Drama Penalty Memukau: Italia U17 Kalahkan Belgia, Raih Gelar Euro Kedua
Blog Berita daikin-diid – 08 Juni 2026 | Seorang pemuda Italia berhasil menorehkan sejarah pada Senin, 7 Juni 2026, saat tim nasional U17 mengalahkan Belgia lewat adu penalti 5-4 dalam pertandingan final Kejuaraan Eropa U17. Pertandingan yang digelar di stadion utama turnamen berakhir dengan skor 0-0 setelah 120 menit, memaksa kedua tim menempuh babak lontaran penalti yang menegangkan.
Sejak peluit pertama, kedua belah pihak menunjukkan intensitas tinggi. Belgia membuka peluang pertama ketika Christian Lupo menahan tembakan Jayden Onia Seke yang hampir masuk gawang, sementara Ilyas Benktib gagal memanfaatkan rebound. Italia tidak mau kalah, Lorenzo Dattilo menciptakan peluang hanya satu menit setelahnya, namun tembakannya diblokir dengan terjun menyelamatkan oleh kiper Belgia, Mattis Seghers.
Di babak pertama, Seghers kembali menunjukkan ketajamannya dengan menangkis tembakan Federico Croci. Italia terus menekan, tetapi pertahanan Belgia tetap solid. Pada menit ke-30, Jacopo Landi, yang masuk sebagai pengganti, mulai menampilkan kecepatan di sisi kiri, meski dua tembakannya masih meleset melewati mistar gawang.
Memasuki babak kedua, tekanan Belgia meningkat. Lupo harus melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk menahan serangan Onia Seke dan Dierckx. Sementara itu, Italia berusaha menemukan celah, namun peluang tetap terbatas hingga menit ke-85 ketika Noa Ojea Cobiella dari Belgia berhasil menembus pertahanan Italia, mengirim bola ke tiang jauh dengan sentuhan kaki samping, memecah kebuntuan.
Namun kebahagiaan Belgia bersifat sementara. Dierckx melakukan kontak dengan bola menggunakan lengannya di dalam kotak penalti, memberikan peluang penalti kepada Italia. Marcello Fugazzola mengambil kesempatan itu dan mengeksekusi dengan tenang, menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-90. Penalty selanjutnya berhasil diselamatkan Lupo, menambah ketegangan sebelum adu tendangan dimulai.
Dalam adu penalti, kiper Belgia Lupo kembali tampil gemilang, mengulang prestasinya dari semifinal melawan Spanyol dengan menyelamatkan tiga tembakan. Namun, kegagalan Tinus Moorthamer yang menamparkan bola ke mistar pada tendangan kelima Belgia menjadi titik balik. Di sisi Italia, Diego Perillo, yang sebelumnya mencetak gol pembuka dalam turnamen melawan Prancis, mengeksekusi tendangan terakhir dengan sempurna, mengamankan kemenangan 5-4 untuk Azzurri.
Berikut susunan pemain kedua tim pada akhir pertandingan:
| Tim | Formasi | Lineup |
|---|---|---|
| Belgia | 4-2-3-1 | Seghers; Moorthamer, Mbavu, Bloondeel, El Morabet; Van Gelder, Dierckx; Onia Seke (83′ Achabar), Driessen (72′ Ojea), Nga Kana; Benktib |
| Italia | 4-3-1-2 | Lupo; Bonifazi, Diallo, Varali, Dattilo (87′ Dattilo); Gasparello (58′ Ballarin), Okon, Biondini (87′ Fugazzola); Corigliano (67′ Landi); Perillo, Croci (58′ Casagrande) |
Kemenangan ini menandai gelar Eropa U17 kedua Italia dalam tiga tahun terakhir, mengukuhkan generasi muda Italia sebagai salah satu kekuatan paling menjanjikan di kancah sepakbola internasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting para penyerang muda, pertahanan disiplin, serta kiper yang tampil heroik pada momen-momen kritis.
Secara keseluruhan, final yang dramatis ini menunjukkan kualitas teknis dan mental yang tinggi di antara pemain-pemain junior kedua negara. Penampilan menawan Italia di babak reguler, ketangguhan Belgia dalam meraih peluang, serta adu penalti yang menegangkan memberikan pengalaman berharga bagi para talenta masa depan. Dengan gelar ini, Italia menatap turnamen senior berikutnya dengan optimisme, sementara Belgia dapat mengambil pelajaran penting untuk memperbaiki strategi di kompetisi internasional selanjutnya.