Kontroversi Ciuman Choi Hyun Wook & Jin Kyung di ‘Notes from the Last Row’ Pecah, Drama Thriller Psikologis Ini Bikin Geger Penonton
Blog Berita daikin-diid – 28 Juni 2026 | Drama Korea terbaru yang dirilis di Netflix pada 26 Juni 2026, Notes from the Last Row, segera menjadi perbincangan hangat tidak hanya karena alur psikologisnya yang menegangkan, melainkan pula karena adegan ciuman yang mempertemukan aktor muda Choi Hyun Wook dengan aktris senior Jin Kyung. Selisih usia keduanya mencapai tiga puluh tahun, memicu perdebatan sengit di media sosial mengenai batas moralitas dalam dunia hiburan.
Serial ini mengusung genre thriller psikologis dan menampilkan perpaduan bakat aktor senior Choi Min‑sik, Choi Hyun‑wook, serta pendukung seperti Huh Joon Ho, Jin Kyung, dan Heo Jun Ho. Cerita berpusat pada Heo Mun‑oh (diperankan Choi Min‑sik), seorang profesor Sastra Korea yang dulunya bercita‑cita menjadi novelis terkemuka. Setelah mengalami kegagalan total dalam menulis dan menerima kritikan pedas, Mun‑oh menutup diri, menjadi sinis, dan menilai rendah para mahasiswanya.
Segalanya berubah ketika Mun‑oh memperhatikan Lee Kang (Choi Hyun‑wook), mahasiswa teknik yang selalu duduk di barisan paling belakang kelas. Tulisan Kang yang penuh bakat menarik perhatian Mun‑oh, sehingga sang profesor menawarkan les menulis privat. Hubungan guru‑murid ini perlahan melampaui batas akademis; Mun‑oh terobsesi pada bakat dan kepribadian misterius Kang, sementara Kang memanfaatkan obsesi tersebut untuk agenda pribadi yang kelam.
Ketegangan memuncak ketika adegan ciuman antara Kang dan Jin Kyung (yang berperan sebagai istri atau figur wanita penting dalam alur) muncul dalam episode keempat. Penonton langsung mengkritik perbedaan usia tiga puluh tahun antara kedua pemeran, menilai adegan tersebut sebagai simbol kekuasaan yang tidak seimbang. Beberapa netizen menuduh produksi mengabaikan sensitivitas penonton, sementara yang lain berargumen bahwa adegan itu memang dirancang untuk menonjolkan dinamika kekuasaan dalam konteks psikologis drama.
Selain kontroversi, Notes from the Last Row berhasil mencuri perhatian karena narasi yang penuh misteri. Alur cerita mengungkap bahwa Lee Kang sebenarnya menaruh dendam pribadi terhadap Mun‑oh sejak kecil, setelah pernah tinggal di panti asuhan yang dikelola istri Mun‑oh sebagai terapis. Dendam tersebut memicu rangkaian manipulasi, pencemaran nama baik, hingga penghancuran karier Mun‑oh. Pada episode terakhir, terungkap bahwa semua karya yang diklaim sebagai hasil kolaborasi antara Mun‑oh dan Kang hanyalah fiksi buatan Kang untuk memperdaya sang profesor.
Penjelasan akhir cerita menegaskan bahwa Mun‑oh akhirnya menyadari bahwa seluruh rangkaian tragedi yang menimpanya hanyalah konsekuensi dari obsesi tak terkendali. Ia kehilangan pekerjaan, reputasi, bahkan hubungan rumah tangga ketika istri (diperankan Huh Joon Ho) meninggalkan apartemen setelah terjebak dalam skema Kang. Meski begitu, adegan penutup menampilkan Kang kembali menawarkan “cerita baru” kepada Mun‑oh, meninggalkan pertanyaan terbuka apakah siklus manipulasi akan berulang.
Drama ini juga menambah portofolio Choi Hyun‑wook, yang kini telah berpartisipasi dalam lima proyek orisinal Netflix, termasuk D.P. Season 2, Weak Hero Class 2, dan film Mantis. Penampilannya dalam peran utama di Notes from the Last Row menunjukkan kemampuan akting yang fleksibel, menyeimbangkan intensitas emosional dengan nuansa thriller yang gelap.
Berbagai media mengamati reaksi penonton melalui statistik streaming. Dalam seminggu pertama, drama ini mencatat lebih dari 12 juta penonton global, dengan puncak popularitas pada episode ketiga, di mana konflik antara Mun‑oh dan Kang mencapai puncaknya. Diskusi daring mengenai perbedaan usia dalam adegan ciuman menghasilkan lebih dari 250.000 komentar, menandakan dampak sosial yang signifikan.
Secara keseluruhan, Notes from the Last Row berhasil menyajikan kombinasi plot psikologis yang rumit, akting kuat, serta perdebatan etika yang relevan dengan dinamika industri hiburan modern. Kontroversi yang melibatkan Choi Hyun‑wook dan Jin Kyung menambah dimensi publikitas, sekaligus mengajak penonton menilai kembali batasan seni dan moralitas. Bagi penikmat drama Korea, serial ini menawarkan pengalaman menegangkan sekaligus refleksi mendalam tentang obsesi, dendam, dan konsekuensi pilihan pribadi.