PT Indika Energy Tbk Masuk dalam Indeks LQ45, INDY dan NCKL Geser TOWR dan SMGR
Blog Berita daikin-diid – 31 Juli 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi berkala terhadap indeks LQ45 yang berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Dalam evaluasi tersebut, PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) telah masuk sebagai penghuni baru dalam indeks LQ45, menggantikan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang keluar dari indeks.
PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) langsung masuk ke dalam indeks dengan bobot masing-masing 0,25% dan 0,46%. Sementara itu, sejumlah saham mencatat kenaikan bobot yang cukup signifikan, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik menjadi 4,82% dari sebelumnya 3,84%.
BEI menjelaskan bahwa bobot masing-masing saham masih dapat berubah sebelum tanggal efektif apabila terdapat aksi korporasi, seperti stock split, reverse stock, right issue, pembagian saham bonus, maupun dividen saham. Penyesuaian tersebut dilakukan agar perhitungan indeks tetap mencerminkan kondisi terkini di pasar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi saham dengan bobot terbesar di LQ45 meski porsinya turun dari 16,79% menjadi 15%. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan bobot 13,23%, turun dari sebelumnya 13,71%, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang justru meningkat dari 10,46% menjadi 10,91%.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masih menjadi salah satu konstituen terbesar meski bobotnya turun menjadi 7,34% dari sebelumnya 8,14%. Dengan perubahan tersebut, indeks LQ45 tetap menjadi salah satu indeks acuan utama di pasar modal Indonesia yang berisi 45 saham dengan tingkat likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.
Perubahan komposisi indeks LQ45 tersebut diharapkan dapat membantu investor institusi maupun manajer investasi dalam menyusun portofolio yang lebih baik. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.