Tes DNA Revolusioner Janjikan Pengurangan Kemoterapi dan Deteksi Dini Kanker, Namun Hasil Campuran di Inggris
Blog Berita daikin-diid – 30 Mei 2026 | Penelitian terbaru mengungkap dua terobosan penting dalam deteksi kanker berbasis DNA, sekaligus menyoroti tantangan dalam penerapan skala nasional. Sebuah tes DNA baru yang dikembangkan untuk kanker payudara diproyeksikan dapat menghilangkan kebutuhan kemoterapi bagi banyak pasien, sementara tes darah multi-kanker yang dikenal sebagai Galleri menunjukkan hasil yang beragam dalam uji coba tiga tahun yang melibatkan lebih dari 142.000 orang di Inggris.
Menurut tim onkologi yang terlibat dalam pengembangan tes payudara, analisis genetik yang mendeteksi mutasi spesifik pada sel tumor dapat menilai sensitivitas tumor terhadap kemoterapi. Dengan menilai profil DNA tumor, dokter dapat menentukan apakah pasien akan mendapat manfaat signifikan dari kemoterapi atau dapat menghindarinya. “Jika tes ini akurat, kita dapat mengurangi beban fisik dan emosional pasien secara drastis,” ungkap seorang onkologis yang tidak disebutkan namanya dalam wawancara BBC.
Sementara itu, tes darah Galleri yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi asal Amerika, GRAIL, telah diuji dalam program NHS-Galleri. Uji coba melibatkan 142.942 peserta berusia 50 hingga 77 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok: setengah menerima tes darah tahunan selama tiga tahun, dan setengah lagi menjalani skrining konvensional NHS. Tujuan utama uji coba adalah menurunkan proporsi diagnosis kanker pada stadium tiga dan empat.
Hasil akhir menunjukkan bahwa tes Galleri berhasil menurunkan diagnosis kanker stadium empat sebesar lebih dari satu per lima pada tahun kedua dan ketiga skrining. Namun, peningkatan diagnosis pada stadium tiga mengimbangi manfaat tersebut, sehingga tujuan utama uji coba tidak tercapai. Sir Harpal Kumar, Kepala Pejabat Ilmiah GRAIL, menjelaskan, “Peningkatan kanker stadium tiga diperkirakan berasal dari pergeseran stadium empat yang terdeteksi lebih awal, namun hal ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.”
Para ahli menyoroti bahwa meskipun tidak memenuhi target utama, temuan ini memberikan harapan bagi kanker yang sebelumnya sulit dideteksi, seperti kanker ovarium dan pankreas. Julie Gralow, Kepala Medis GRAIL, menegaskan, “Kami tetap optimis karena tes ini menunjukkan kemampuan mendeteksi kanker mematikan sebelum gejala muncul, dan secara teknis dapat diimplementasikan secara luas di NHS.”
- Ukuran uji coba: 142.942 peserta, usia 50-77 tahun.
- Durasi: tiga tahun, tes tahunan.
- Biaya: £150 juta.
- Hasil utama: penurunan kanker stadium empat >20%; tidak ada penurunan signifikan pada kanker stadium tiga.
Prof. Richard Houlston dari Institute of Cancer Research menambahkan, “Evaluasi yang sahih memerlukan studi jangka panjang yang menilai tingkat kelangsungan hidup, namun hal itu dapat memakan dua dekade, sementara teknologi terus berkembang.” Pandangan ini menyoroti dilema etis dan praktis dalam menguji teknologi medis yang cepat berubah.
Di sisi lain, tes DNA untuk kanker payudara yang diharapkan dapat mengeliminasi kemoterapi menimbulkan optimism. Penelitian tersebut belum melalui uji coba skala nasional seperti Galleri, namun data awal menunjukkan bahwa pasien dengan profil genetik tertentu dapat menghindari kemoterapi tanpa mengorbankan efektivitas pengobatan. Seorang pasien yang pernah menjalani kemoterapi mengungkapkan, “Jika saya tahu sejak awal bahwa saya tidak membutuhkan kemoterapi, saya tidak akan mengalami efek samping yang berat.”
Gabungan temuan ini menggambarkan lanskap deteksi kanker yang dinamis: inovasi teknologi DNA memberikan potensi revolusioner, namun implementasi massal memerlukan bukti klinis yang kuat dan evaluasi biaya-manfaat. Pemerintah Inggris, melalui NHS, tampak berhati-hati dalam mengadopsi tes Galleri secara luas, sementara komunitas medis internasional terus meneliti cara mengoptimalkan penggunaan tes DNA untuk berbagai jenis kanker.
Kesimpulannya, terobosan DNA dalam onkologi menjanjikan pengurangan signifikan pada penggunaan kemoterapi untuk kanker payudara serta deteksi dini kanker mematikan melalui tes darah multi-kanker. Namun, hasil campuran dari uji coba Galleri menekankan perlunya data longitudinal yang lebih mendalam sebelum kebijakan kesehatan publik dapat mengintegrasikan tes tersebut secara rutin. Penelitian lanjutan dan kolaborasi antara lembaga kesehatan, perusahaan bioteknologi, dan komunitas ilmiah akan menjadi kunci dalam mewujudkan harapan nyata bagi jutaan pasien kanker di seluruh dunia.