Ivory Coast Raih Tiket 32 Besar World Cup 2026 Usai Kemenangan 2‑0 atas Curaçao
Blog Berita daikin-diid – 27 Juni 2026 | Philly, 25 Juni 2026 – Tim nasional Ivory Coast mengukir sejarah baru pada fase grup Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Curaçao 2-0. Kemenangan ini menempatkan mereka sebagai runner‑up Grup E dan menjamin slot ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kedua gol dicetak oleh penyerang berpengalaman Nicolas Pepe, yang menjadi pemain kedua dari Ivory Coast yang berhasil mencetak brace dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Gol pertama muncul pada menit ketujuh melalui sebuah cut‑back yang dimanfaatkan oleh Pepe setelah bek kiri Yan Diomande berhasil merebut bola di sisi sayap. Pelepasan cepat menembus ruang penalti membuat Pepe menempatkan bola ke sudut kanan bawah gawang lawan. Gol kedua tercipta pada menit ke‑64, ketika Ibrahim Sangaré memberikan umpan terobosan yang melintasi kotak penalti, dan Pepe kembali menambah angka dengan tembakan pertama yang tak terhalang.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Ivory Coast dalam penguasaan bola. Tim Afrika Barat menyelesaikan 558 operan yang berhasil, angka tertinggi mereka dalam satu pertandingan Piala Dunia. Selain itu, mereka mencatat 15 tembakan dengan 6 tepat sasaran, sementara Curaçao menghasilkan 30 tembakan tepat sasaran selama tiga laga grup, namun hanya menghasilkan satu gol pada laga ini.
- Jumlah operan berhasil: 558
- Gol: 2‑0
- Tembakan tepat sasaran Ivory Coast: 6 dari 15
- Tembakan tepat sasaran Curaçao dalam grup: 30
- Posisi akhir grup: 2 (runner‑up)
Pelatih Ivory Coast, Emerse Fae, yang sebelumnya memimpin tim meraih gelar Piala Afrika 2023, menerima pujian atas taktik yang mengandalkan kecepatan sayap dan penetrasi ke dalam kotak penalti. Fae menekankan pentingnya konsistensi pertahanan serta eksekusi peluang melalui pemain sayap seperti Diomande dan Amad Diallo. Di sisi lain, pelatih Curaçao, Dick Advocaat, mengakui kualitas lawan yang lebih tinggi, terutama keberadaan dua penyerang bernilai lebih dari $150 juta, namun tetap merasa bangga dengan perjuangan timnya yang telah melawan tiga tim kelas dunia.
Keberhasilan ini membawa Ivory Coast ke pertemuan selanjutnya di Dallas pada 30 Juni, di mana mereka akan menjumpai runner‑up Grup I, yang masih dipertaruhkan antara Perancis dan Norwegia. Prediksi sebagian besar analis memberi keunggulan kepada Ivory Coast dengan peluang 80 % melawan Norwegia, mengingat performa ofensif dan kemampuan mengendalikan tempo permainan yang ditunjukkan melawan Curaçao.
Sementara itu, reaksi para pemain terlihat jelas di lapangan setelah peluit akhir. Beberapa pemain mengangkat presiden federasi sepakbola Ivory Coast ke udara, menandakan kegembiraan atas pencapaian bersejarah ini. Nicolas Pepe, yang kini bergabung dalam daftar pemain Ivorian dengan dua gol dalam satu laga Piala Dunia, menambah catatan pentingnya setelah Aruna Dindane pada 2006.
Dengan kemenangan ini, Ivory Coast tidak hanya menorehkan sejarah pribadi, tetapi juga memberikan harapan baru bagi generasi muda sepakbola Afrika. Tim yang sebelumnya belum pernah melewati fase grup kini memiliki peluang untuk menantang tim‑tim elit Eropa di babak selanjutnya, memperkuat reputasi sepakbola Afrika di panggung dunia.