Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Insentif NMC untuk Mobil Listrik Berbasis Nikel
Blog Berita daikin-diid – 04 Agustus 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemberian insentif nickel-manganese-cobalt (NMC) merupakan salah satu strategi untuk mendongkrak pasar mobil listrik berbasis nikel. Ia menyatakan bahwa ke depan, insentif NMC akan menjadi bagian dari strategi tersebut.
Bahlil menjelaskan bahwa kendaraan listrik dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) tidak menjadi prioritas pemerintah karena Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk membuat LFP. Oleh karena itu, arah pengembangan mobil listrik di Indonesia akan berbasis nikel.
Ia menegaskan bahwa kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel lebih unggul apabila dibandingkan dengan LFP, terutama untuk jarak yang panjang. Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif kendaraan listrik yang ditargetkan mencakup masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini.
Di sisi lain, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan skema insentif untuk bioethanol yang akan digunakan sebagai bahan bakar kendaraan. Ia menjelaskan bahwa skema insentif tersebut akan membantu meningkatkan produksi bioethanol dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Selain itu, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Ia menjelaskan bahwa uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan tabung CNG untuk digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.
Terakhir, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang memetakan konsentrasi rare earth elements (REEs) di mineral eksport, seperti nikel dan tembaga, untuk memberikan kepastian bagi investor. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengembangkan skema pemisahan REEs dari mineral utama sehingga dapat diolah secara independen.
Dalam kesimpulan, Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia juga berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan.