Kejutan Hari Ayah di US Open: 17 Tahun Miles Russell Bawa Ayahnya Jadi Caddie di Hole Terakhir!
Blog Berita daikin-diid – 22 Juni 2026 | Southampton, New York – Pada perayaan Hari Ayah yang tak terlupakan, Miles Russell, seorang amatir berusia 17 tahun, memberikan hadiah istimewa kepada ayahnya, Joe Russell, dengan cara yang sangat unik: menjadi caddie pada hole terakhir debutnya di US Open. Momen ini terjadi pada hari Minggu, 21 Juni 2026, di lapangan legendaris Shinnecock Hills Golf Club.
Russell, yang lolos ke US Open melalui turnamen kualifikasi 36‑hole beberapa minggu sebelumnya, awalnya dibantu oleh Charlie Woods, putra Tiger Woods, saat menempuh babak kualifikasi. Namun, ketika tiba di turnamen utama, bag‑bagnya dipegang oleh Ramon Bescansa selama 71,5 hole pertama. Pada hole ke‑18, Bescansa menurunkan tas di luar pagar dan menyerahkannya kepada Joe Russell, yang secara tiba‑tiba mengenakan bib caddie dan melanjutkan peran tersebut hingga akhir ronde.
Menurut siaran NBC, Miles sempat menanyakan kepada seorang petugas aturan USGA pada pagi hari apakah pergantian tersebut diperbolehkan, dan petugas memberikan persetujuan. Joe Russell sama sekali tidak mengetahui rencana kejutan tersebut, sehingga momen penyerahan tas menjadi sebuah kejutan emosional di antara ayah dan anak.
Setelah menerima tas, Miles melanjutkan permainan dengan bantuan ayahnya di green ke‑18, lalu berhasil melakukan tap‑in untuk par yang mengakhiri putaran terakhir dengan skor even‑par 70. Total skor keseluruhan Russell berada di angka 7 over par, menjadikannya salah satu amatir termuda sejak Perang Dunia II yang berhasil bermain selama akhir pekan US Open. Ia dipasangkan bersama amatir lain, Jackson Koivun, yang dikenal berkat dua gelar juara NCAA bersama Auburn dan sedang bersiap untuk beralih ke profesional.
“Itu adalah hadiah Hari Ayah yang sangat menyenangkan,” ujar Miles dalam wawancara pasca‑turnamen. “Ini adalah debut pertama saya, dan saya berharap ini menjadi kenangan yang bertahan lama bagi ayah saya.” Sementara itu, Joe Russell mengekspresikan kebanggaannya, menyatakan bahwa melihat anaknya bermain di panggung bergengsi tersebut sambil dibantu olehnya merupakan momen yang tak ternilai.
Penampilan Russell di US Open tidak hanya menjadi sorotan karena kejutan pribadi, melainkan juga karena prestasinya. Menjadi amatir kedua termuda yang berkompetisi selama akhir pekan sejak era setelah Perang Dunia II menandakan potensi besar yang dimilikinya. Meskipun ia mengakui bahwa dua hari terakhir tidak sepenuhnya menampilkan permainan terbaiknya, ia tetap menganggap pengalaman ini sebagai langkah penting dalam kariernya.
Secara keseluruhan, kejutan Hari Ayah ini menambah warna emosional pada turnamen yang biasanya dipenuhi tekanan kompetitif. Kisah Miles dan Joe Russell menunjukkan bahwa di balik sorotan media dan sorotan penonton, nilai kebersamaan keluarga tetap menjadi inti dari olahraga. Momen tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pemuda yang bermimpi menapaki jalur profesional, sekaligus mengingatkan kita bahwa dukungan keluarga dapat menjadi faktor penentu dalam meraih prestasi.
Dengan demikian, Hari Ayah 2026 di US Open tidak hanya dirayakan dengan hadiah material, melainkan dengan pengalaman yang akan dikenang selamanya oleh Miles Russell, ayahnya, dan para penggemar golf di seluruh dunia.