasa, ekspektasi tinggi dari klub top Eropa, serta penilaian performa yang beragam di panggung internasional menempatkan Morgan Rogers pada titik krusial dalam karirnya. Arsenal harus menimbang antara ambisi memperkuat skuad dan realitas finansial, sementara Rogers sendiri perlu meningkatkan konsistensi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan taktik modern. Kedepannya, perkembangan negosiasi transfer dan performa Rogers di kompetisi klub maupun internasional akan menjadi indikator utama apakah langkah Arsenal beralih ke arah yang tepat.