Denmark vs DR Congo: Duel Tanpa Gol di Liège Menjadi Barometer Persiapan Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 05 Juni 2026 | Pada Rabu, 3 Juni 2026, stadion Maurice Dufrasne di Liège, Belgia menjadi saksi pertandingan persahabatan internasional antara tim nasional Denmark dan Republik Demokratik Kongo (DR Congo). Kedua tim menjajal taktik dan formasi menjelang turnamen FIFA World Cup 2026, meskipun Denmark belum berhasil lolos dari fase kualifikasi, sementara DR Congo sudah dipastikan hadir di grup K bersama Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia.
Latihan internasional ini menjadi kesempatan langka bagi Denmark untuk menguji skuad seniornya setelah masa libur panjang, termasuk debut beberapa pemain muda seperti Adam Daghim. Sementara itu, DR Congo menekankan pentingnya mengasah pertahanan yang solid mengingat jadwal grup yang diprediksi berat. Kedua pelatih, Brian Riemer (Denmark) dan Sébastien Desabre (DR Congo), memilih formasi 3-5-2 untuk tim mereka, menekankan keseimbangan antara lini belakang dan serangan sayap.
| Denmark (3-5-2) | DR Congo (3-5-2) |
|---|---|
| Filip Jörgensen (GK) | Lionel Mpasi (GK) |
| Axel Tuanzebe | Tuanzebe |
| Andreas Christensen | Mbemba |
| Victor Lindelöf | Kapuadi |
| Julius Eskesen | Noah Sadiki |
| Kasper Høgh | Joris Kayembe |
| Joachim Andersen | Gédéon Kalulu |
| Joakim Mæhle | Simon Banza |
| Christian Eriksen | Albert Grønbæk |
| Pierre‑Emile Højbjerg | Rasmus Højlund |
| Adam Daghim | William Osula |
Babak pertama berlangsung dengan tempo menengah. Denmark menguasai bola lebih banyak, namun serangan mereka belum menemukan celah. Kesempatan paling menonjol datang pada menit ke‑27 ketika Pierre‑Emile Højbjerg menembakkan tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola memantul tepat di tiang kayu, menambah drama tanpa mengubah skor. DR Congo menanggapi dengan serangan balik cepat melalui Joris Kayembe, yang tembakannya ke sudut kiri atas juga ditangkis gemilang oleh kiper Denmark, Filip Jörgensen.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. DR Congo mencoba menekan lebih jauh, menciptakan dua corner dan satu tendangan bebas di daerah pertahanan. Salah satu peluang besar muncul ketika Simon Banza melesat ke dalam kotak penalti dan mengirimkan sundulan ke arah gawang, namun bola meleset ke kanan kiper Jörgensen. Denmark membalas dengan serangkaian tembakan dari Rasmus Højlund dan William Osula, keduanya tidak berhasil menembus jaring karena posisi bertahan lawan yang ketat dan beberapa penyelamatan krusial.
Sepanjang 90 menit, statistik menunjukkan keseimbangan yang hampir sempurna. Denmark mencatat 12 tembakan (5 di antaranya tepat sasaran) dan menguasai penguasaan bola sekitar 54 persen. DR Congo mencatat 9 tembakan (3 tepat sasaran) serta tiga corner. Kedua tim melakukan total enam pergantian pemain, termasuk masuknya Adam Daghim untuk menggantikan Christian Eriksen di menit ke‑70, serta masuknya Aaron Wan‑Bissaka untuk menggantikan Gédéon Kalulu pada babak akhir. Tidak ada insiden kartu merah, namun dua kartu kuning diberikan kepada pemain Denmark atas pelanggaran taktis.
Hasil imbang 0‑0 menimbulkan reaksi campur aduk. Bagi Denmark, meski tidak mencetak gol, pertandingan ini memberi gambaran bahwa lini pertahanan cukup rapat dan kemampuan menyerang masih perlu disempurnakan sebelum kembali ke jalur kualifikasi Euro atau turnamen regional lainnya. Pelatih Riemer menyatakan bahwa “kekosongan gawang memberi sinyal bahwa kita harus meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir, terutama di area kotak penalti”. Sementara itu, DR Congo melihat hasil ini sebagai bukti ketangguhan pertahanan mereka, yang akan menjadi fondasi penting menghadapi lawan-lawan kuat di grup K World Cup.
Melihat jadwal ke depan, Denmark akan melanjutkan serangkaian pertandingan persahabatan melawan tim-tim Eropa lainnya, sementara DR Congo dijadwalkan berlatih intensif menjelang pembukaan fase grup pada bulan November. Kedua tim diharapkan memanfaatkan data statistik dari pertandingan Liège untuk menyesuaikan taktik, memperbaiki transisi antara pertahanan dan serangan, serta meningkatkan akurasi tembakan.
Secara keseluruhan, pertemuan tanpa gol ini menegaskan bahwa persiapan menuju Piala Dunia 2026 masih dalam fase penyesuaian. Kedua skuad menunjukkan disiplin taktis dan kesiapan mental, meski masih ada ruang untuk peningkatan di lini depan. Penonton yang hadir di Stadion Maurice Dufrasne menyaksikan duel yang penuh ketegangan, menunggu momen krusial yang sayangnya tak terwujud dalam 90 menit. Pertandingan ini menjadi referensi penting bagi kedua tim dalam mengukur kekuatan masing-masing sebelum melangkah ke tantangan internasional yang lebih besar.