Passportgate NAC Breda: Ancaman 133 Laga Ulang Guncang Liga Belanda

Blog Berita daikin-diid – 03 Mei 2026 | Kasus paspor yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Dean James, kembali mencuat dan kini mengancam kestabilan kompetisi Eredivisie. Pada pertandingan tanggal 15 Maret 2026, NAC Breda mengalami kekalahan telak 0-6 melawan Go Ahead Eagles. Setelah laga selesai, pihak klub menemukan bahwa James tidak memiliki izin kerja yang sah di Belanda, karena ia telah melepaskan kewarganegaraan Belanda setelah memperoleh paspor Indonesia pada tahun lalu.

Keputusan James untuk beralih kewarganegaraan memicu kontroversi hukum yang cukup luas. Menurut peraturan KNKN, pemain yang tidak lagi memegang paspor Belanda harus memiliki izin kerja khusus untuk dapat bermain di liga domestik. Tanpa izin tersebut, penampilan James dianggap melanggar regulasi, sehingga NAC Breda mengajukan gugatan resmi ke KNVB pada 19 Maret 2026.

Insiden Cedera dan Permintaan Maaf Hubner di Laga Fortuna Sittard vs NAC Breda Pecahkan Klasemen Eredivisie
Baca juga:
Insiden Cedera dan Permintaan Maaf Hubner di Laga Fortuna Sittard vs NAC Breda Pecahkan Klasemen Eredivisie

Gugatan tersebut tidak hanya menyoroti satu pemain. Dalam beberapa minggu berikutnya, klub mengungkap bahwa sekitar 25 pemain lain di Eredivisie memiliki status serupa, meliputi warga negara Indonesia, Suriname, dan Cape Verde yang sebelumnya terdaftar sebagai pemain Belanda. Jika keputusan pengadilan memihak NAC, potensi pembatalan atau pengulangan pertandingan dapat meluas hingga 133 laga, sebuah skenario yang dapat mengacaukan jadwal kompetisi hingga akhir musim.

Pihak KNVB menanggapi dengan peringatan serius. Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, menyatakan bahwa keputusan yang menguntungkan NAC dapat menimbulkan “mimpi buruk penjadwalan” dan memaksa liga untuk mengulang lebih dari seratus pertandingan. Rasa cemas ini menular ke klub-klub lain, termasuk Ajax dan Feyenoord, yang juga melaporkan pemain dengan status kewarganegaraan ganda.

Sementara proses hukum berjalan, performa lapangan NAC Breda tidak menunjukkan perbaikan. Pada 2 Mei 2026, tim tersebut kembali kalah 1-0 dari FC Utrecht di Stadion Galgenwaard. Pertandingan berlangsung sengit hingga menit ke-86, ketika Dani de Wit mencetak gol penentu melalui sundulan setelah VAR mengonfirmasi gol tersebut. NAC bermain hampir sepanjang laga dengan sepuluh pemain setelah Mohamed Nassoh menerima kartu merah karena pelanggaran keras.

Kekalahan beruntun tersebut menambah ketegangan di antara suporter. Kelompok pendukung seperti Breda Loco’s, Fr0nt76, dan Vak-G menggelar aksi protes terhadap Pierre van Hooijdonk, penasihat teknis NAC yang sekaligus menjadi analis di NOS. Spanduk‑spanduk berisi sindiran tajam, seperti “Pierre, pergilah” dan “Masih Ada Kekacauan (NAC)”, menghiasi tribun tamu De Galgenwaard. Kritik mereka dipicu oleh dugaan campur tangan Van Hooijdonk dalam transfer putranya, Sydney James, yang meninggalkan klub tanpa biaya transfer meskipun kontrak masih berlaku.

Di luar arena, media internasional juga meliput perkembangan ini. Reuters menyoroti bahwa keputusan pengadilan dapat membuka “gerbang banjir” tantangan hukum di lebih dari 100 pertandingan, mengancam penyelesaian musim yang sudah terganggu oleh Piala Dunia 2026. Profesor hukum olahraga Marjan Olfers menekankan bahwa renuncia kewarganegaraan Belanda secara otomatis menjadikan pemain sebagai warga asing di bawah hukum Belanda, sehingga izin kerja menjadi wajib.

Drama Persaingan Promosi dan Krisis Paspor: Eerste Divisie Jadi Panggung Utama Klub Belanda dan Bintang Indonesia
Baca juga:
Drama Persaingan Promosi dan Krisis Paspor: Eerste Divisie Jadi Panggung Utama Klub Belanda dan Bintang Indonesia

Jika putusan pengadilan mendukung NAC, konsekuensinya tidak hanya pada jadwal, tetapi juga pada integritas kompetisi. Klub-klub yang telah memenangkan atau kehilangan poin karena pemain yang dianggap tidak sah dapat meminta penyesuaian klasemen. Dampak finansial bagi sponsor, broadcaster, serta hak siar juga diperkirakan akan signifikan, mengingat Eredivisie merupakan produk utama pasar sepak bola Eropa.

Sejauh ini, sidang pada 28 April 2026 di Pengadilan Utrecht belum menghasilkan keputusan final. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 4 Mei 2026, dan seluruh mata dunia sepak bola menantikan hasilnya. Sementara itu, KNVB berjanji akan meninjau regulasi terkait kewarganegaraan ganda dan izin kerja, guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Kasus ini menegaskan betapa keputusan pribadi pemain tentang kewarganegaraan dapat berimplikasi luas bagi klub, liga, dan bahkan kebijakan nasional. Dengan ribuan pendukung menanti kejelasan, nasib NAC Breda, Dean James, dan 133 pertandingan Eredivisie masih berada di ujung tanduk, menunggu keputusan hukum yang akan menentukan apakah musim 2025/2026 dapat berlanjut atau harus diulang secara menyeluruh.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dog69perihokianalisa lintas algoritma sinkronisasi pola jitu mahjong wild deluxe gates of olympus probabilitas dadu sicboarsitektur strategi hybrid integrasi taktik paten baccarat pola presisi mahjong ways 2 pgsoft starlight princessprotokol rtp live yang terintegrasi strategi blackjack volatilitas mahjong wins 3 pragmatic sweet bonanzadialektika probabilitas analisa presisi pola mahjong ways 2 pgsoft integrasi strategi roulette wild west goldrekayasa peluang cara membedah strategi mahjong wins 3 pragmatic sugar rush kalkulasi taktis sv388