PPG 2026: Ribuan Guru Siap Raih Sertifikasi, Jadwal Lengkap, Syarat Ketat, dan Bantuan Rp17 Juta
Blog Berita daikin-diid – 30 Juni 2026 | Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2026 kembali digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai upaya mempercepat penuntasan sertifikasi pendidik di seluruh Indonesia. Program ini terbagi menjadi dua jalur utama, yakni PPG bagi Calon Guru dan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 2, dengan total lebih dari enam puluh ribu guru terpilih yang sudah dipanggil untuk mengikuti rangkaian seleksi.
Jadwal pendaftaran resmi dibuka pada 27 Juni 2026 dan berakhir 25 Juli 2026. Seleksi administrasi diumumkan antara 26‑28 Juli, diikuti pencetakan kartu peserta 28 Juli‑2 Agustus, serta pelaksanaan tes substantif pada 3‑7 Agustus. Hasil tes substantif keluar pada 26 Agustus, sementara jadwal wawancara diumumkan 29 Agustus dan dilaksanakan 31 Agustus‑16 September. Seleksi berakhir dengan pengumuman akhir pada 21 September 2026.
Berikut rangkaian tahapan secara singkat:
- Pendaftaran online melalui portal resmi PPG (ppg.kemendikdasmen.go.id) dengan pembuatan akun SIMPKB.
- Verifikasi email dan konfirmasi pendaftaran.
- Seleksi administrasi.
- Tes substantif.
- Wawancara.
- Lapor diri, orientasi, dan pembelajaran mandiri (untuk Guru Tertentu Tahap 2).
- Uji Kompetensi Peserta PPG (UKPPPG) dan penerbitan Sertifikat Pendidik.
Persyaratan umum bagi calon peserta meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah pada basis data Dapodik atau Simpatika.
- Usia maksimal 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.
- Memiliki gelar S‑1 atau D‑IV yang terdaftar pada PD‑Dikti atau penyetaraan ijazah luar negeri.
- IPK minimal 3,00.
- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik, serta bebas NAPZA.
- Pakta integritas dan kontak email serta nomor handphone aktif.
Selain persyaratan akademik, peserta wajib mengunggah pas foto berlatarnya biru dengan pakaian formal: kemeja putih, dasi hitam bagi pria, dan jilbab hitam bagi perempuan berhijab.
Program PPG bagi Calon Guru menanggung biaya kuliah selama dua semester di LPTK penyelenggara, masing‑masing sebesar Rp 8.500.000. Pemerintah menyediakan bantuan sebesar Rp 17.000.000 bagi setiap peserta yang lolos seleksi, sehingga beban finansial menjadi lebih ringan.
Untuk PPG Guru Tertentu Tahap 2, Kemendikdasmen telah memanggil sebanyak 60.896 guru dari seluruh provinsi, termasuk wilayah luar negeri. Provinsi dengan peserta terbanyak adalah Jawa Barat (8.565 guru), diikuti Jawa Timur (6.548), Sumatera Utara (4.425), dan Jawa Tengah (3.964). Data tersebut tercermin dalam tabel berikut:
| Provinsi | Jumlah Guru Dipanggil |
|---|---|
| Jawa Barat | 8.565 |
| Jawa Timur | 6.548 |
| Sumatera Utara | 4.425 |
| Jawa Tengah | 3.964 |
| Provinsi Lain | 37.394 |
Guru yang dipanggil wajib mengonfirmasi kesediaan melalui akun SIMPKB pada periode 22‑28 Juni 2026, melaporkan diri 1‑4 Juli, dan mengikuti orientasi pada 8 Juli. Pembelajaran mandiri dilaksanakan melalui platform Ruang GTK dari 8 Juli hingga 12 Agustus, sebelum mengikuti UKPPPG. Lulus seluruh tahapan akan memperoleh Sertifikat Pendidik, yang sekaligus menjadi syarat utama untuk mendapatkan tunjangan profesi sesuai peraturan UU Nomor 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017.
Secara keseluruhan, PPG 2026 menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Dengan jadwal yang terstruktur, persyaratan yang jelas, serta dukungan finansial pemerintah, diharapkan ribuan calon guru dan guru tertentu dapat menyelesaikan proses sertifikasi secara efisien, memperkuat kompetensi profesional, dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
Implementasi program ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menyiapkan tenaga pengajar yang siap menghadapi tantangan abad 21, sekaligus memberikan insentif yang menarik bagi para pendidik yang bertekad meningkatkan kualitas diri.
Related Posts
Iran Ancaman Tutup Laut Merah dan Teluk: Dampak Besar bagi Perdagangan Global
Starlink dan SpaceX: Dari Tragedi Starobilsk hingga Rencana IPO Terbesar dalam Sejarah
Jaylin Williams dan Isaiah Joe Dihormati Kota: Dua Jalan di Fort Smith Diubah Nama Sebagai Penghargaan
About The Author
Fairley Kaneesa
Kalau bukan karena terobsesi mengatur kabel di pabrik, Fairley Kaneesa lebih suka menelusuri lorong‑lorong Tangerang dengan kamera, sambil mengumpulkan buku‑buku sejarah yang lebih tua daripada Wi‑Fi di rumahnya. Karier menulisnya mulai meletup pada 2012, saat ia memutuskan bahwa rumus teknik bisa dijadikan bahan satire dalam novel‑novelnya. Sekarang, antara memotret kebisingan jalanan dan mengotak‑atik mesin, ia menulis sambil sesekali mengoreksi fakta sejarah yang ternyata lebih dramatis daripada drama Korea.