IHSG Menguat ke Level 6.270, Didorong Kinerja Emiten dan Data Ekonomi Domestik
Blog Berita daikin-diid – 04 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. IHSG ditutup naik 0,57% menjadi 6.270,15, didorong oleh kinerja emiten yang solid dan data ekonomi domestik yang membaik.
Menurut data RTI, IHSG sesi pertama ditutup naik 0,57% menjadi 6.270,15. Indeks saham LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 0,50% menjadi 627,04. Sebanyak 381 saham menguat, sementara 229 saham melemah, dan 178 saham diam di tempat.
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.282,53 dan level terendah 6.238,38. Total frekuensi perdagangan saham 1.272.347 kali dengan volume perdagangan saham 19,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,5 triliun.
Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah, dengan nilai tukar 18.022. Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah, yaitu sektor saham consumer siklikal yang turun 0,52% dan sektor saham kesehatan yang melemah 0,42%.
Sementara itu, sektor saham properti menguat 3,68%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi bertambah 1,58%, sektor saham basic menguat 1,13%, dan sektor saham infrasruktur mendaki 0,77%. Di sisi lain, sektor saham energi menguat 0,60%, sektor saham industri bertambah 0,27%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,30%.
Lalu sektor saham keuangan naik 0,18%, sektor saham teknologi menanjak 0,08%, sektor saham infrastruktur mendaki 0,77%. Pada perdagangan saham Selasa pekan ini sesi pertama, saham BBNI ditutup naik 1,14% menjadi Rp 3.560 per saham.
Harga saham ICBP melemah 0,35% menjadi Rp 7.175 per saham. Saham ICBP dibuka stagnan di Rp 7.200 per saham. Harga saham ICBP berada di level tertinggi Rp 7.225 dan terendah Rp 7.150 per saham.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini. "Diperkirakan IHSG masih berpotensi rebound dan menguji resistance di level 6.250-6.300," ujar Ratna.
Indeks PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni 2026. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sejak Februari 2026 sekaligus menandakan sektor manufaktur kembali memasuki fase ekspansi.
Aktivitas produksi juga mulai meningkat setelah empat bulan berturut-turut mengalami perlambatan, meski kenaikannya masih relatif terbatas. Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat defisit sebesar US$ 450 juta pada Juni 2026, namun lebih baik dibandingkan defisit US$ 1,61 miliar pada Mei 2026.
Ekspor tumbuh 8,84% secara tahunan (year-on-year/YoY), setelah sebelumnya terkontraksi 5,73%. Di sisi lain, impor meningkat 34,27% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 22,16% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, laju inflasi tahunan melambat menjadi 2,88% pada Juli 2026 dari 3,34% pada Juni 2026. Perlambatan tersebut dipengaruhi deflasi bulanan sebesar 0,14% yang didorong panen raya sehingga menekan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Kesimpulan, IHSG mengalami penguatan pada perdagangan Selasa, didorong oleh kinerja emiten yang solid dan data ekonomi domestik yang membaik. IHSG ditutup naik 0,57% menjadi 6.270,15, dengan indeks saham LQ45 mengalami kenaikan sebesar 0,50% menjadi 627,04.