Swiss Dominate Algeria 2-0: Jalan Panjang Menuju Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 03 Juli 2026 | Vancouver, 3 Juli 2026 – Di panggung megah BC Place, timnas Swiss menorehkan kemenangan tipis 2‑0 atas Algeria dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan ini sekaligus menandai terobosan Swiss pertama di fase gugur sejak 1938 serta menambah deretan tiga kemenangan beruntun dalam turnamen ini.
Serangan pertama dimulai pada menit ke‑11 ketika Johan Manzambi memukau dengan solo berlari menuruni sisi kiri. Setelah berhasil melewati dua bek Algeria, ia mengirimkan umpan silang rendah ke dalam kotak penalti. Breel Embolo, yang menunggu di posisi tepat, menambah gol pertama Swiss dengan sentuhan lembut ke pojok jauh gawang penjaga gawang Algeria, Luca Zidane.
Setelah jeda singkat, tim asal Pegunungan Alpen tidak mengendurkan tekanan. Pada menit pertama babak kedua, pertahanan Algeria mengalami kekosongan. Dan Ndoye memanfaatkan bola lepas di dalam kotak, menembakkan tembakan keras yang tak terhalang oleh penjaga gawang, mengamankan keunggulan 2‑0 bagi Swiss.
Sepanjang 90 menit, Swiss memperlihatkan disiplin taktik yang ketat di lini belakang. Gregor Kobel jarang diuji, sementara Manuel Akanji dan Nico Elvedi menutup ruang-ruang berbahaya. Di lini tengah, kemitraan Granit Xhaka dan Remo Freuler mengendalikan tempo permainan, memastikan kepemilikan bola tetap berada di pihak Swiss.
Algeria, meski menampilkan beberapa peluang melalui Riyad Mahrez dan Houssem Aouar, gagal memanfaatkan momen. Kesalahan dalam penguasaan bola serta pertahanan rapuh menjadi faktor utama mengapa mereka tidak mampu menekan kembali. Pada menit ke‑68, Fabian Rieder hampir memperkecil kedudukan dengan tembakan terbuka yang meleset, namun peluang tersebut tidak mengubah hasil akhir.
Berikut susunan awal (Starting XI) kedua tim yang bertanding:
- Swiss: Gregor Kobel; Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez; Dan Ndoye, Granit Xhaka (c), Remo Freuler; Ruben Vargas, Breel Embolo, Johan Manzambi.
- Algeria: Mohamed Lamine Zemmamouche; Aïssa Mandi, Mohamed Ben‑khalifa, Mohamed Ben‑youssef, Ramy Bensebaini; Riyad Mahrez, Houssem Aouar, Youcef Baba; Islam Slimani, Said Benrahma, Adam Ounahi.
Kemenangan ini membawa Swiss kembali ke Vancouver untuk menghadapi pemenang laga Colombia vs Ghana, yang dijadwalkan pada Selasa mendatang. Kedua calon lawan tersebut memiliki profil serangan yang berbeda, menuntut Swiss menyiapkan strategi yang fleksibel.
Pelatih Murat Yakin memuji performa timnya, menekankan pentingnya konsistensi dan ketangguhan mental. “Kami bermain dengan keyakinan, memanfaatkan setiap peluang, dan menjaga kestabilan defensif. Ini baru permulaan, tantangan berikutnya akan lebih berat,” ujar Yakin dalam konferensi pers pasca‑pertandingan.
Dengan langkah ini, Swiss tidak hanya melanjutkan tradisi kuat di level internasional, tetapi juga menegaskan bahwa mereka siap bersaing dengan tim‑tim elit dunia. Pertarungan melawan pemenang Colombia‑Ghana akan menjadi ujian nyata bagi ambisi Swiss menembus semifinal atau bahkan meraih gelar juara pertama mereka di Piala Dunia.