Dramatisasi di U-Power Stadium: Monza Gigit Juve Stabia 2-1 dan Melaju ke Final Playoff Serie B
Blog Berita daikin-diid – 21 Mei 2026 | Pertandingan semifinal putaran kedua playoff Serie B 2025-2026 antara Monza dan Juve Stabia berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, di U-Power Stadium, Monza. Dengan sorotan pada performa tajam Patrick Cutrone, tim asuhan Stefano Bianco berhasil menumbangkan tim asuhan Ignazio Abate dengan skor 2-1, memastikan tempat di final playoff.
Babak pertama berlangsung seimbang, masing-masing tim menampilkan serangan cepat dan pertahanan yang disiplin. Pada menit ke-40, Cutrone membuka skor bagi Monza setelah menerima umpan terobosan dari Bakoune di sisi kanan lapangan. Pemain bek sayap tersebut berhasil menembus lini pertahanan Juve Stabia, mengirimkan bola ke area penalti, dan Cutrone menaklukkan kiper Confente dengan tembakan halus ke sudut kanan bawah.
Juve Stabia tidak tinggal diam. Pada tambahan waktu babak pertama (45+6′), pemain depan mereka, Burnete, menyeimbangkan kedudukan lewat assist dari Gabrielloni. Bola meluncur ke dalam kotak penalti dan Burnete memanfaatkan ruang kecil untuk menempatkan bola di sudut kiri atas, mengembalikan kepercayaan diri tim tamu.
Menjelang jeda istirahat, kedua tim tampak berada di zona nyaman masing-masing, namun drama baru menanti di babak kedua. Pada menit ke-71, Dany Mota Carvalho dari Monza sempat mencetak gol yang kemudian dibatalkan karena offside, keputusan yang dipertanyakan oleh banyak pengamat. Kejadian ini menambah ketegangan dan menyoroti peran wasit Maurizio Mariani, yang kemudian menjadi sorotan media karena sejumlah keputusan kontroversial.
Setelah jeda, Monza kembali menekan. Pada menit ke-85, Bakoune mengeluarkan dribel ganda di sisi kanan, membuka ruang bagi Cutrone yang berada di sisi kiri kotak penalti. Cutrone mengeksekusi tendangan kaki kiri dengan teknik luar kaki, mengirim bola ke sudut atas gawang, menambah keunggulan menjadi 2-0. Gol ini menandai titik balik penting, menegaskan peran Cutrone sebagai penentu kemenangan.
Juve Stabia mencoba membalas dengan serangan balasan yang dipimpin oleh Mosti dan Okoro, yang sempat menimbulkan peluang namun tidak menghasilkan gol. Pada menit ke-90+1, Burnete kembali menyalakan harapan dengan gol penyama kedudukan, mengirimkan bola ke dalam kotak penalti setelah memanfaatkan kekosongan di lini pertahanan Monza. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Detik-detik akhir menyaksikan Cutrone kembali mencetak gol penentu pada menit ke-96, memanfaatkan kesalahan defensif Juve Stabia. Dengan dua gol dalam rentang sepuluh menit, Cutrone menegaskan diri sebagai pahlawan laga, menyelesaikan skor akhir 2-1 untuk Monika.
Reaksi pasca pertandingan mengalir deras melalui media sosial. Pemain Monza, seperti Semuel Pizzignacco, Andrea Colpani, dan Andrea Carboni, mengekspresikan kebahagiaan dan keyakinan mereka akan kemenangan di final. Sementara pelatih Ignazio Abate mengakui kekecewaan timnya namun menyoroti pengalaman berharga yang didapatkan selama musim yang menantang.
Statistik resmi mencatat total penonton sebanyak 10.785 orang, dengan pendapatan masuk sebesar 93.011 euro. Tim Monza menampilkan formasi 3-4-2-1, sementara Juve Stabia menurunkan susunan 3-5-1-1. Kedua tim masing-masing menerima enam kartu kuning selama pertandingan, mencerminkan intensitas kompetitif yang tinggi.
Dengan kemenangan ini, Monza kini menantikan final playoff melawan pemenang semifinal antara Catanzaro dan Palermo, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Barbera. Pelatih Bianco menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan semangat juang, sementara pemain Cutrone mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pendukung setia dan menegaskan tekad untuk mengangkat trofi Serie B.
Kesimpulannya, pertandingan ini tidak hanya menampilkan aksi spektakuler dari pemain kunci, tetapi juga menegaskan pentingnya strategi, ketangguhan mental, dan keputusan wasit dalam menentukan hasil akhir. Monza melangkah ke final dengan momentum kuat, berharap dapat menutup musim dengan gelar juara playoff Serie B.