Josip Stanišić danjalkan pertahanan Croatia: Analisis pertandingan Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 18 Juni 2026 | Manchester City dan Bayern Munich mempersembahkan talenta muda yang semakin menonjol di panggung internasional, salah satunya adalah bek kanan Josip Stanišić. Pemain berusia 22 tahun ini menjadi bagian penting dalam susunan pemain Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia FIFA 2026 melawan Inggris. Meskipun Kroasia harus menelan kekalahan 4-2, peran Stanišić di lini belakang menimbulkan diskusi mengenai potensi tim Balkan tersebut dalam sisa turnamen.
Pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium, Foxborough, menjadi sorotan utama setelah Inggris mencatat kemenangan pertama mereka di turnamen dengan skor enam gol. Harry Kane membuka skor lewat tendangan penalti pada menit ke-12 setelah Luka Modrić memberikan umpan yang berujung pada pelanggaran. Kane kembali memperlebar keunggulan pada menit ke-34 setelah tembakan pertamanya ditolak dan ia mengeksekusi penalti ulang. Kedua gol tersebut memberi Inggris keunggulan 2-0 di babak pertama.
Kroasia tidak tinggal diam. Martin Baturina menyamakan kedudukan pada menit ke-38 lewat sundulan tajam hasil tendangan sudut yang dikirim oleh Declan Rice. Gol tersebut memberikan harapan bagi Kroasia menjelang jeda. Namun, Inggris kembali menguasai permainan di babak kedua. Jude Bellingham, yang menjadi bintang muda Inggris, menambah satu gol pada menit ke-49 setelah menembus pertahanan Kroasia dan mengeksekusi tembakan keras ke sudut atas gawang. Marcus Rashford menutup skor pada menit ke-85, memastikan kemenangan 4-2 bagi Inggris.
Di balik serangan tajam Inggris, lini pertahanan Kroasia menampilkan beberapa celah yang dimanfaatkan lawan. Namun, kehadiran Josip Stanišić di sisi kanan bek memberikan kestabilan ekstra. Stanišić, yang berlatih bersama Bayern Munich, dikenal dengan kecepatan serta kemampuan menyerang dari posisi bek. Dalam pertandingan ini, ia terlibat dalam beberapa serangan balik, membantu mengirim bola ke depan melalui umpan silang. Meskipun tidak mencetak gol, kontribusinya dalam menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan menjadi nilai tambah bagi tim.
Pelatih Thomas Tuchel, yang memimpin Inggris, tampak puas dengan performa timnya. Ia menyoroti kedalaman skuad, menyebutkan bahwa pemain seperti Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Morgan Rogers memberikan energi tambahan ketika masuk dari bangku cadangan. Di sisi lain, pelatih Zlatko Dalić Kroasia harus mengevaluasi taktik defensifnya setelah kebobolan enam kali. Dalić mengandalkan pengalaman Luka Modrić, yang kini berusia 40 tahun, serta pasangan bek muda seperti Stanišić dan Joško Gvardiol untuk menahan tekanan lawan pada pertandingan-pertandingan berikutnya melawan Panama dan Ghana.
- Josip Stanišić: Bek kanan berusia 22 tahun, bermain untuk Bayern Munich.
- Luka Modrić: Veteran berusia 40 tahun, menjadi kapten dan penggerak lini tengah.
- Thomas Tuchel: Pelatih Inggris, menekankan pentingnya kedalaman skuad.
- Zlatko Dalić: Pelatih Kroasia, harus menyesuaikan taktik setelah kekalahan.
Kekalahan 4-2 tersebut menempatkan Kroasia di posisi yang menantang untuk melaju ke fase knockout. Tim harus meraih enam poin dari dua pertandingan tersisa melawan Panama dan Ghana agar memiliki peluang melaju. Dalam konteks itu, peran Stanišić menjadi semakin krusial. Jika ia dapat menahan serangan sayap lawan dan memberikan opsi serangan melalui sayap kanan, Kroasia memiliki peluang untuk mencuri poin penting.
Sementara itu, Inggris melanjutkan agenda mereka melawan Ghana pada 24 Juni di Boston Stadium. Kemenangan beruntun akan menempatkan Thomas Tuchel dalam posisi kuat untuk mengamankan tempat di Babak 32 besar. Penampilan konsisten para penyerang Inggris, terutama Harry Kane yang mencetak dua gol dalam laga pertama, menjadi harapan utama bagi tim.
Secara keseluruhan, pertandingan pembuka Grup L menampilkan kombinasi antara pengalaman dan energi muda. Josip Stanišić menjadi contoh generasi baru pemain Kroasia yang berpotensi mengubah dinamika tim di turnamen ini. Meskipun hasilnya belum menguntungkan, performa individu dan taktik yang diterapkan akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Dalić menjelang pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Dengan sisa dua laga grup yang belum terlewat, perjalanan Kroasia di Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Jika Stanišić dapat terus memberikan kontribusi defensif yang solid serta mendukung serangan, Kroasia berpeluang mengubah arah kompetisi dan kembali menorehkan prestasi di panggung dunia.