Prabowo Soroti Ketegangan Timur Tengah, Ajak ASEAN Percepat Infrastruktur Energi Bersih di BIMP‑EAGA
Blog Berita daikin-diid – 09 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan bahwa perang di Timur Tengah menambah tekanan pada pasokan energi global dan menuntut respons cepat dari kawasan ASEAN. Dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam‑Indonesia‑Malaysia‑Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP‑EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke‑48 ASEAN di Cebu, Filipina, 7 Mei 2026, ia menggarisbawahi bahwa ketahanan energi bukan lagi isu jangka panjang melainkan kebutuhan mendesak.
Prabowo mengingatkan bahwa konflik di wilayah Timur Tengah memperparah volatilitas harga minyak dan gas, sekaligus menimbulkan ketidakpastian pada jalur‑jalur transportasi energi lintas benua. “Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujarnya.
Presiden menyoroti potensi besar kawasan BIMP‑EAGA dalam mengembangkan sumber energi terbarukan. Dari hutan hujan Borneo yang kaya akan potensi tenaga air, hingga pulau‑pulau di Filipina dan Malaysia yang memiliki sinar matahari melimpah, wilayah subregional tersebut dapat menjadi laboratorium energi bersih bagi ASEAN. Ia menanyakan kesiapan anggota BIMP‑EAGA untuk memanfaatkan sumber‑sumber tersebut secara terpadu, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi kawasan.
Beberapa langkah konkret yang telah diambil Indonesia menjadi contoh utama. Pemerintah Indonesia tengah mempercepat pembangunan kapasitas tenaga surya hingga 100 GW dalam tiga tahun ke depan, dengan proyek‑proyek skala besar di Sumatera, Jawa, dan wilayah timur. Di samping itu, pengembangan pembangkit tenaga air di Borneo serta proyek energi angin di pesisir Palawan juga masuk dalam agenda. Prabowo menegaskan bahwa sinergi antarnegara BIMP‑EAGA dapat mempercepat realisasi infrastruktur tersebut.
Selain pembangunan sumber energi baru, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas energi, khususnya melalui peningkatan kapasitas jaringan listrik lintas batas. Proyek Trans Borneo Power Grid menjadi contoh upaya integrasi jaringan listrik yang dapat mengalirkan listrik dari pembangkit di Kalimantan ke wilayah‑wilayah sekitarnya, termasuk Brunei dan Malaysia. “Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis, dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional serta mitra pembangunan,” kata Prabowo.
Di samping isu energi, presiden juga menyinggung ketahanan pangan sebagai pilar penting bagi kesejahteraan masyarakat ASEAN. Ia mengingatkan bahwa gangguan pasokan pangan yang dipicu oleh gejolak geopolitik dapat memperparah kerentanan ekonomi regional, sehingga kebijakan terpadu antara energi dan pangan menjadi sangat penting.
Prabowo juga menyoroti perlunya ASEAN mengambil sikap kolektif dalam melindungi warga negara Indonesia dan negara‑negara lain yang berada di wilayah konflik Timur Tengah. Ia menyambut baik inisiatif Singapura untuk membantu evakuasi warga, serta menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkoordinasi dalam operasi kemanusiaan. “Kita harus memiliki pendekatan ASEAN yang sama, satu suara dalam melindungi keselamatan warga serta menegakkan hukum internasional,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Presiden Prabowo menuntut aksi cepat dan terkoordinasi dari negara‑negara ASEAN. Ia menutup pidatonya dengan seruan agar kawasan memperkuat diversifikasi energi, mempercepat transisi ke energi bersih, serta membangun arsitektur energi yang tahan terhadap guncangan geopolitik. Langkah‑langkah tersebut diharapkan tidak hanya menanggulangi krisis energi yang dipicu perang di Timur Tengah, tetapi juga menyiapkan ASEAN menjadi zona energi yang mandiri, berkelanjutan, dan resilient di masa depan.
Related Posts
Wamendagri Bima Arya Serukan Generasi Muda Siapkan Diri, Indonesia Menuju Negara Maju
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap Stabil Hingga Akhir 2026
Blokir Rekening, Insentif PBB, dan Stiker Pajak: Pemerintah Gencarkan Tekanan dan Dukungan pada Wajib Pajak
About The Author
Twm Milburn Taurino
Twm Milburn Taurino, lulusan Sastra yang tak sengaja melangkah ke dunia jurnalistik, kini menulis berita dari Bandung. Kariernya menanjak sejak 2016, menggabungkan rasa ingin tahu teknologi dengan irama musik indie yang selalu mengiringi proses penulisan. Di sela-sela deadline, ia mengutak‑atik gadget dan menyusun playlist indie, menjadikan tiap artikel terasa segar dan relevan.