Nilson Angulo Bawa Ecuador Menaklukkan Jerman, Catat Sejarah di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 26 Juni 2026 | Ecuador mencatat kemenangan dramatis atas Jerman dengan skor 2‑1 pada laga pamungkas Grup E Piala Dunia 2026 yang digelar di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, pada dini hari WIB 26 Juni 2026. Setelah ketinggalan lewat gol cepat Leroy Sane pada menit kedua, La Tri berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan luar kotak penalti Nilson Angulo pada menit kesembilan. Angulo, yang menembakkan bola melengkung ke sudut kanan bawah gawang Manuel Neuer, menjadi pencetak gol pertama Ecuador di turnamen ini dan sekaligus mengakhiri masa tanpa gol selama 242 menit.
Serangan pembuka Angulo berawal dari intersepsi Pedro Vite terhadap Felix Nmecha di tengah lapangan. Vite kemudian mengirimkan umpan terobosan kepada Angulo yang berada di sisi kiri serang. Dengan kecepatan dan teknik dribel yang menonjol, Angulo menyiapkan tembakan keras yang meluncur tepat ke pojok kanan bawah, melewati jangkauan Neuer yang terkesan lambat bereaksi. Gol tersebut tidak hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga menandai momen penting bagi karier pemain Sunderland berusia 23 tahun tersebut, yang baru saja menembus fase grup dengan performa gemilang.
Kedua tim terus beradu serangan. Jerman menguasai bola hingga 76 % dan hampir memperpanjang keunggulan lewat sundulan Kai Havertz pada menit ke‑25, namun Hernán Galindéz berhasil menangkis bola dengan penyelamatan krusial. Di babak kedua, wasit Tori Penso sempat memberi sinyal penalti untuk Jerman setelah Joel Ordoñez diduga melakukan pelanggaran keras di dalam area, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR. Momen kontroversial ini menjadi titik balik bagi Ecuador, yang semakin berani menekan secara terbuka.
Pada menit ke‑77, Gonzalo Plata menambah keunggulan Ecuador dengan gol penutup setelah Kevin Rodríguez menyundul umpan sudut ke dekat tiang gawang, lalu Plata mengeksekusi tembakan keras yang menembus jaring Neuer. Dengan hasil 2‑1, Ecuador tidak hanya meraih tiga poin penting, tetapi juga memastikan tempat di fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, mengakhiri perjuangan mereka di grup dengan empat poin.
Penampilan Nilson Angulo memperoleh rating tertinggi kedua di antara skuad Ecuador menurut data Fotmob, dengan nilai 8,4, hanya tertinggal rekan setim Pedro Vite yang mencatat 8,7. Selama 85 menit bermain, Angulo berhasil menyelesaikan 18 umpan sukses dari total 23, mencatat empat dribel berhasil, serta menampilkan akurasi tembakan jarak jauh yang terbukti menentukan hasil pertandingan.
Selain kontribusi di lapangan, latar belakang Angulo juga menambah warna pada kisah heroiknya. Lahir pada 19 Juni 2003 di Quinindé, Ecuador, ia mengasah kemampuan bermain di jalanan sebelum bergabung dengan akademi Independiente del Valle pada 2015. Setelah meniti karier di LDU Quito, Angulo pindah ke R.S.C. Anderlecht pada Juni 2022. Musim 2025‑26 menjadi musim terobosnya, di mana ia menunjukkan kecepatan, kontrol bola, dan keberanian menantang bek lawan, menjadikannya salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Amerika Selatan.
Kemenangan melawan Jerman menjadi sejarah baru bagi Ecuador. Ini merupakan pertemuan pertama mereka mengalahkan tim empat kali juara dunia tersebut, sekaligus mengukir rekor tak pernah mencetak gol selama 242 menit di Piala Dunia. Dengan melaju ke babak 32 besar, La Tri kini menatap peluang lebih besar untuk menembus babak selanjutnya, sementara Jerman tetap melaju sebagai juara grup meski harus menelan kekalahan pertama di turnamen.
Secara keseluruhan, penampilan Nilson Angulo tidak hanya memberikan gol krusial, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai pemain kunci dalam strategi ofensif Ecuador. Keberhasilan Ecuador mengalahkan salah satu raksasa sepakbola dunia menegaskan bahwa tekad, strategi balasan cepat, dan kualitas individu seperti Angulo dapat mengubah alur kompetisi pada level tertinggi.