Adaro Andalan Indonesia Raih Dividen Jumbo US$450 Juta dan Turunkan Emisi CO2, Kabar Baik bagi Investor dan Lingkungan
Blog Berita daikin-diid – 24 Mei 2026 | Jakarta, 23 Mei 2026 – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan pembagian dividen akhir tahun buku 2025 senilai US$450 juta atau sekitar Rp7,9 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 22 Juni 2026. Pembayaran tersebut setara dengan dividen final US$0,026 per saham atau Rp453 per saham dengan asumsi kurs Rp17.654 per dolar, menghasilkan yield dividen sekitar 5,5‑5,6 persen berdasarkan harga saham intraday di kisaran Rp8.100.
Dividen ini menambah dividen interim yang telah dibayarkan pada November 2025 sebesar Rp538 per saham. Manajemen menegaskan bahwa kebijakan dividen AADI tidak bersifat tetap; setiap periode dividen diputuskan oleh RUPS berdasarkan kemampuan keuangan perusahaan. Pembayaran dividen akan dilakukan dalam dolar AS sebagai mata uang fungsional, kemudian dikonversi ke rupiah pada hari pencatatan.
Secara finansial, AADI mencatat laba bersih tahun 2025 sebesar US$760 juta, turun 36 persen secara tahunan dari US$1,21 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan menurun 7,7 persen menjadi US$4,91 miliar, sementara saldo laba yang belum dicadangkan meningkat tajam menjadi US$758,5 juta pada akhir 2025, dibandingkan US$394,8 juta pada 2024. Pada kuartal I 2026, laba bersih kembali menurun menjadi US$143 juta, turun 27 persen YoY dan 17 persen QoQ, menandakan tekanan pasar yang masih berlangsung.
Meski profitabilitas tertekan, analis memperkirakan produksi batu bara AADI akan pulih pada kuartal II 2026 setelah musim El Nino mereda. Target produksi 2026 diperkirakan mencapai 68,6 juta ton, stabil dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan volume penjualan diprediksi turun menjadi 71,8 juta ton dari 75,1 juta ton pada 2025. Penurunan volume diharapkan dapat diimbangi oleh kenaikan harga jual rata‑rata (ASP), sehingga MNC Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp13.750 per saham, mencerminkan PER 6,6 kali dan PBV 1,4 kali untuk 2026.
Selain kinerja keuangan, AADI menonjolkan pencapaian lingkungan yang signifikan. Pada tahun 2023 perusahaan berhasil menurunkan konsumsi energi sebesar 1.143.399 joule, mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 126.915 ton CO₂ ekuivalen, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air sebanyak 803.646 m³. Inisiatif ini merupakan bagian dari program keberlanjutan yang dirancang untuk menurunkan jejak karbon operasional tambang batu bara, sekaligus mengoptimalkan biaya operasional melalui penghematan energi dan air.
Secara keseluruhan, kombinasi dividen besar, prospek produksi yang stabil, dan langkah‑langkah keberlanjutan lingkungan memberikan sinyal positif bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan. Meskipun laba bersih masih berada di bawah ekspektasi, strategi AADI untuk memperkuat likuiditas melalui pembagian dividen, serta upaya mengurangi emisi CO₂, dapat meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing‑masing, namun data saat ini menunjukkan bahwa AADI berada pada posisi yang relatif kuat dalam sektor energi dan pertambangan Indonesia.
Related Posts
Mei 2026 Siap Menghadirkan Tiga Long Weekend, Ini Jadwal Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama
Kontroversi dan Antusiasme TKA SD 2026: Dari Simulasi Pusmendik hingga Partisipasi Tinggi di Purwakarta
Arti Mendalam Nama Soleil Zephora Ghazali: Simbol Matahari dan Angin Lembut yang Membawa Harapan Keluarga
About The Author
Albirru wyatt (inggris)
Albirru Wyatt, yang dulunya cuma menekuni puisi di bangku kuliah, tiba‑tiba menemukan dirinya menulis headline berita di Surabaya—seperti karakter yang tersesat masuk level bonus. Karier jurnalistiknya meluncur pada 2017, namun di sela‑sela menelusuri fakta, ia tak lupa menyelipkan komentar sarkastik tentang chipset terbaru atau strategi tim e‑sports favoritnya. Kombinasi literasi klasik, obsesi gadget, dan kebiasaan nge‑stream turnamen membuatnya menjadi jurnalis yang bikin pembaca tertawa sambil mengklik “refresh”.