Direksi PLN Terbaru: Struktur 12 Posisi, Darmawan Prasodjo Tetap Pimpin, Yusuf Didi Setiarto Angkat Jabatan Wakil Dirut
Blog Berita daikin-diid – 20 Juni 2026 | Jakarta, 19 Juni 2026 – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau yang lebih dikenal dengan PLN resmi mengumumkan susunan direksi terbarunya setelah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 18 Juni 2026 di kantor Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Keputusan tersebut menegaskan keberlanjutan kepemimpinan Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama serta menambahkan jabatan baru Wakil Direktur Utama (Wadirut) yang diisi oleh Yusuf Didi Setiarto, mantan Direktur Legal & Human Capital.
Perubahan susunan direksi ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola perusahaan serta percepatan transformasi energi nasional. Dalam rapat, pemegang saham menegaskan pentingnya sinergi antara bidang keuangan, teknologi, energi terbarukan, serta manajemen risiko untuk menjawab tantangan pemadaman listrik bergilir yang sedang menjadi sorotan pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sekaligus menegaskan bahwa jajaran direksi baru harus mampu mengembalikan pasokan listrik ke tingkat normal secepat mungkin.
Berikut rangkuman lengkap susunan direksi PLN yang kini berjumlah 12 posisi kunci:
| No. | Jabatan | Nama |
|---|---|---|
| 1 | Direktur Utama | Darmawan Prasodjo |
| 2 | Wakil Direktur Utama | Yusuf Didi Setiarto |
| 3 | Direktur Legal dan Manajemen Human Capital | Nurlely Aman |
| 4 | Direktur Keuangan | Sulistyo Biantoro |
| 5 | Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis | Rakhmad Dewanto Haris J. |
| 6 | Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan | Suroso Isnandar |
| 7 | Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan | Edwin Nugraha Putra |
| 8 | Direktur Retail dan Niaga | M. Fahrur Rozy |
| 9 | Direktur Manajemen Risiko | Denny Triyanto |
| 10 | Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem | Daniel Karmel Fernando Tampubolon |
| 11 | Direktur Manajemen Pembangkitan | Rizal Calvary Marimbo |
| 12 | Direktur Distribusi | Arsyadany G. Akmalaputri |
Penambahan jabatan Wakil Direktur Utama menandai perubahan struktural pertama dalam sejarah organisasi PLN. Yusuf Didi Setiarto, yang sebelumnya memimpin unit Legal & Human Capital, diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas fungsi dan mempercepat implementasi kebijakan energi bersih serta digitalisasi operasional.
Selain susunan struktural, RUPS juga memutuskan pemutusan hubungan kerja lima direktur yang sebelumnya menduduki posisi strategis, antara lain Edwin Nugraha Putra (sebelumnya Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem), Adi Priyanto (Direktur Retail dan Niaga), Evy Haryadi (Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan), Sinthya Roesly (Direktur Keuangan), serta Adi Lumakso (Direktur Manajemen Risiko). Penggantian tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja dan menyesuaikan kompetensi dengan tantangan energi masa depan.
Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang mengakhiri masa tugasnya. “Pengalaman dan dedikasi mereka telah memberikan kontribusi signifikan dalam transformasi PLN, terutama dalam memperkuat kualitas layanan dan mendukung agenda transisi energi nasional,” ujarnya dalam konferensi pers.
Direktur baru yang terpilih diharapkan dapat memperkuat fokus pada energi terbarukan, digitalisasi jaringan, serta peningkatan efisiensi operasional. Suroso Isnandar, yang kini memegang posisi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, ditugaskan memimpin program pengembangan pembangkit tenaga surya, angin, serta proyek energi panas bumi yang menjadi bagian penting dari target pemerintah untuk mencapai bauran energi bersih sebesar 23% pada tahun 2025.
Di sisi lain, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan Edwin Nugraha Putra—yang sebelumnya sempat menjadi salah satu nama yang disebutkan akan diberhentikan—justru tetap berada dalam jajaran direksi, menandakan adanya penyesuaian keputusan dalam proses final RUPS. Peran beliau kini lebih difokuskan pada inovasi teknologi smart grid, integrasi sistem digital, serta peningkatan keamanan siber pada infrastruktur kelistrikan nasional.
Dengan susunan baru ini, PLN menegaskan komitmennya untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir, meningkatkan keandalan jaringan, serta mempercepat transisi menuju energi bersih. Rapat RUPS juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan regulator, kementerian terkait, dan stakeholder industri untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Secara keseluruhan, restrukturisasi direksi PLN mencerminkan dinamika industri kelistrikan Indonesia yang semakin kompetitif dan berorientasi pada inovasi. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi investor, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat posisi PLN sebagai tulang punggung energi nasional.