Harga Minyak Dunia Turun Tajam Setelah AS dan Iran Sepakat Jeda Pertempuran
Blog Berita daikin-diid – 28 Juli 2026 | Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati jeda pertempuran. Konflik antara kedua negara tersebut telah meningkatkan kekhawatiran pasar akan terjadinya kelangkaan minyak dan lonjakan harga energi global.
Menurut laporan, harga minyak mentah jenis Brent anjlok 8,7% menjadi US$ 88,36 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September turun 7,5% menjadi US$ 82,61 per barel.
Penurunan harga minyak ini terjadi setelah Iran dilaporkan bersedia menghentikan serangan selama Amerika Serikat juga mempertahankan jeda serangan. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran pasar setelah konflik kedua negara meningkat selama hampir dua pekan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah (crude), dan LPG nasional berada di atas batas minimum dan pasokan tetap terjaga. Pemerintah juga memastikan bahwa harga BBM subsidi maupun LPG subsidi tetap dipertahankan sesuai keputusan pemerintah.
Di samping itu, pemerintah terus memperkuat cadangan energi nasional melalui impor minyak dari Rusia. Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM telah ditugaskan untuk melaksanakan impor tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan bahwa pasokan energi tetap stabil. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa tenang dan tidak perlu khawatir tentang kelangkaan energi.
Kesimpulan dari perkembangan ini adalah bahwa harga minyak dunia telah turun tajam setelah AS dan Iran menyepakati jeda pertempuran. Pemerintah juga memastikan bahwa stok BBM, minyak mentah, dan LPG nasional tetap terjaga dan harga BBM subsidi maupun LPG subsidi tetap dipertahankan.