Drama Playoff: Almería Balikkan Defisit 2-1 atas Castellón, Menanti Final Besar
Blog Berita daikin-diid – 11 Juni 2026 | Semalam, Unión Deportiva Almería menorehkan salah satu pertandingan paling menegangkan dalam sejarah klubnya dengan membalikkan ketertinggalan 2-1 melawan CD Castellón pada laga balik semifinal play‑off promosi ke Primera División. Gol penentu datang dari Stefan Dzodic pada menit akhir, melengkapi dua gol sebelumnya dari Álex Muñoz dan Adrián Embarba yang mengembalikan kepercayaan diri tim.
Setelah terpaksa berada di belakang 1-2 di menit-menit akhir babak pertama, Almería menurunkan serangan berulang. Dzodic, gelandang Serbia yang baru pertama kali bermain di Spanyol, menegaskan bahwa gol tersebut merupakan “gol paling penting dalam kariernya” dan “impian yang terwujud”. Ia menambahkan, “Kami selalu percaya sampai detik terakhir, dan dukungan suporter sangat membantu kami”.
Álex Muñoz, yang mencetak gol penyamakan pada babak pertama, menggambarkan emosinya sebagai “gol terbaik secara emosional dalam kariernya”. Ia menegaskan, “Kami terus percaya, terus berjuang, dan akhirnya berhasil mengamankan tiket ke final”. Sementara itu, pelatih Rubi (Joan Francesc Ferrer Sicilia) menegaskan bahwa tim harus tetap fokus pada langkah selanjutnya, mengingat final akan diadakan pada tanggal 14 Juni di Almería dan 20 Juni di Málaga.
Presiden CD Castellón, Bob Voulgaris, mengeluarkan pernyataan yang mencampur antara rasa kecewa dan kebanggaan. Ia menyebutkan, “Sakit berada begitu dekat, terutama setelah tahun penuh perjuangan. Namun, kami bangga dengan kerja keras pemain dan staf. Ousmane Camara menunjukkan ketenangan luar biasa saat provokasi dari Nico Melamed”. Voulgaris menutup dengan optimisme, mengklaim bahwa klub akan kembali lebih kuat pada musim depan.
Turnamen play‑off sendiri melibatkan empat tim yang menempati posisi ketiga hingga keenam di klasemen Segunda División. Semifinal dipasangkan sebagai 3 vs 6 (Castellón vs Almería) dan 4 vs 5 (Las Palmas vs Málaga), masing‑masing dimainkan dalam dua leg dengan aturan tanpa gol tandang. Jika agregat berakhir imbang, perpanjangan waktu akan dimainkan, dan bila masih seri, tim yang finis lebih tinggi di klasemen akan melaju.
Di sisi lain, Málaga berhasil menegakkan keunggulan 2‑1 atas Las Palmas di leg kedua, memastikan mereka akan bertemu Almería di final. Joaquín Muñoz menjadi pahlawan bagi Málaga dengan gol penyeimbang pada menit ke‑69, mengembalikan keunggulan agregat mereka.
Penayangan pertandingan Almería vs Castellón juga menarik perhatian pemirsa televisi. Menurut data yang dirilis oleh Fifty5Blue, pertandingan tersebut ditonton oleh 256.000 penonton di LaLiga TV Hypermotion, menyumbang 2,3 % pangsa pasar TV berbayar pada hari itu. Angka ini menempatkan pertandingan sepak bola sebagai salah satu konten paling ditonton di platform berbayar, mengalahkan konten lain seperti tenis atau dokumenter.
Berikut rangkuman statistik utama dari laga balik semifinal:
- Skor akhir: Almería 3‑2 Castellón (agregat 3‑3, Almería menang lewat gol tambahan pada menit akhir).
- Penjaring gol: Stefan Dzodic (1), Álex Muñoz (1), Adrián Embarba (1) – semua pemain Almería.
- Penonton TV: 256.000 penonton (2,3 % pangsa pasar).
- Presiden Castellón: Bob Voulgaris menyampaikan rasa bangga meski tim gugur.
Dengan kemenangan dramatis ini, Almería kini menatap final melawan Málaga yang dijadwalkan pada 14 Juni di Stadion Juegos Mediterráneos. Kedua tim sama-sama menekankan pentingnya dukungan suporter dan kesiapan mental menjelang pertandingan penentu tiket ke Primera División. Bagi Almería, kesempatan bermain di kandang memberikan keunggulan taktik, sementara Málaga berharap memanfaatkan momentum kemenangan mereka di leg kedua.
Kesimpulannya, semifinal play‑off telah memperlihatkan ketangguhan mental dan kualitas teknik dari kedua tim. Almería menunjukkan bahwa tidak ada batasan waktu untuk membalikkan keadaan, sementara Castellón tetap bangga atas pencapaian mereka meski harus berakhir di tangan lawan. Pertarungan final akan menjadi ujian akhir bagi kedua klub dalam meraih impian bermain di kasta tertinggi sepak bola Spanyol.