Yassine Bounou Simpan Penyelamatan Krusial, Angkat Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 10 Juli 2026 | Boston, Amerika Serikat – Pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko, kiper asal Atlas Lions, Yassine Bounou, kembali menorehkan momen penting dengan menyelamatkan tendangan penalti Kylian Mbappé. Penyelamatan tersebut terjadi setelah penundaan tiga menit sebelum eksekusi penalti, memperlihatkan ketenangan mental sang penjaga gawang di bawah tekanan tinggi.
Setelah penalti gagal, Mbappé bangkit pada babak kedua dan mencetak gol pembuka bagi Prancis pada menit ke‑60. Enam menit kemudian, Ousmane Dembélé menambah keunggulan menjadi 2‑0. Meskipun Maroko tidak mampu mengurangi ketertinggalan, aksi Bounou tetap menjadi sorotan utama, terutama ketika ia melakukan beberapa penyelamatan krusial lainnya, termasuk menepis tembakan keras Lucas Digne dan menghalau serangan mendadak Azzadine Ouahini pada menit ke‑82.
Statistik turnamen menunjukkan bahwa Bounou menjadi kiper paling berpengaruh bagi Maroko. Dalam lima laga, ia mencatat 12 penyelamatan dengan persentase penyelamatan 75,0 %, serta berhasil menjaga gawang tetap perawan dua kali (clean sheet). Selain itu, Bounou terlibat dalam 152 aksi defensif, terbagi antara 85 di dalam kotak penalti dan 67 di luar kotak penalti, menegaskan perannya sebagai “tembok pertahanan” tim.
Berikut ringkasan performa Bounou selama Piala Dunia 2026:
| Statistik | Nilai |
|---|---|
| Pertandingan | 5 |
| Penyelamatan | 12 |
| Persentase Peny. | 75,0 % |
| Clean Sheet | 2 |
| Aksi Defensif (dalam kotak) | 85 |
| Aksi Defensif (luar kotak) | 67 |
| Gol Kebobolan | 4 |
Nilai pasar Bounou menurut Transfermarkt diperkirakan sekitar €3 juta pada saat ini, turun signifikan dari puncaknya €18 juta pada tahun 2021. Sepanjang kariernya, ia telah menjejakkan kaki dalam 543 pertandingan resmi, mencetak satu gol dan memberikan tiga assist, sebuah prestasi langka untuk seorang kiper.
Penampilan Bounou pada turnamen ini mengukuhkan posisinya di antara penjaga gawang terbaik dalam sejarah Piala Dunia, khususnya dalam hal penyelamatan penalti. Sejak debutnya di Piala Dunia 2018, Bounou telah menunjukkan konsistensi tinggi, termasuk pada edisi 2022 di mana ia bermain enam laga dan membantu Maroko mencapai final.
Maroko sendiri menutup fase grup dengan satu hasil imbang 1‑1 melawan Brasil, kemenangan 1‑0 atas Skotlandia, dan kemenangan 4‑2 melawan Haiti. Di babak 32 besar, mereka berhasil mengimbangi Belanda 1‑1 dan melaju ke babak 16 besar, di mana mereka menumbangkan Kanada 3‑0 sebelum bertemu Prancis.
Meski harus mengakhiri perjalanan mereka di perempat final, kontribusi Bounou memberikan inspirasi bagi generasi kiper muda di Afrika Utara. Ketangguhan mentalnya dalam menghadapi tendangan penalti, terutama saat menghadapi pemain kelas dunia seperti Mbappé, menjadi contoh konkret tentang pentingnya persiapan psikologis dan teknik yang terasah.
Ke depan, harapan besar menanti Bounou dan skuad Maroko menjelang Piala Dunia 2030. Jika konsistensi performa ini dapat dipertahankan, Maroko berpotensi kembali menembus babak final, dengan Bounou sebagai penopang utama di antara gawang.
Secara keseluruhan, Yassine Bounou tidak hanya menyelamatkan satu penalti penting, tetapi juga menjadi pilar pertahanan yang meneguhkan posisi Maroko sebagai salah satu tim paling kompetitif di panggung dunia.