Persela Lamongan Terpuruk: Dari Kekalahan Tipis di Liga 1 2020 hingga Derita 5-0 di Pegadaian Championship 2026

Blog Berita daikin-diid – 04 Mei 2026 | Persela Lamongan kembali menjadi sorotan negatif setelah menelan serangkaian kekalahan yang memperburuk posisi klasemen. Pada musim 2020, Laskar Joko Tingkir terpaksa menerima kekalahan tipis 2-1 dari Borneo FC dalam laga Shopee Liga 1. Kiper senior Alfonsus Kelvan menjadi pahlawan pada menit ke-68 dengan menepis tendangan keras Rifal Lastori, namun pertahanan Persela tidak mampu menahan serangan balasan Borneo yang berujung pada gol penentu.

Setelah pertandingan tersebut, Persela mencatatkan kekalahan beruntun ketiga, menambah beban mental tim yang sudah berada di dasar klasemen sementara dengan nol poin. Sementara Borneo FC melaju ke peringkat kedua dengan enam poin, Persela tampak terperosok tanpa arah.

Persib dan Borneo FC Berbagi Poin, Bojan Hodak Siapkan Lima Laga Penentu di BRI Super League
Baca juga:
Persib dan Borneo FC Berbagi Poin, Bojan Hodak Siapkan Lima Laga Penentu di BRI Super League

Empat tahun kemudian, nasib serupa kembali menghantui klub. Pada 3 Mei 2026, Persela menjadi korban telak 5-0 dari Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, dalam laga pamungkas Pegadaian Championship 2025/2026. Gol-gol Kendal didominasi oleh Felipe Ryan (menit 45), Akbar Firmansyah (menit 61), Ibnu Hajar (menit 82), serta brace Kushedya Hari Yudo (menit 91 dan 96). Skor besar ini menegaskan kesenjangan kualitas antara kedua tim.

Pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keeljes, memuji strategi transisi cepat dan kerja kolektif yang berhasil menutup musim dengan catatan impresif. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil kerja keras seluruh elemen tim, termasuk manajemen yang meningkatkan anggaran untuk memperkuat skuad menjelang musim depan.

Sementara itu, manajer Persela tidak mengeluarkan pernyataan resmi pada saat itu, namun laporan internal mengindikasikan bahwa klub sedang mengevaluasi performa pemain dan taktik. Kekalahan telak menurunkan poin Persela menjadi 42, menempatkan mereka di peringkat lima klasemen akhir, jauh di belakang rival utama seperti PSS Sleman yang berhasil promosi ke BRI Super League.

Borneo FC Tancap Semen Padang 3-0, Lefundes Siapkan Kudeta ke Puncak Persib!
Baca juga:
Borneo FC Tancap Semen Padang 3-0, Lefundes Siapkan Kudeta ke Puncak Persib!

Berbagai faktor menjadi penyebab menurunnya performa Persela. Pertama, kurangnya konsistensi di lini pertahanan, terbukti dari kebobolan berulang baik di Liga 1 2020 maupun di Championship 2026. Kedua, pergantian pemain yang tidak diimbangi dengan adaptasi taktis yang memadai. Ketiga, keterbatasan finansial yang menghambat kemampuan klub untuk merekrut pemain berkualitas.

Analisis statistik menunjukkan bahwa Persela mencatatkan rata-rata kepemilikan bola hanya 42% selama dua pertandingan kritis tersebut, sementara angka tembakan ke gawang hanya tiga kali, jauh di bawah rata-rata lawan yang masing‑masing mencetak lebih dari sepuluh tembakan. Dalam konteks ini, peran kiper Alfonsus Kelvan pada 2020 menjadi satu‑satunya sorotan positif, namun tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.

Di sisi lain, Kendal Tornado FC menegaskan rencana peningkatan anggaran miliaran rupiah serta program penghargaan bagi pemain, termasuk perjalanan umrah. Pemilik klub Junianto menuturkan bahwa keberhasilan 5-0 melawan Persela menjadi bukti bahwa investasi tersebut mulai membuahkan hasil dan menyiapkan tim untuk bersaing di Liga 1 musim depan.

PSS Sleman Raih Tiket Promosi ke Liga 1 Usai Kemenangan 3-0 atas PSIS, Sementara Semen Padang Tersungkur ke Liga 2
Baca juga:
PSS Sleman Raih Tiket Promosi ke Liga 1 Usai Kemenangan 3-0 atas PSIS, Sementara Semen Padang Tersungkur ke Liga 2

Dengan dua episode kekalahan yang mencolok, tekanan terhadap manajemen Persela semakin besar. Dukungan suporter, yang dikenal dengan sebutan “The Lobster”, tetap setia namun menuntut perubahan nyata. Pengamat sepak bola menilai bahwa klub harus segera memperkuat lini belakang, memperbaiki pola serangan, serta meningkatkan profesionalisme di semua level operasional.

Kesimpulannya, Persela Lamongan berada pada titik kritis dalam sejarah klub. Dari kekalahan tipis di Liga 1 2020 hingga penghujungan 5-0 di Championship 2026, pola yang sama muncul: ketidaksiapan taktis, kelemahan defensif, dan keterbatasan sumber daya. Jika tidak ada perombakan signifikan, peluang Persela untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas akan semakin kecil.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

perihokianalisa lintas algoritma sinkronisasi pola jitu mahjong wild deluxe gates of olympus probabilitas dadu sicboarsitektur strategi hybrid integrasi taktik paten baccarat pola presisi mahjong ways 2 pgsoft starlight princessprotokol rtp live yang terintegrasi strategi blackjack volatilitas mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanzadialektika probabilitas analisa presisi pola mahjong ways 2 pgsoft integrasi strategi roulette wild west goldrekayasa peluang cara membedah strategi mahjong wins 3 pragmatic sugar rush kalkulasi taktis sv388observasi taktik dan gaya permainan terbaru yang dimiliki lucky nekorasio peningkatan taktik mahjong ways semakin terlihat di pg softstrategi mahjong ways untuk terjun di permainan online semakin meningkatkan di tahun 2026struktur permainan mahjong ways dengan penilaian casino onlinestudi banding teknik wild bounty showdown pastikan roulette alami peningkatan