Millwall Tarik Poin di King Power, Langstaff Selamatkan Posisi Kedua dan Fans Leicester Protes Manajemen

Blog Berita daikin-diid – 25 April 2026 | King Power Stadium menjadi saksi drama akhir pekan Championship pada 24 April 2026 ketika Millwall berhasil mengamankan poin melawan Leicester City yang baru saja terkonfirmasi terdegradasi ke League One. Gol penyeimbang yang dicetak oleh Macaulay Langstaff pada menit akhir pertandingan tidak hanya mengembalikan keseimbangan skor menjadi 1-1, tetapi juga mengangkat Millwall kembali ke posisi kedua klasemen, selangkah di atas pesaing terdekat, Ipswich Town.

Serangan pertama Leicester dibuka oleh Harry Souttar, bek tengah yang kembali bertanding setelah 16 bulan absen akibat robekan Achilles. Pada menit ke-78, Souttar menembakkan bola ke sudut gawang setelah menerima umpan dari Luke Thomas, memberi Foxes keunggulan pertama dalam pertandingan. Gol tersebut menandai debut impresif Souttar setelah masa pemulihan panjang, dan menjadi satu-satunya gol yang dicetak Leicester pada laga tersebut.

Drama 1-1 di Ewood Park: Coventry City Pastikan Promosi ke Premier League
Baca juga:
Drama 1-1 di Ewood Park: Coventry City Pastikan Promosi ke Premier League

Menjelang menit ke-90, Millwall menyalakan kembali harapan mereka lewat Macaulay Langstaff. Pengganti yang masuk pada babak pertama, Langstaff mengeksekusi tendangan penalti yang tepat di tiang jauh, menyeimbangkan skor tepat sebelum peluit akhir. Gol ini menempatkan Millwall pada puncak tabel otomatis promosi, selisih satu poin di atas Ipswich yang masih memiliki dua pertandingan tambahan.

Selain aksi di atas, pertandingan juga diwarnai dengan sejumlah insiden yang menambah ketegangan. Pada menit ke-10, Leicester harus mengganti penyerang Josh Coburn akibat cedera pinggul yang mengharuskannya keluar lapangan. Tidak lama setelah itu, Harry Winks menembak melebar, sementara Jakub Stolarczyk, penjaga gawang pengganti Asmir Begovic, melakukan dua penyelamatan krusial, termasuk menepis sundulan keras Thierno Ballo tepat sebelum jeda waktu.

Suasana di tribun tidak kalah dramatis. Supporter Leicester meluncurkan spanduk menentang kepemilikan klub, menuntut pengunduran diri pemilik Aiyawatt ‘Top’ Srivaddhanaprabha. Sebuah pesawat kecil terbang di atas stadion menampilkan tulisan “King Power Out”, menegaskan rasa frustrasi pendukung yang masih memproses kegagalan tim menurun ke Liga Satu.

Pelatih Millwall, Alex Neil, memuji ketangguhan timnya meski harus menahan tekanan dari klub yang baru saja terdegradasi. “Kami tahu bahwa setiap poin sangat berharga dalam perburuan otomatis promosi. Langstaff memberikan kami kesempatan terakhir, dan dia tidak mengecewakan,” ujar Neil dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Di sisi lain, manajer Leicester City, Gary Rowett, mengakui bahwa hasil imbang ini mencerminkan kondisi tim secara keseluruhan. “Saya sedikit kecewa dengan satu poin yang kami dapatkan, namun itu memang mencerminkan musim kami yang penuh tantangan. Harry Souttar tampil luar biasa, dan kami tidak menyerah meski berada di posisi yang sulit,” kata Rowett. Ia menambahkan, “Saya masih di sini hingga akhir musim, siap membantu membangun kembali klub, namun keputusan akhir ada di tangan pemilik dan dewan.

West Brom Tancap Preston di Deepdale, Memperpanjang Rangkaian Tak Kalah menjadi Delapan Pertandingan
Baca juga:
West Brom Tancap Preston di Deepdale, Memperpanjang Rangkaian Tak Kalah menjadi Delapan Pertandingan

Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:

Tim Gol Tembakan ke Gawang Kartu Kuning
Leicester City 1 (Souttar 78′) 6 2 (Choudhury, Cooper)
Millwall 1 (Langstaff 90’+) 8 1 (Cooper)

Poin yang diraih Millwall menempatkan mereka selangkah lebih maju dalam perlombaan promosi otomatis, namun mereka masih harus menunggu hasil pertandingan Ipswich yang memiliki dua pertandingan tambahan. Sementara itu, Leicester harus menatap masa depan dengan cepat, mengingat mereka telah resmi turun ke Liga One dan harus merancang strategi untuk kembali ke tingkat tertinggi.

Dengan atmosfer penuh ketegangan di antara suporter, gol penyeimbang yang menegangkan, serta komentar keras dari manajemen, pertandingan ini menjadi salah satu sorotan utama Championship pada pekan ini. Kedua tim kini melanjutkan perjalanan mereka dengan tujuan yang sangat berbeda: Millwall menargetkan promosi langsung, sementara Leicester berjuang mengembalikan kebanggaan dan mengatur fondasi baru di Liga One.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dog69perihokipanduan utama menguasai strategi main mahjong wild deluxe pola dadu sicbo gates of olympusrahasia pemain profesional atur ritme mahjong ways 2 pgsoft baccarat live starlight princessperbandingan keberuntungan keahlian mahjong wins 3 pragmatic psikologi blackjack jackpot sweet bonanzacara mengelola saldo mahjong ways 2 pgsoft teknik martingale roulette beli fitur wild west goldgebrakan baru pragmatic play mahjong wins 3 pragmatic ketegangan blackjack ledakan simbol sugar rush sv388