Topan Bavi Guncang China: Lebih dari 2 Juta Warga Dievakuasi, 2.800 Penerbangan Dibatal, dan Transportasi Lumpuh Total
Blog Berita daikin-diid – 13 Juli 2026 | Topan Bavi yang bermula sebagai siklon super di wilayah Samudra Pasifik pada awal pekan ini akhirnya menjejakkan kekuatannya ke daratan Tiongkok timur pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Angin kencang mencapai puncak 144 km/jam saat menyentuh Provinsi Zhejiang, sementara sebelum itu Bavi melanda Guam dengan kecepatan 290 km/jam dan menyerang kepulauan Sakishima, Jepang. Sekarang, hampir dua juta warga di sepanjang pesisir timur China berada di zona evakuasi, dengan provinsi Zhejiang mencatat 1,7 juta orang yang dipindahkan ke tempat aman.
Pengungsian massal ini mencakup tidak hanya warga di zona pantai Zhejiang, tetapi juga ribuan penduduk di provinsi tetangga Fujian, Hainan, serta wilayah otonomi Guangxi Zhuang. Pemerintah daerah menutup total semua aktivitas belajar mengajar, perkantoran, dan kegiatan luar ruangan. Sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, serta fasilitas publik lainnya dibatalkan, sementara transportasi publik mengalami gangguan parah.
Transportasi udara menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Platform analitik perjalanan Umetrip melaporkan bahwa lebih dari 2.800 penerbangan dijadwalkan pada Minggu, 12 Juli, harus dibatalkan atau ditunda. Bandara utama di Beijing—Bandara Internasional Ibu Kota (PEK) dan Bandara Internasional Daxing (PKX)—mengalami penutupan sebagian besar jadwal. Di Shanghai, Bandara Internasional Pudong dan Hongqiao menurunkan kapasitas operasional hingga 30 persen. Sebanyak 45 bandara, termasuk yang berada di Nanjing, Hangzhou, Wuhan, Shenyang, Dalian, Chengdu, serta Shanghai, mengeluarkan peringatan badai petir.
Berikut ringkasan pembatalan penerbangan per wilayah utama:
| Wilayah | Penerbangan Dibatalkan |
|---|---|
| Beijing (PEK & PKX) | ≈ 650 |
| Shanghai (PVG & SHA) | ≈ 560 |
| Zhejiang (Hangzhou, Ningbo) | ≈ 420 |
| Fujian (Xiamen) | ≈ 310 |
| Provinsi lain (Nanjing, Chengdu, ds.) | ≈ 860 |
Selain penerbangan, layanan kereta cepat juga ditangguhkan di sejumlah jalur utama. Otoritas perkeretaapian menutup rute di provinsi Zhejiang dan Jiangsu untuk menghindari risiko longsor dan gangguan sinyal akibat hujan lebat. Lebih dari 1.600 layanan kereta api dibatalkan, memaksa ribuan penumpang menunggu informasi lebih lanjut di stasiun.
Curah hujan yang diperkirakan sangat lebat menimbulkan ancaman banjir bandang dan tanah longsor, terutama di daerah dataran rendah Zhejiang dan Fujian. Sebelumnya, badai terkait Bavi menyebabkan setidaknya 17 korban jiwa di Filipina dan 39 kematian di wilayah selatan dan tengah China akibat banjir dan waduk yang jebol. Namun, hingga penulisan laporan ini, belum ada laporan resmi tentang korban jiwa di wilayah yang terkena dampak Bavi.
Warga di kota Wenzhou, dengan populasi hampir 10 juta jiwa, berada dalam status waspada tinggi karena kedekatannya dengan lintasan badai. Foto-foto yang beredar menunjukkan jalan-jalan utama terendam air, pohon-pohon tumbang, dan toko-toko yang berusaha melindungi jendela dengan lakban. Di kota Yuhuan, tim pemadam kebakaran dan SAR harus membersihkan lebih dari 1.300 pohon yang tumbang.
Meski Bavi telah turun menjadi badai tropis parah, volume uap air dalam pita hujannya tetap tinggi, menambah risiko hujan deras berkelanjutan. Badan Meteorologi Tiongkok memperkirakan bahwa hujan lebat akan meluas ke provinsi-provinsi tetangga pada hari berikutnya, memperburuk kondisi banjir dan menghambat upaya pemulihan.
Secara keseluruhan, Topan Bavi memperlihatkan betapa rentannya infrastruktur transportasi dan layanan publik di wilayah pesisir timur China ketika dihadapkan pada fenomena cuaca ekstrim. Upaya evakuasi besar-besaran, penutupan sekolah, serta pembatalan ribuan penerbangan dan layanan kereta menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana alam.
Dengan lebih dari dua juta orang yang telah dipindahkan ke tempat aman dan ribuan jadwal transportasi yang terganggu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan badai dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi tambahan untuk melindungi warga serta meminimalkan kerugian ekonomi.