Doa Buka Puasa Tasua dan Asyura 25 Juni 2026: Makna, Teks Arab, dan Tata Cara Sunnah
Blog Berita daikin-diid – 26 Juni 2026 | Pada tanggal 25 Juni 2026, umat Islam di Indonesia menyambut hari ke-9 dan ke-10 Muharram 1448 H, yang dikenal sebagai puasa Tasua dan Asyura. Kedua hari tersebut memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam, terutama karena keduanya dianjurkan sebagai puasa sunnah yang menambah pahala dan menghapus dosa. Tahun ini, perbedaan penetapan awal bulan Muharram antara Kementerian Agama, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama menghasilkan dua penanggalan sekaligus: 10 Muharram (Asyura) menurut kalender resmi Kemenag, dan 9 Muharram (Tasua) menurut ketetapan NU.
Berbuka puasa pada kedua hari tersebut mengikuti tata cara yang sama dengan berbuka puasa pada umumnya, namun dengan doa khusus yang menekankan rasa syukur dan harapan akan pahala. Doa‑doa tersebut tercatat dalam beberapa kitab hadis, antara lain Shahih Abu Dawud, An‑Nasâ’i, dan kitab Al‑Adzkar karya Imam an‑Nawawi. Berikut rangkaian doa yang umum dibaca pada saat Maghrib tiba:
- Doa 1 (Arab): ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabadh dhoma'u wabtalatil 'uruuqu wa thabatal ajru in shaa' Allâhu
Arti: “Telah hilang rasa haus, urat‑urat basah, dan pahala tetap, bila Allah menghendaki.” (HR Abu Dawud, An‑Nasâ’i) - Doa 2 (Arab): اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin: Allaahumma laka shumtu wa 'alaa rizkika afthartu
Arti: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.” (HR Abu Dawud) - Doa 3 (Arab): الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Latin: Alhamdulillaahil ladzii a'aani fashamtu wa razaqanii fa afthartu
Arti: “Segala puji bagi Allah yang menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan memberi rezeki sehingga aku dapat berbuka.” - Doa 4 (Arab): اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Allaahumma laka shumnaa wa 'ala rizqika aftharnaa fataqabbal minna innaka anta as-samii'ul 'aliim
Arti: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami berbuka; terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Ibnu Sunni)
Selain doa, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan saat berbuka puasa. Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk segera menunaikan berbuka ketika azan Maghrib berkumandang, tanpa menunda. Sebagai pembuka, disarankan mengonsumsi kurma atau meminum air putih terlebih dahulu. Hadis menyebutkan bahwa kurma merupakan makanan yang mengembalikan energi dengan cara yang ringan dan sesuai dengan sunnah.
| Penetapan | Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah |
|---|---|---|
| Kementerian Agama (Kemenag) | 25 Juni 2026 | 10 Muharram 1448 H (Asyura) |
| Nahdlatul Ulama (NU) | 25 Juni 2026 | 9 Muharram 1448 H (Tasua) |
Keutamaan berpuasa pada Asyura telah diabadikan dalam sejumlah hadis. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa Tasua, meski tidak memiliki hadis yang menyebutkan keutamaan serupa secara eksplisit, tetap menjadi amalan sunnah yang dianjurkan pada hari ke‑9 Muharram.
Dengan memperhatikan adab‑adab tersebut, umat Islam dapat memaksimalkan pahala dan keberkahan pada kedua hari istimewa ini. Membaca doa‑doa yang telah disebutkan, mengamalkan sunnah berbuka dengan kurma atau air, serta menegakkan niat yang tulus menjadi rangkaian ibadah yang menyeluruh.
Semoga puasa Tasua dan Asyura tahun 1448 H membawa keberkahan, menghapus dosa, dan memperkuat keimanan seluruh umat Islam di Indonesia.