Tino Livramento: Talenta Penuh Potensi, Namun Catatan Cedera Menghalangi Langkah Besar ke Manchester City
Blog Berita daikin-diid – 20 Juni 2026 | Para pengamat sepak bola Inggris kembali menyoroti nasib Tino Livramento, bek muda berusia 23 tahun yang selama ini menjadi andalan Newcastle United. Dikenal sebagai salah satu full-back terbaik di Premier League saat berada dalam kondisi prima, Livramento kini menghadapi dilema besar: apakah Manchester City akan tetap mengejarnya meski riwayat cedera yang mengkhawatirkan?
Livramento memulai karier seniornya bersama Southampton, namun perjalanan awalnya tak mulus. Pada musim 2022-2023, ia mengalami cedera ligamen krusi (ACL) yang memaksa absen selama 12 bulan dan melewatkan 51 pertandingan. Setelah pulih, performa impresifnya menarik perhatian Newcastle United, yang mengamankan jasa pemain tersebut dengan nilai transfer sebesar £32 juta pada Agustus 2023.
Sayangnya, masa di St James’ Park tidak lebih baik. Sejak awal musim 2025-26, bek kanan tersebut telah menelan dua cedera lutut, satu masalah hamstring, dan satu cedera paha. Akibatnya, ia hanya mampu memulai 14 laga Premier League selama periode tersebut. Bahkan pada fase akhir musim 2025-26, Livramento hanya tampil dalam empat dari 17 pertandingan terakhir Newcastle.
Meski begitu, kualitasnya tetap diakui. Pada musim panas 2026, ia berhasil masuk dalam skuad timnas Inggris yang dipimpin Thomas Tuchel untuk Piala Dunia. Namun, kebahagiaan itu singkat. Pada akhir pekan sebelum turnamen, Livramento mengalami robekan otot betis saat latihan, memaksa ia mundur dan absen dari kompetisi bergengsi tersebut.
Riwayat cedera yang terus berulang menjadi sorotan utama dalam spekulasi transfer ke Manchester City. Pada musim panas lalu, ketika Kyle Walker meninggalkan klub, City sempat mengincar Livramento sebagai pengganti potensial. Namun, tawaran £70 juta yang diminta Newcastle tidak dipenuhi, dan akhirnya klub memutuskan menukar Matheus Nunes menjadi bek kanan efektif di bawah asuhan Pep Guardiola, dengan Rico Lewis sebagai cadangan.
Berita terbaru mengindikasikan bahwa Enzo Maresca, yang diprediksi akan menggantikan Guardiola sebagai manajer City, akan meninjau kembali kebijakan perekrutan bek kanan menjelang kampanye 2026-27. Danny Mills, mantan bek City dan Inggris, mengungkapkan keraguan mengenai keputusan tersebut. “Klub selalu memperhatikan catatan cedera pemain. Mereka ingin nilai uang yang tepat,” kata Mills. “Secara defensif, Anda menginginkan tim yang stabil dan pemain yang kuat. City belum menggantikan Kyle Walker secara definitif, jadi mereka butuh spesialis. Namun, Livramento mengalami cedera lagi, apakah dia akan tersedia pada pra-musim?”
Analisis taktik Guardiola sebelumnya menekankan pentingnya kecepatan dan ketangguhan di sisi kanan pertahanan. Matheus Nunes yang dipindahkan menjadi bek kanan menunjukkan fleksibilitas, namun masih belum sepenuhnya menutup kekosongan yang ditinggalkan Walker. Jika City memutuskan untuk mengincar Livramento, mereka harus menimbang antara potensi jangka panjang dengan risiko jangka pendek akibat ketidakhadirannya dalam latihan pra-musim.
Selain aspek kebugaran, kemampuan Livramento bermain di kedua sisi sayap juga menjadi nilai tambah. “Apakah dia bek kanan atau bek kiri? Dia bisa bermain di keduanya,” jelas Mills. Kemampuan serbaguna ini dapat menjadi solusi bagi City yang mencari kedalaman skuad, terutama mengingat jadwal kompetisi yang padat, termasuk Liga Champions dan Liga Inggris.
Di sisi Newcastle, klub tetap menilai Livramento sebagai aset berharga. Meskipun nilai transfer £70 juta belum terpenuhi, mereka tidak menutup kemungkinan penawaran yang lebih realistis, terutama jika City dapat menjamin perawatan medis terbaik dan jaminan bermain yang memadai.
Kesimpulannya, Tino Livramento berada di persimpangan penting dalam kariernya. Potensi teknisnya menjadikannya incaran klub top, namun catatan cedera yang berulang menjadi faktor penentu dalam keputusan Manchester City. Bagi City, keputusan untuk berinvestasi pada pemain yang masih rawan cedera harus disertai dengan strategi pemulihan yang solid, sementara bagi Livramento, menjaga kebugaran menjadi prioritas utama untuk mewujudkan impian bermain di level tertinggi sepak bola Inggris.