Pre-Season Friendlies: Dari Dijon hingga Celtic, Mengungkap Krisis Persiapan Musim Baru
Blog Berita daikin-diid – 16 Juli 2026 | Persiapan menjelang kompetisi utama selalu diwarnai dengan serangkaian pertandingan persahabatan (friendlies) yang menjadi cermin kondisi tim. Pada pekan ini, dua agenda menarik muncul di kancah Eropa: pertandingan hybrid antara Dijon dan UNFP di Prancis, serta laga pra-musim Celtic melawan tim asal Portugal yang menuai kritik tajam. Kedua peristiwa ini menyoroti dinamika berbeda—satu menampilkan peluang bagi pemain lepas kontrak, lainnya mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kesiapan skuad.
Di Dijon, pertandingan hybrid yang dijadwalkan pada Senin, 31 Agustus pukul 20:45, menjadi sorotan karena melibatkan UNFP FC, sebuah tim yang dibentuk khusus untuk menampung 26 pemain tanpa kontrak. Di antara mereka, tiga nama menonjol: Alexandre Oukidja, Vincent Koziello, dan Florentin Pogba. Keputusan UNFP untuk menggelar kamp pelatihan dan pertandingan persahabatan ini memberi peluang bagi para pemain yang belum menemukan klub permanen, sekaligus menjadi ajang evaluasi bagi klub-klub Ligue 2 yang mencari reinforcemen. Sementara itu, klub lokal FBBP 01 telah mengontrak kiper baru, Lenny Montfort, dari Dijon, menandakan pergerakan pemain yang sering kali terjadi bersamaan dengan agenda friendlies.
Di sisi lain, Celtic FC menggelar laga pra-musim melawan tim Portugal yang berujung kekalahan menyakitkan. Meskipun hasil akhir bukan satu-satunya fokus, penampilan tim Skotlandia dinilai jauh di bawah harapan. Menurut pengamat, pertandingan tersebut memperlihatkan “kemiskinan skuad” dengan banyak posisi yang belum terisi secara memuaskan. Kritik tajam muncul terkait kurangnya urgensi dalam proses transfer, serta penurunan kualitas pemain inti yang sebagian besar diprediksi akan meninggalkan klub pada akhir musim.
Berikut poin-poin utama yang dapat diambil dari kedua peristiwa tersebut:
- Kesempatan bagi pemain lepas kontrak: UNFP FC menyediakan panggung bagi 26 pemain tanpa klub, termasuk mantan pemain Ligue 1, untuk menunjukkan kualitas dan menarik minat tim lain.
- Strategi klub dalam memanfaatkan friendlies: Dijon memanfaatkan pertandingan melawan UNFP untuk menguji taktik dan menilai pemain potensial, sementara Celtic gagal memanfaatkan laga persahabatan sebagai ujian kesiapan taktis.
- Implikasi transfer: Kiper Lenny Montfort pindah ke FBBP 01 menandakan pergerakan pemain di tingkat Ligue 2, sedangkan Celtic tampak stagnan dengan hanya menambah satu pemain baru menjelang musim baru.
- Respons pendukung: Antusiasme penonton pada laga Celtic sangat rendah, menandakan kekecewaan publik terhadap manajemen klub.
- Pengaruh jadwal: Pertandingan pada Senin malam di Dijon menandai kembalinya AS Saint-Étienne ke jadwal Senin, sebuah hal yang belum terjadi selama lebih dari dua tahun.
Secara keseluruhan, friendlies tidak hanya sekadar pertandingan latihan. Bagi klub-klub yang berada dalam proses restrukturisasi atau mencari pemain baru, laga ini menjadi arena penting untuk menilai taktik, kebugaran, dan potensi transfer. Namun, bila tidak dimanfaatkan secara optimal, seperti yang terjadi pada Celtic, hasilnya dapat memperburuk persepsi publik dan menambah tekanan pada manajemen menjelang kompetisi resmi.
Ke depan, harapan bagi Dijon adalah dapat memanfaatkan jaringan UNFP untuk memperkuat skuad, sementara Celtic harus segera menata kembali strategi transfer dan meningkatkan intensitas latihan agar tidak kembali ke titik kritis menjelang kompetisi utama. Dengan menggabungkan pelajaran dari kedua skenario, klub dapat lebih bijak dalam memanfaatkan friendlies sebagai batu loncatan menuju musim yang kompetitif.