Mati Lampu Massal di Sumatra dan Jawa Timur: Dampak Luas hingga Kehilangan Ikan Koi di Pekanbaru
Blog Berita daikin-diid – 23 Mei 2026 | Jumat malam, 22 Mei 2026, menyaksikan pemadaman listrik serentak yang melanda wilayah Sumatra bagian utara hingga Jawa Timur. Kejadian ini menjerat ratusan ribu rumah, bisnis, serta fasilitas publik dalam kegelapan total, memaksa pihak berwenang dan masyarakat mencari solusi cepat.
Di Sumatra, daerah‑daerah seperti Aceh, Medan, Palembang, dan Pekanbaru dilaporkan kehilangan aliran listrik sejak sekitar pukul 18.30 WIB. PT PLN (Persero) mengidentifikasi gangguan pada suplai aliran listrik sebagai penyebab utama, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung. Warga Palembang, Imam Agung, menyebut kondisi “Sumatra Blackout” sambil menunggu tim teknis tiba. Di Medan, seorang warga bernama Winda mengonfirmasi bahwa upaya menghubungi layanan pelanggan PLN belum berhasil, menambah kebingungan warga.
Di sisi lain, Jawa Timur mengalami pemadaman yang hampir bersamaan. Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Gresik, Lamongan, dan Mojokerto melaporkan kehilangan listrik sejak pukul 20.30 WIB. Menurut Dana Puspita Sari, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, gangguan tersebut diduga berasal dari sistem transmisi tegangan tinggi. Tim teknis telah dikerahkan ke lokasi‑lokasi terdampak, dan proses pemulihan listrik diperkirakan telah mencapai 50 persen pada dini hari.
Akibat pemadaman, dampak ekonomi dan sosial menjadi terasa. Di Pekanbaru, Wali Kota Agung Nugroho mengungkapkan tragedi pribadi ketika 29 ekor ikan koi miliknya mati karena pompa kolam tidak berfungsi selama tiga jam pertama pemadaman. “Saya baru menyadari hal ini saat memeriksa halaman belakang pada Sabtu pagi,” ujar Agung, menambahkan bahwa kejadian ini mencerminkan kerugian kecil namun nyata yang dialami banyak warga.
Di Medan, sektor perhotelan justru mengalami lonjakan permintaan. Karibia Boutique Hotel mencatat tingkat okupansi penuh sejak malam pemadaman, dengan harga kamar tetap pada kisaran Rp 600.000 per malam. Manajer hotel, Hari, menyatakan bahwa meskipun ada peningkatan pendapatan, operasional hotel terganggu karena genset harus bekerja terus‑menerus, menimbulkan masalah pada pendingin ruangan dan penerangan.
Berbagai daerah lain juga melaporkan konsekuensi serupa. Di Lampung Selatan, warga desa Kerto Sari mengandalkan lilin untuk penerangan di masjid setempat. Di Riau, listrik kembali menyala pada pukul 21.00 WIB namun kembali padam pada Sabtu pagi, memperpanjang gangguan hingga tiga jam berikutnya.
Berikut rangkuman wilayah yang terdampak:
- Sumatra Utara: Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Sumatera Selatan, Sumatera Barat.
- Jawa Timur: Bojonegoro, Tuban, Gresik, Lamongan, Mojokerto.
- Lampung: Kabupaten Lampung Selatan (Desa Kerto Sari).
PLN telah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan memantau perkembangan melalui aplikasi PLN Mobile serta layanan Contact Center 123. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya kesiapan darurat, termasuk penyediaan genset yang memadai pada fasilitas publik dan rumah dinas.
Secara keseluruhan, pemadaman ini menegaskan kerentanan sistem kelistrikan nasional terhadap gangguan teknis, serta menimbulkan konsekuensi ekonomi, sosial, bahkan lingkungan. Pemerintah dan PLN diharapkan mempercepat audit infrastruktur, meningkatkan kapasitas transmisi, serta mengoptimalkan sistem cadangan untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Related Posts
OCBC NISP Genggam Aset Wealth HSBC Senilai Rp 89,8 Triliun, Tambah 336.000 Nasabah di Indonesia
Bali United Tampil Dominan, Kadek Agung Jadi Penopang Stabilitas Lini Tengah
Mahkamah Agung Jadi Sorotan: Dari Kasus Penipuan di Lombok hingga Sengketa Hotel Sultan
About The Author
Albirru wyatt (inggris)
Albirru Wyatt, yang dulunya cuma menekuni puisi di bangku kuliah, tiba‑tiba menemukan dirinya menulis headline berita di Surabaya—seperti karakter yang tersesat masuk level bonus. Karier jurnalistiknya meluncur pada 2017, namun di sela‑sela menelusuri fakta, ia tak lupa menyelipkan komentar sarkastik tentang chipset terbaru atau strategi tim e‑sports favoritnya. Kombinasi literasi klasik, obsesi gadget, dan kebiasaan nge‑stream turnamen membuatnya menjadi jurnalis yang bikin pembaca tertawa sambil mengklik “refresh”.