Granit Xhaka Bawa Swiss ke Perempat Final Piala Dunia 2026 lewat Adu Penalti Dramatis di Vancouver
Blog Berita daikin-diid – 08 Juli 2026 | Swiss berhasil menembus babak 8 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 di BC Place, Vancouver. Pertandingan 16 besar yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) berakhir dengan skor 0-0 setelah 120 menit penuh, memaksa kedua tim menempuh serangkaian tembakan penalti. Penjaga gawang Gregor Kobel menjadi pahlawan utama dengan menyelamatkan tembakan Juan Hernández, memastikan kemenangan Swiss.
Peran sentral Granit Xhaka dalam kemenangan ini tak dapat dipungkiri. Sebagai kapten tim, Xhaka mengatur tempo permainan sejak peluit pertama, mengendalikan alur serangan dan menahan tekanan lawan. Meskipun tidak mencetak gol, ia mencatat 85 sentuhan, 70 umpan dengan akurasi 87 persen, serta memenangkan mayoritas duel individu di lini tengah. Statistik ini menggarisbawahi kontribusi tak terlihat yang menjadi tulang punggung Swiss.
Turnamen ini menjadi momen bersejarah bagi Swiss. Ini adalah kali pertama sejak 1954 mereka melaju ke perempat final Piala Dunia. Keberhasilan itu berawal dari penampilan impresif di babak 32 besar, ketika Swiss mengalahkan Aljazair 2-0. Pada laga tersebut, Xhaka merayakan penampilan internasionalnya yang ke‑150, sekaligus menegaskan peranannya sebagai pengatur ritme tim. Gol-gol dari Breel Embolo dan Dan Ndoye menjadi hasil akhir, namun Xhaka memastikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan tetap terjaga.
Di sisi Kolombia, performa James Rodriguez dan Luis Diaz menjadi ancaman utama bagi Swiss. Namun, pertahanan yang dipimpin oleh Denis Zakaria, Nico Elvedi, dan Manuel Akanji mampu menahan tekanan kreatif lawan. Kolombia hanya mencatat satu peluang nyata, yang hampir berujung gol ketika turnover Xhaka memberikan kesempatan satu‑law‑satu bagi Jaminton Campaz, namun serangan itu berhasil dicegah oleh rekan setim Swiss.
Adanya adu penalti menambah dramatisasi pertandingan. Empat eksekutor Swiss berhasil mengeksekusi tembakan mereka, sementara dua penendang Kolombia gagal. Keberhasilan Kobel dalam penyelamatan krusial pada tembakan terakhir menjadi penentu akhir. Setelah kemenangan ini, Swiss dijadwalkan bertemu Argentina pada perempat final yang akan digelar di Kansas City, Amerika Serikat.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Xhaka menjadi kunci dalam mengendalikan ruang di tengah lapangan. Kemampuannya menyalurkan bola dengan presisi tinggi memberi kebebasan bagi penyerang seperti Embolo dan Ndoye untuk melakukan pergerakan tanpa terhambat. Selain itu, kepemimpinan Xhaka di atas lapangan terbukti menenangkan rekan satu tim, terutama pemain muda yang masih merasakan tekanan turnamen tingkat dunia.
Berbagai pundit, termasuk Sue Smith dari BBC Sport, memuji peran Xhaka sebagai “pengatur tempo” yang dapat memutuskan kapan harus mempercepat atau memperlambat permainan. Penilaian ini sejalan dengan data statistik yang menunjukkan Xhaka menguasai lebih dari setengah total penguasaan bola Swiss selama pertandingan.
Keberhasilan Swiss di Piala Dunia 2026 tidak lepas dari kombinasi pengalaman veteran seperti Xhaka dan energi pemain muda yang semakin berkembang. Dengan melaju ke babak perempat final, tim yang dilatih Murat Yakin kini menatap peluang lebih besar untuk menorehkan prestasi bersejarah lainnya. Pertandingan melawan Argentina akan menjadi ujian berat, namun fondasi yang telah dibangun oleh Xhaka dan rekan‑rekan setimnya memberi harapan bahwa Swiss dapat terus melaju lebih jauh dalam kompetisi bergengsi ini.