Hermanto Tanoko Gandeng Investasi Besar di CLEO dan Perluas Portofolio Properti RISE di Tengah Optimisme 2026
Blog Berita daikin-diid – 27 Juni 2026 | Jakarta, 27 Juni 2026 – Hermanto Tanoko, Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) sejak 2009, kembali menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui dua langkah strategis yang menonjol pada akhir pekan ini. Pada 24 Juni 2026, Hermanto membeli 51,70 juta lembar saham biasa CLEO senilai sekitar Rp19,64 miliar, meningkatkan kepemilikan langsungnya menjadi 243,71 juta lembar atau 1,01% hak suara. Transaksi tersebut, yang tercatat dalam keterbukaan informasi perusahaan, diklaim bertujuan sebagai investasi jangka panjang, menambah porsi sahamnya yang sebelumnya 192,01 juta lembar (0,80%).
Sementara itu, di sektor properti, perusahaan afiliasinya PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) memperkuat segmen community living dengan peluncuran proyek Grand Sunrise Menganti di Gresik, Jawa Timur. Produk terbaru, tipe Ruby, berhasil terjual habis dalam satu minggu pertama, menandai antusiasme pasar terhadap konsep hunian terpadu yang mengutamakan kualitas bangunan, lingkungan hijau, dan fasilitas lengkap. Pada fase pertama, 13 unit terjual dengan nilai Rp7,8 miliar, dan fase kedua diproyeksikan menambah 14 unit senilai Rp8,7 miliar, dengan total kontribusi diperkirakan mencapai Rp75 miliar untuk pemasaran 2026.
Langkah investasi Hermanto di CLEO bertepatan dengan strategi perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang berambisi mempertahankan pertumbuhan dua digit sepanjang tahun 2026. Direktur Utama CLEO, Melisa Patricia, menegaskan bahwa tiga pabrik baru yang sedang dibangun di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru akan menambah kapasitas produksi sekaligus menekan biaya distribusi. Selain memperluas jaringan distribusi hingga target 500 cabang pada akhir tahun, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp700 miliar untuk 2026, dengan realisasi kuartal I mencapai 25% dari total anggaran. Kinerja keuangan kuartal I menunjukkan penjualan Rp774 miliar (naik 16% YoY) dan laba bersih meningkat 5%.
Di sisi lain, RISE menargetkan pertumbuhan yang sejalan dengan permintaan tinggi akan kawasan community living. Grand Sunrise Menganti tidak hanya menawarkan hunian modern dua lantai dengan desain compact living, melainkan juga dilengkapi dengan Sunrise Hub Commercial Area, Terasore Food Community, Galatea Social Hub, taman bermain, kolam renang, dan area kebugaran. Merry Lantani, Direktur Tanrise, menilai bahwa keberhasilan penjualan tipe Ruby menjadi indikator kuat bahwa konsumen kini menilai nilai properti tidak hanya dari segi struktural, tetapi juga kualitas lingkungan dan potensi nilai jangka panjang.
Sinergi antara investasi saham CLEO dan pengembangan properti RISE mencerminkan strategi diversifikasi Hermanto Tanoko. Dengan posisi strategis di kedua industri – konsumsi barang (AMDK) dan properti – ia memperkuat jaringan bisnis yang saling melengkapi. Investasi di CLEO memberikan paparan pada sektor kebutuhan pokok yang relatif stabil, sementara pengembangan proyek community living RISE menargetkan segmen menengah ke atas yang terus tumbuh seiring urbanisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia.
Para analis pasar menilai bahwa langkah Hermanto dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja jangka panjang CLEO, terutama mengingat penurunan harga saham sebesar 1,58% menjadi Rp374 per lembar pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Di sisi properti, kecepatan penjualan unit baru menunjukkan bahwa permintaan atas hunian terintegrasi masih kuat, meski tantangan biaya konstruksi dan distribusi tetap ada.
Secara keseluruhan, Hermanto Tanoko menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui investasi pada perusahaan yang berpotensi menghasilkan laba berkelanjutan serta pengembangan kawasan hunian yang meningkatkan kualitas hidup. Kedua langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Hermanto sebagai tokoh bisnis terkemuka di Indonesia, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan konsumen.