Nama Baik Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq Terancam: Keluarga Lapor Akun Hoaks, Ultimatum 48 Jam!
Blog Berita daikin-diid – 01 Mei 2026 | Jakarta Selatan – Keluarga penyanyi dan artis populer Sonny Septian serta Fairuz A Rafiq kembali menjadi sorotan publik setelah melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyebarkan hoaks tentang perceraian mereka. Melalui kuasa hukumnya, keluarga tersebut menegaskan langkah tegas untuk melindungi nama baik yang dianggap tercemar oleh pemberitaan miring.
Menurut pernyataan yang diberikan kepada media, kuasa hukum Uus Mulyaharja menyebut bahwa rangkaian rumor yang beredar menimbulkan keresahan di kalangan keluarga besar. “Banyak telepon, pertanyaan, bahkan pemberitaan yang bersifat fitnah. Kami merasa diserang nama baiknya,” ujarnya. Dampak psikologis yang ditimbulkan tidak hanya memengaruhi pasangan, melainkan juga anak-anak mereka.
Dalam upaya menghentikan penyebaran informasi palsu, keluarga Sonny dan Fairuz telah mengirimkan ultimatum kepada pemilik akun yang masih aktif menyiarkan hoaks. Ultimatum tersebut memberikan waktu dua kali 24 jam sejak pengiriman pada Rabu, 29 April 2026. Selama periode tersebut, pihak keluarga membuka pintu damai bagi akun-akun yang bersedia meminta maaf secara terbuka di media sosial.
“Jika mereka menunjukkan itikad baik dan meminta maaf, kami akan menganggap kasus ini selesai,” kata Ina, juru bicara keluarga, dalam wawancara eksklusif. “Kami tidak ingin memperpanjang masalah yang sudah cukup menguras emosi.”
Namun, jika tidak ada permintaan maaf dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, keluarga siap melanjutkan proses hukum. “Kami sudah menyiapkan langkah pidana, dan bila diperlukan, kami tidak menutup kemungkinan menempuh jalur perdata untuk menuntut ganti rugi,” tambah Ina.
Sejauh ini, keluarga belum mengungkapkan estimasi kerugian material yang diderita akibat pencemaran nama baik tersebut. “Masih terlalu prematur untuk menghitung angka-angka kerugian,” ujar Ina, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menghentikan penyebaran hoaks.
Komunitas netizen pun memberikan respons beragam. Sebagian mengapresiasi sikap tegas keluarga dalam menanggapi fitnah, sementara yang lain menilai pentingnya edukasi digital untuk menghindari penyebaran informasi palsu. Pihak berwenang di Jakarta Selatan juga diminta untuk memperketat pengawasan terhadap akun-akun yang melanggar ketentuan hukum tentang pencemaran nama baik.
Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan selebriti Indonesia dalam era digital. Penyebaran hoaks tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan mental yang signifikan. Keluarga Sonny dan Fairuz berharap agar publik dapat menahan diri dari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sekaligus memberikan ruang bagi proses hukum yang sedang berjalan.
Dengan menegaskan batas akhir untuk permintaan maaf, keluarga berharap agar pihak yang bersalah menyadari konsekuensi hukum yang dapat dihadapi. “Kami mengharapkan keadilan, bukan sekadar perdebatan di media sosial,” tutup Ina.