Sean Brady Hajar Buckley di UFC 328, Naik Peringkat dan Sorotan Taruhan Aneh
Blog Berita daikin-diid – 10 Mei 2026 | Sabtu malam, 9 Mei 2026, arena Prudential Center di Newark, New Jersey menyaksikan pertarungan welterweight yang menjadi sorotan utama pada kartu utama UFC 328. Sean Brady, petarung berperingkat keenam di divisi 170 pon, mengalahkan lawannya, Joaquin Buckley, yang berada pada peringkat kesembilan, dengan dominasi total selama tiga ronde. Kemenangan ini tidak hanya memperbaiki catatan Brady yang sempat tergores oleh TKO melawan Michael Morales di UFC 322, tetapi juga menggerakkan posisi peringkatnya secara signifikan.
Sejak bel berbunyi, kedua atlet tampak mencari jarak dan ritme. Buckley membuka dengan kombinasi tendangan tinggi yang gagal mengena, sementara Brady menjawab dengan jab cepat dan mencoba mengunci clinch. Pada menit pertama, Brady berhasil menurunkan Buckley ke matras setelah menahan tendangan tubuh lawan dan mengamankan posisi half‑guard. Dari situ, ia beralih ke mount penuh dan melancarkan serangan pukulan keras yang memaksa Buckley berusaha melarikan diri tanpa hasil.
Ronde kedua memperlihatkan taktik grappling Brady yang semakin menguasai. Ia mengeksekusi takedown kedua kalinya, meluncur ke side control, dan kemudian kembali ke mount. Serangkaian pukulan hammer fist dan elbow menghujam Buckley yang semakin kelelahan. Meskipun Buckley sempat bangkit kembali, Brady langsung menyusul dengan takedown lagi, menegakkan dominasi posisi atas yang hampir tak terhentikan.
Ronde ketiga menjadi bukti akhir keunggulan teknis Brady. Setelah serangkaian percobaan single‑leg yang gagal, ia berhasil melakukan double‑leg takedown, kembali ke half‑guard, dan kemudian mount. Dengan total 245 pukulan signifikan dibandingkan hanya 21 pukulan dari Buckley, hasil akhir jelas berpihak pada Brady yang memenangkan pertarungan lewat keputusan juri.
Selain aksi di oktagon, pertandingan ini menarik perhatian khusus karena pergerakan odds taruhan yang tidak biasa. Pada awal minggu, Brady tercatat sebagai favorit dengan odds sekitar -180 di sebagian besar sportsbook. Namun, menjelang pertandingan pada sore hari, odds tiba‑tiba berbalik drastis: Buckley menjadi favorit dengan odds -205, bahkan mencapai -250 pada beberapa platform, sementara odds Brady berubah menjadi +170 hingga +210. Beberapa sportsbook menutup taruhan prop dan menurunkan limit pada moneyline, menandakan adanya pola taruhan yang dianggap “abnormal”.
Pergerakan odds yang tajam ini mengingatkan pada insiden serupa pada UFC 324, di mana pertarungan antara Alexander Hernandez dan Michael Johnson dibatalkan karena aktivitas taruhan yang mencurigakan. Meskipun tidak ada bukti konklusif bahwa ada kecurangan dalam pertarungan Brady‑Buckley, fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan pengamat dan regulator taruhan olahraga.
- Statistik Pertarungan:
- Sean Brady: 4 takedown, 245 total strikes, 18‑2 rekor MMA.
- Joaquin Buckley: 0 takedown, 21 total strikes, 21‑7 rekor MMA.
- Durasi pertarungan: 15 menit (3 ronde).
Kemenangan ini mengangkat Sean Brady kembali ke peta kontender utama welterweight UFC. Dengan kemenangan dominan atas Buckley, peringkatnya naik satu posisi menjadi nomor lima, menempatkannya lebih dekat ke peluang melaju ke pertarungan judul. Di sisi lain, Buckley harus mengevaluasi kembali strategi ground game‑nya yang tampak lemah melawan lawan yang lebih berpengalaman dalam grappling.
Secara keseluruhan, UFC 328 tidak hanya memberikan aksi spektakuler di dalam kandang, tetapi juga memunculkan diskusi penting tentang integritas taruhan dalam olahraga bela diri. Penyelidikan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan oleh otoritas pengawas taruhan untuk memastikan tidak ada manipulasi yang merusak reputasi UFC. Bagi para penggemar, pertarungan ini menegaskan bahwa Sean Brady masih menjadi ancaman nyata bagi siapa pun di divisi welterweight, sementara kejadian taruhan yang aneh menambah lapisan misteri di balik layar dunia MMA.