BI Tegal Ganti Rp1,51 Miliar Uang Rusak Warga Batang Usai Banjir Rob, Proses Penukaran Diperjelas
Blog Berita daikin-diid – 04 Juli 2026 | JAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Tegal menjadi sorotan publik pada tanggal 2 Juli 2026 setelah melayani penukaran uang rupiah rusak milik warga Kabupaten Batang, Ida Murlija, yang terdampak banjir rob. Total uang yang diajukan mencapai sekitar Rp1,54 miliar, namun setelah pemeriksaan mendetail hanya sebesar Rp1,51 miliar yang memenuhi kriteria penggantian dan langsung diganti dengan uang layak edar.
Ida, seorang ibu berusia 51 tahun, menyimpan uang hasil penjualan tanah dalam sebuah koper untuk persiapan biaya kuliah dokter anaknya. Ketika banjir rob melanda rumahnya sejak Februari 2026, koper berisi uang tersebut terendam air laut selama berhari‑hari. Kondisi uang menjadi rusak: sebagian lembar kertas menghitam, banyak yang menempel, dan tepiannya terkelupas. Menyadari kerusakan, ia menghubungi seorang kenalan di bank yang menyarankan membawa uang ke kantor BI Tegal.
Setelah mengakses aplikasi Pintar pada laman https://pintar.bi.go.id, Ida melakukan pendaftaran layanan penukaran uang rusak. Aplikasi tersebut memungkinkan pemesanan jadwal secara daring, memilih lokasi (dalam hal ini BI Tegal), serta menentukan tanggal dan jam penukaran. Pada hari Kamis, 2 Juli 2026, Ida tiba di kantor dengan koper berisi uang rusak serta bukti pemesanan yang sah.
Petugas BI, yang dipimpin oleh Kepala Kantor Perwakilan Bimala, melakukan penelitian menyeluruh pada setiap lembar uang. Proses ini mencakup pemeriksaan fisik, identifikasi ciri‑ciri keaslian, serta pemisahan lembar yang menempel. Hasilnya, uang senilai Rp1,51 miliar dipastikan masih memiliki lebih dari dua pertiga ukuran asli, ciri keaslian masih dapat dikenali, dan setiap lembar dapat dibuktikan sebagai bagian dari satu kesatuan. Sisanya, yang mengalami kerusakan parah, tidak memenuhi syarat dan tidak dapat diganti.
Bank Indonesia menegaskan bahwa layanan penukaran uang rusak bersifat terbuka, gratis, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat asalkan uang memenuhi empat ketentuan utama: (1) uang asli yang diterbitkan oleh BI, (2) kondisi fisik masih tersisa lebih dari dua pertiga ukuran asli, (3) ciri keaslian masih dapat dikenali, dan (4) uang merupakan satu kesatuan atau dapat dibuktikan berasal dari satu lembar yang sama. Layanan ini dijalankan secara rutin setiap Selasa dan Kamis, dengan tiga slot waktu masing‑masing 1 jam 15 menit, dimulai pukul 08.00 WIB.
Berikut langkah‑langkah yang harus diikuti warga yang ingin menukar uang rusak melalui aplikasi Pintar:
- Masuk ke aplikasi Pintar dan pilih layanan penukaran uang rusak.
- Tentukan lokasi penukaran, tanggal, serta jam yang tersedia.
- Catat bukti pemesanan dan cetak jika diperlukan.
- Susun uang yang akan ditukarkan per pecahan dan per tahun emisi agar memudahkan pemeriksaan.
- Datang ke kantor BI pada jadwal yang telah dipesan, serahkan uang beserta bukti pemesanan.
- Tunggu proses penelitian; bila uang memenuhi syarat, akan diganti dengan uang layak edar secara langsung.
Selain membantu Ida, BI Tegal juga mengimbau masyarakat luas untuk menyimpan uang serta dokumen berharga di tempat yang aman, menghindari risiko kerusakan akibat bencana alam, kebakaran, atau faktor lainnya. Bank sentral mendorong penggunaan instrumen non‑tunai seperti transfer bank, uang elektronik, dan QRIS sebagai alternatif transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal. Kebijakan ini sejalan dengan upaya meningkatkan literasi keuangan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Kasus Ida Murlija menegaskan pentingnya keberadaan layanan penukaran uang rusak sebagai bagian dari jaringan layanan publik Bank Indonesia. Dengan prosedur yang transparan, biaya nol, dan jadwal yang dapat dipesan secara daring, warga yang terdampak bencana dapat memperoleh kembali nilai uang yang masih layak tanpa harus menanggung kerugian total. Keberhasilan penggantian Rp1,51 miliar menunjukkan bahwa sistem ini berfungsi sebagaimana mestinya, sekaligus memberikan harapan bagi korban bencana lainnya di seluruh Indonesia.