Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas PBSI: Kesehatan Vertigo Jadi Alasan Utama
Blog Berita daikin-diid – 16 Mei 2026 | Jakarta, 15 Mei 2026 – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, secara resmi mengundurkan diri dari Tim Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setelah menghabiskan 12 tahun berlatih di pusat pelatihan nasional Cipayung. Keputusan tersebut disampaikan dalam surat resmi yang ditujukan kepada Pengurus Pusat PBSI (PP PBSI) setelah melalui serangkaian diskusi dengan Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, serta Imam Tohari, kepala pelatih tunggal putri utama.
Dalam suratnya, Gregoria mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, pelatih, dan rekan setim atas kesempatan, pengalaman, serta kepercayaan yang telah diberikan selama kariernya di Pelatnas. Ia menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri diambil setelah pertimbangan matang, terutama karena kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih dari vertigo.
Vertigo, gangguan keseimbangan yang dapat menurunkan performa atlet, masih menjadi kendala utama bagi Gregoria. Ia mengaku belum merasakan pemulihan yang optimal dan merasa belum memiliki keyakinan penuh untuk bersaing di turnamen internasional. “Saya masih dalam proses pemulihan dan belum siap kembali ke level kompetisi tertinggi,” ungkap Gregoria dalam surat tersebut.
PP PBSI menghormati keputusan tersebut dan menyatakan bahwa Gregoria telah mempertimbangkannya secara matang. Eng Hian menambahkan, “Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan bagi Indonesia. Kami menghormati keputusannya dan mendoakan kesembuhan serta kesuksesan di masa mendatang.”
Sementara itu, suami Gregoria, Mikha Angelo, menyampaikan pesan menyentuh melalui akun Instagram pribadinya. Ia memuji dedikasi istrinya sejak usia 14 tahun masuk ke Pelatnas dan menyoroti perjalanan panjang yang penuh suka duka. “Aku selalu bangga padamu, Gregoria. Perjalanan yang luar biasa, 12 tahun penuh perjuangan dan cerita yang akan selalu dikenang,” tulis Mikha, menambahkan apresiasi kepada seluruh elemen PBSI yang telah mendukung karier istrinya.
Pengunduran diri Gregoria datang tak lama setelah keberhasilannya meraih medali perunggu pada Olimpiade Paris 2024, sebuah prestasi yang menambah catatan gemilang bulutangkis Indonesia di kancah internasional. Selama masa baktinya di Pelatnas, ia berkontribusi pada sejumlah kemenangan penting, termasuk penampilan impresif di Thailand Open 2026 dan kejuaraan lainnya.
Reaksi publik dan komunitas bulutangkis pun beragam. Banyak penggemar yang menyampaikan dukungan lewat media sosial, mengingat dedikasi Gregoria dalam mengharumkan nama bangsa. Di sisi lain, para pelatih dan rekan setim menegaskan pentingnya memberi ruang bagi atlet untuk fokus pada pemulihan kesehatan, mengingat tekanan kompetisi yang tinggi dapat memperburuk kondisi medis.
Keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai pengganti Gregoria di posisi tunggal putri utama Pelatnas. PBSI belum mengumumkan nama atlet pengganti, namun diperkirakan proses seleksi akan melibatkan pemain muda berbakat yang sedang naik daun di turnamen domestik.
Meski mengakhiri masa bakti di Pelatnas, Gregoria tetap membuka peluang untuk tetap berkontribusi pada dunia bulutangkis, baik sebagai mentor, pelatih, atau duta olahraga. Ia menyatakan keinginannya untuk terus menginspirasi generasi muda meski tidak lagi berkompetisi di level tertinggi.
Pengunduran diri ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan atlet dalam menjalani karier profesional. Vertigo yang diderita Gregoria menegaskan bahwa faktor medis tidak boleh diabaikan, terutama dalam olahraga yang menuntut keseimbangan, kecepatan, dan konsentrasi tinggi.
Dengan keputusan ini, PBSI dan seluruh komunitas bulutangkis Indonesia berharap Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya dan menemukan jalur baru yang tetap memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga nasional.