Waktu Sholat Isya Hari Ini di Surabaya: Panduan Lengkap, Jadwal dan Isu Lingkungan Terkini
Blog Berita daikin-diid – 17 Juli 2026 | Sholat Isya, sholat fardhu kelima yang wajib dilaksanakan setiap muslim setelah matahari terbenam, kembali menjadi sorotan pada Jumat, 17 Juli 2026. Di kota Surabaya, umat Islam dapat memanfaatkan jadwal resmi yang telah ditetapkan Kementerian Agama Republik Indonesia, sementara di Jawa Barat, isu polusi udara akibat kegiatan industri menambah dimensi sosial terhadap praktik keagamaan masyarakat.
Menurut ketentuan Kementerian Agama, waktu Isya dimulai setelah hilangnya cahaya merah (syafaq) di ufuk barat, menandai berakhirnya waktu Maghrib. Batas akhir pelaksanaan sholat ini adalah sebelum terbit fajar Subuh, namun para ulama menekankan agar tidak menunda hingga mendekati Subuh karena keutamaan menunaikannya lebih awal. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa waktu paling utama untuk Isya adalah sebelum pertengahan malam.
Berikut rangkaian tata cara sholat Isya empat rakaat yang dapat diikuti oleh jamaah di Surabaya:
- Berniat di dalam hati, mengucapkan niat: “Aku berniat mengerjakan sholat fardhu Isya empat rakaat karena Allah Ta'ala”.
- Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah (sunnah).
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek atau beberapa ayat Al-Qur'an.
- Rukuk dengan tuma'ininah, diikuti i'tidal.
- Sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
- Bangkit untuk rakaat kedua dan ulangi bacaan.
- Duduk tasyahud awal setelah rakaat kedua.
- Bangkit menuju rakaat ketiga, ulangi langkah 4-8.
- Duduk tasyahud akhir setelah rakaat keempat, dilanjutkan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Salam ke kanan dan kiri sebagai penutup.
Jadwal resmi sholat di Surabaya pada hari ini mencantumkan waktu Isya pada pukul 18:15 WIB. Jadwal tersebut juga mencakup waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, dan Maghrib, memberikan panduan lengkap bagi umat untuk menunaikan sholat tepat waktu. Berikut ringkasan jadwal:
| Waktu | Jam |
|---|---|
| Imsak | 04:30 |
| Subuh | 04:45 |
| Zuhur | 12:02 |
| Asar | 15:20 |
| Maghrib | 18:00 |
| Isya | 18:15 |
Di luar konteks ibadah, Jumat yang sama juga menyaksikan aksi warga Jawa Barat yang memprotes polusi udara dari pabrik pengolahan batu kapur di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Spanduk-spanduk yang dipasang oleh Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gampil) menyoroti debu halus yang menutupi area permukiman, menyerupai “hujan salju”. Kritik ini menambah beban lingkungan bagi masyarakat yang juga berusaha melaksanakan ibadah tepat waktu. Koordinator Gampil, Yasun Yusron, menegaskan bahwa polusi telah berlangsung puluhan tahun dan mengancam kesehatan pernapasan warga.
Sementara itu, tragedi kecelakaan di Tol Malang‑Pandaan pada Rabu (15/7/2026) menewaskan lima orang dari rombongan keluarga yang pulang dari liburan di Batu. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di jalan, terutama ketika jamaah hendak kembali ke rumah untuk menunaikan sholat Isya. Keluarga yang terdampak, berasal dari Semampir, Surabaya, kini menjadi duka bagi komunitas setempat.
Dengan beragam peristiwa yang terjadi pada hari ini, umat Muslim di Surabaya dan sekitarnya dihadapkan pada tantangan spiritual maupun sosial. Menjaga konsistensi dalam melaksanakan sholat Isya tepat waktu menjadi wujud kepatuhan terhadap perintah agama, sementara kesadaran akan isu lingkungan dan keselamatan publik harus tetap menjadi prioritas bersama.
Kesadaran kolektif akan pentingnya ibadah, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan dapat memperkuat solidaritas masyarakat. Dengan mengikuti tata cara sholat yang telah dirinci, memanfaatkan jadwal resmi, serta mendukung upaya perbaikan kualitas udara, warga dapat menunaikan kewajiban agama sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan bersama.
Related Posts
Waspada Hoaks, Begini Cara Resmi Cek Status Bansos PKH & BPNT 2026 Secara Online
Skandal Febrie Adriansyah: Jampidsus Kejaksaan di Balik Penggeledahan Besar dan Penjagaan TNI
Eloy Room Bikin Sejarah: 15 Penyimpanan, Curacao Raih Poin Pertama di Piala Dunia 2026
About The Author
Baako Manuela Pradnyani
Masih ingat dulu, Baako Manuela Pradnyani yang dulunya menenggelamkan diri dalam puisi kini tiba‑tiba muncul di ruang redaksi, mengubah kata menjadi berita sejak 2020 di Malang. Ia menghabiskan sorenya menelisik tiap rilis gadget baru sambil menyiapkan komentar tajam untuk turnamen e‑sports favoritnya. Dari meja kuliah sastra ke meja kerja yang dipenuhi monitor, ceritanya selalu terasa seperti obrolan santai antara dua sahabat lama.