Purbaya Copot Dua Dirjen Kemenkeu, Plh Isi Sementara dan Rencana Pengisian Menjelang Mei 2026
Blog Berita daikin-diid – 24 April 2026 | Jakarta, 23 April 2026 – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan perombakan signifikan pada jajaran eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan mencopot dua pejabat strategis, yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu, serta Dirjen Anggaran, Luky Alfirman. Keputusan itu resmi berlaku sejak Selasa, 21 April 2026, dan langsung diikuti penunjukan Pelaksana Harian (Plh) untuk menjaga kelangsungan operasional kementerian.
Purbaya menjelaskan bahwa kedua pejabat tersebut tidak langsung diberikan jabatan baru, melainkan diberikan waktu “istirahat” sementara sambil dipertimbangkan penempatan yang lebih sesuai dengan keahlian masing‑masing. “Sudah dikasih Plh sekarang, dari kemarin sore sudah aktif,” tegas Purbaya saat konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (22/4). Ia menambahkan, “Nanti saya cari tempat yang pas buat mereka,” menandakan adanya rencana penyesuaian jabatan di masa depan.
Penggantian ini meninggalkan tiga kursi panas di tingkat eselon I yang belum terisi secara definitif:
- Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal (sebelumnya dijabat oleh Febrio Nathan Kacaribu)
- Dirjen Anggaran (sebelumnya dijabat oleh Luky Alfirman)
- Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK), yang kosong setelah Masyita Crystallin dipindahkan ke PT Danantara Investment Management (Persero) pada Februari 2026.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Kemenkeu telah memulai proses seleksi kandidat terbaik. Nama‑nama calon pengganti direncanakan akan diajukan secara kolektif kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada awal atau pertengahan Mei 2026. “Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,” kata Purbaya.
Profil singkat kedua Dirjen yang dicopot memberikan gambaran tentang kualitas sumber daya manusia yang terlibat. Luky Alfirman, sarjana Teknik Industri ITB, melanjutkan studi S2 dan S3 di University of Colorado. Kariernya di Kemenkeu dimulai pada 1 Maret 1995, termasuk menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, serta Dirjen Perimbangan Keuangan sebelum akhirnya dilantik sebagai Dirjen Anggaran pada 23 Mei 2025.
Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, pada 27 Februari 1978. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (2002), Master of International & Development Economics di Australian National University (2005), dan Ph.D. di bidang ekonomi dari University of Kansas (2012). Sebelum masuk Kemenkeu, ia pernah menjadi dosen dan peneliti di UI serta mengisi posisi Kepala Riset Makroekonomi dan Keuangan di LPEM. Pada 3 April 2020, ia diangkat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan pada 23 Mei 2025 dilantik sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal hingga diberhentikan pada 21 April 2026.
Selain perubahan struktural, Kemenkeu juga melakukan penataan internal dengan pelantikan lima pejabat eselon II berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 94 Tahun 2026. Penempatan tersebut mencakup Sekretariat Jenderal hingga Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), memastikan bahwa roda organisasi tetap berputar meskipun terjadi transisi kepemimpinan.
Penggantian pejabat senior ini menimbulkan spekulasi mengenai motivasi di balik keputusan Purbaya. Analis politik menilai bahwa perombakan tersebut mencerminkan upaya Menteri Keuangan untuk menata kembali tim inti guna mempercepat program-program ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi dan pertumbuhan yang melambat. Sementara itu, Purbaya menegaskan bahwa fokus utama tetap pada percepatan pelaksanaan kebijakan ekonomi, bukan sekadar pergantian nama.
Keputusan ini juga menambah dinamika politik dalam proses seleksi Dirjen, mengingat bahwa nama‑nama calon harus mendapatkan persetujuan presiden. Proses seleksi yang transparan dan berbasis meritokrasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Kemenkeu.
Secara keseluruhan, perombakan jabatan di Kemenkeu menunjukkan langkah strategis Pemerintah untuk menyesuaikan sumber daya manusia dengan kebutuhan kebijakan fiskal dan anggaran yang lebih dinamis. Dengan proses seleksi yang dijadwalkan selesai pada pertengahan Mei, diharapkan tiga posisi eselon I akan terisi kembali secara definitif, memperkuat struktur kepemimpinan Kementerian Keuangan dalam mengelola perekonomian negara.